Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional – Punya anak sehat adalah impian untuk pasangan yang baru menikah. Sangat bahagia perasaan suami ketika mendengar kabar bahwa tes urin istri menandakan kehamilan. Akan tetapi, sebelum umur kandungan 9 bulan, Bidan mengisyaratkan bahwa kelahiran harus lakukan lebih awal melalui operasi cesar dengan alasan ukuran janin lebih besar dan harus dilahirkan prematur. Betapa sedih perasaan kedua pasangan yang baru menikah, ada apakah yang terjadi ?

Setelah mengonsultasikan berbagai permasalah ke Dokter, ternyata sang calon ibu pernah mengalami diabetes gestasional semasa hamil. Apa itu definisi diabetes gestasional? Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada usia kehamilan sekitar 24 minggu atau 6 bulan, dimana kadar gula darah ibu hamil pada posisi tinggi diatas ambang ginjal sehingga mempengaruhi perkembangan calon bayi.

 

Proses perkembangan bayi menjadi besar atau makrosomia disebabkan karena tingginya kadar glukosa darah pada calon ibu. Glukosa tersebut akan melewati plasenta dan masuk ke tubuh bayi sehingga secara otomatis pankreas bayi akan memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga bayi mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia. Insulin pada tubuh bayi akan mengubah glukosa masuk menjadi timbunan lemak sehingga bayi menjadi gemuk dalam kandungan.

Secara umum, diabetes gestasional akan berakhir setelah kehamilan. Namun, diabetes gestasional akan datang lagi pada kehamilan berikutnya dan sang ibu akan mengembangkan penyakit diabetes melitus tipe 2 jika mereka tidak segera melakukan pencegahan dengan mengontrol gula darah ketat, olah tubuh khusus ibu hamil, dan mengonsumsi vitamin pada pra-kehamilan dan selama kehamilan.

 

Siapa saja ibu yang memiliki risiko diabetes gestasional ?

Sebaiknya, calon ibu hamil memperhatikan faktor risiko diabetes gestasional. Hal ini menjadi sangat penting agar mereka dapat mencegah kejadian tersebut dengan berkonsultasi ke dokter atau ahli penyakit diabetes melitus, mereka akan memberikan saran tepat untuk Anda. Berikut adalah 4 faktor risiko diabetes gestasional untuk calon ibu yang berpotensi, yaitu:

 

  1. Obesitas

Obesitas adalah agen utama dan risiko diabetes gestasional. Lemak sub kutan dan visceral pada tubuh ibu calon hamil dengan obesitasRisiko Diabetes Gestasional, akan menghasilkan hormon adipositokin yang melawan kerja insulin. Di tambah lagi dengan kebiasaan ibu hamil, yang mengalami masa makan besar dan banyak karena menghidupi 2 tubuh. Risiko diabetes gestasional ini akan menyebabkan percepatan kenaikan kadar glukosa darah sehingga ibu mengalami diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional.

 

  1. Riwayat diabetes melitus pada keluarga

Riwayat diabetes melitus pada salah satu keluarga adalah momen penting bagi calon ibu hamil yang baru menikah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko diabetes gestasional sehingga mereka dapat melakukan pencegahan lebih dini. Diabetes adalah penyakit keturunan, jika ada salah satu famili Anda yang sedarah menderita diabetes, atau orang tua Anda berpredikat penyandang diabetes, maka Anda perlu melakukan sesuatu.

Namun, jika suami Anda adalah penyandang diabetes, ini tidak mempengaruhi Anda dan janin jika Anda adalah calon ibu tidak mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes. Diabetes hanya dapat ditularkan melalui warisan genetik (dominan autosomal). Namun, bayi Anda dapat berpotensi sebagai pengidap diabetes di masa mendatang karena memiliki gen diabetes dari ayah, meskipun ibu tidak.

 

  1. Semasa bayi, calon ibu lahir sebagai bayi makrosomia

Jika Anda pernah lahir prematur akibat mengalami makrosomia, maka Anda berpeluang lebih besar untuk terkena risiko diabetes gestasional. Makrosomia adalah kondisi bayi yang lahir besar dengan bobot lebih dari 4 kg dan biasanya harus dilahirkan lebih awal melalui operasi cesar sehingga lahir sebagai bayi prematur. Jika Anda pernah mengalami bayi makrosomia, berarti ibu Anda adalah penyandang diabetes yang tak terkontrol. Dan jika Anda adalah pernah menjadi bayi makrosomia, berarti Anda pernah mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia semasa masih janin.

 

  1. Sering mengalami infeksi saluran kemih berulang-ulang semasa kehamilan

Ketika setelah trimester pertama kehamilan, nafsu makan menjadi meningkat karena Anda harus menghidupi 2 tubuh. Karena Anda mengalami resistensi insulin, maka tingkat kadar gula darah berada diatas ambang ginjal, yaitu diatas 180 mg/dl dan mengakibatkan risiko diabetes gestasional naik 2 kali lipat. Jika kadar glukosa darah melebihi ambang ginjal, maka sebagian glukosa yang menumpuk dalam aliran darah akan dibuang oleh ginjal melalui urin. Karena risiko diabetes gestasional ini, memungkinkan tumbuhnya jamur kandida atau bakteri yang menjadi penyebab infeksi kandung kemih.

 

Nah, setelah Anda mengetahui beberapa risiko diabetes gestasional, maka sebelum atau selama kehamilan, sebaiknya Anda melakukan pencegahan lebih dini agar. Biasanya, dengan melakukan kontrol gula darah secara ketat, diet ibu hamil, dan aktifitas fisik khusus kehamilan dapat menunda bahkan bisa mencegah risiko diabetes gestasional. Untuk lebih jelas tentang kehamilan dan penyakit diabetes melitus, silakan kunjungi dokter atau ahli diabetes terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Semoga bermanfaat.

 

 

Risiko Diabetes Gestasional

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*