Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Olahraga Untuk Penderita Diabetes -Menjaga gula darah agar tetap stabil, merupakan hal wajib bagi para penderita diabetes. Tak hanya harus mengatur pola makan, tetapi juga berolahraga secara teratur. Cara ini, bisa mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Menurut American College of Sports Medicine , penderita diabetes sebaiknya berolahraga setiap hari. Namun, sebelum olahraga ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi hipoglikemia (kadar gula darah rendah secara abnormal) atau hiperglikemia (kadar gula darah tinggi secara abnormal) dan memperburuk kondisi tubuh.

Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Agar efek olahraga makin maksimal dan tentunya aman bagi penderita diabetes, perhatikan hal-hal berikut :

  1. Periksa gula darah sebelum olahraga untuk penderita diabetes. Jika kadarnya >300 mg/dL dan tak ada keton, berolahragalah secara hati-hati. Keton adalah asam yang diproduksi oleh tubuh setiap kali mengubah lemak menjadi energi.
  2. Periksa urin atau darah untuk mengetahui kadar keton sebelum berolahraga. Sebaiknya tunda olahraga untuk penderita diabetes jika gula kadar gula darah lebih besar dari 250 mg/dl dan terdapat keton.
  3. Minum air putih sebelum, saat dan setelah berolahraga. Jangan sampai tubuh kekurangan cairan.
  4. Konsumsi cemilan yang mengandung karbohidrat tinggi jika kadar gula <100 mg/dL. Anda bisa mengonsumsi buah, yogurt atau biskuit cracker.
  5. Periksa kaki Anda sebelum dan sesudah berolahraga. Kurangi risiko luka dengan mengenakan sepatu yang nyaman dan lakukan jenis olahraga yang tak terlalu berat.
  6. Dianjurkan untuk melakukan olahraga yang berintensitas rendah, seperti yoga atau pilates, bagi yang memiliki masalah penglihatan karena diabetes. Itu karena gerakan yang sangat aktif bisa memperparah kondisi mata.

Olahraga untuk penderita diabetes yang teratur dapat mengendalikan risiko diabetes. Manfaat olahraga untuk penderita diabetes antara lain:

  1. Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh sehingga meningkatkan kemampuan metabolisme sel dalam menyerap dan menyimpan glukosa.
  2. Meningkatkan sirkulasi darah, terutama pada kaki dan tangan, di mana biasanya penderita diabetes memiliki masalah.
  3. Mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah
  4. Penderita diabetes yang rajin berolah raga dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada obat.

Berikut adalah beberapa tips olahraga untuk penderita diabetes:

  1. Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani program olah raga. Dokter akan merekomendasikan jenis olah raga apa yang boleh Anda lakukan sesuai dengan kondisi Anda. Dokter biasanya akan melarang Anda berolah raga bila: Glukosa darah Anda lebih dari 250 mg/dl. Anda memiliki gejala retinopati (kerusakan pembuluh darah pada mata), neuropati (kerusakan syaraf dan sirkulasi darah pada anggota badan), nefropati (kerusakan ginjal) dan gangguan jantung seperti jantung koroner, infark miokard, arritmia dan lainnya.
  2. Bila tidak ada larangan, mulailah dengan olah raga ringan seperti senam aerobik, berjalan, berenang, dan bersepeda. Olah raga aerobik tersebut bermanfaat memperdalam pernafasan dan meningkatkan kerja jantung. Bagi Anda yang tidak pernah berolahraga, awali dengan 10 – 20 menit setiap kali latihan, beberapa kali seminggu.

Banyak penderita diabetes yang tidak menyadari bila memiliki masalah di kaki mereka. Sebelum berjalan sehat atau jogging, pastikan kenyamanan dan keamanan sepatu yang dipakai:

  1. Selalu gunakan kaus kaki yang nyaman.
  2. Periksa apakah ada krikil atau benda lain sebelum mengenakan sepatu.
  3. Hindari lecet atau goresan di kaki
  4. Bila Anda memiliki masalah di kaki, sebaiknya pilih berenang, senam atau bersepeda yang tidak terlalu membebani kaki.
  5. Jangan mengangkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba.
  6. Awali dan akhiri latihan dengan pemanasan dan pendinginan selama 5-10 menit untuk mengurangi risiko jantung dan cedera otot.
  7. Jangan menambah porsi latihan secara drastis. Setiap kali, naikkan hanya satu faktor saja (frekuensi, lama atau intensitas latihan).
  8. Kenakan tanda pengenal diabetes, agar orang tahu bila terjadi sesuatu dengan Anda.

Waspada bila terkena hipoglikemi. Hipoglikemi adalah risiko yang dapat terjadi sewaktu berolah raga. Kenaikan penyerapan glukosa oleh otot dapat menurunkan gula darah ke tingkat yang sangat rendah (hipoglikemi). Gejala hipoglikemi adalah badan gemetar, jantung berdebar, keringat bertambah, rasa lapar, pusing, lesu, bingung, dan perubahan mood yang cepat. Bila terkena gejala hipoglikemi:

  1. Lakukan tes gula darah untuk mengecek.
  2. Konsumsi makanan atau minuman manis, misalnya jus atau manisan buah. Hindari makanan yang mengandung lemak karena menghalangi penyerapan glukosa oleh tubuh.
  3. Istirahat selama 10 -15 menit dan lakukan pengecekan lagi sebelum melanjutkan latihan. Jangan meneruskan berolah raga bila gula darah di bawah 100 mg/dl.
  4. Bila melanjutkan olahraga untuk penderita diabetes, selalu waspada terhadap munculnya kembali gejala hipoglikemi.

Olahraga Untuk Penderita Diabetes

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*