Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes Pada Kehamilan

 

Diabetes Pada KehamilanDiabetes pada kehamilan, biasanya  diderita Ibu hamil pada trisemester kedua, dan akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan si bayi. Belum diketahui dengan pasti penyebab diabetes pada kehamilan. Meskipun makanan-makanan manis bukanlah sebagai penyebab utama dari diabetes ini, tetapi ibu hamil tetap perlu menahan diri untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya, terutama pada makanan yang menggunakan pemanis tambahan seperti gula dan produk sejenis. Sedangkan makanan manis dari buah-buahan tetap bisa dimakan sesuai porsi seimbang. Disarankan pula untuk Ibu hamil melakukan aktivitas-aktivitas sehat, seperti mengatur pola makan, olahraga seperti berenang, jalan kaki dan diet selama masa kehamilannya, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit diabetes pada kehamilan.

Orang yang obesitas sebelum dan sewaktu kehamilan, memiliki riwayat keluarga diabetes atau keturunan Asia Tenggara dan Timur Tengah memiliki resiko tinggi untuk terjadinya diabetes gestasional. Kebanyakan wanita dengan diabetes pada kehamilan tidak menunjukkan gejala. Untungnya, sebagian besar kasus diabetes gestasional dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan olahraga. Hanya pada sebagian kecil kasus dimana terapi insulin diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Apa Penyebab Diabetes Pada Kehamilan ?

Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya level gula darah/glukosa dalam tubuh menjadi tinggi. Penyebabnya mirip dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, diabetes pada kehamilan merupakan sub-tipe dari tipe 2.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadikan seseorang rentan terhadap diabetes pada kehamilan:

  • Memiliki sejarah keluarga yang mengidap diabetes
  • Berusia di atas 25 tahun saat hamil
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki berat badan tinggi sebelum hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000g (makrosomia) sebelumnya

Gejala Diabetes Pada Kehamilan

  • Pandangan menjadi kabur
  • Mengalami kelelahan
  • Sering mengalami infeksi disaat sedang mengalami luka, kulit dan juga vagina
  • Sering mengalami buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan meskpun nafsu makan mengalami peningkatan

Biasanya penyakit diabetes pada kehamilan memang tidak pernah menunjukkan gejala apapun, sehingga harus melakukan pemeriksaan tes, dan juga screening untuk semua wanita hamil agar melakukan deteksi pada penyakit ini. Penyakit diabetes pada kehamilan yang terjadi di masa kehamilan baisanya terjadi sekitar 2-5% dari semua kasus kehamilan. Dan untuk penyakit ini biasanya bersifat sementara dan akan mengalami peningkatan atau bahkan menghilangkan pasca melahirkan. Penyakit ini bisa disembuhkan, namun hal yang paling penting dilakukan adalah membutuhkan pengawasan medis yang cocok dan tepat selama masa kehamilan berlangsung.

Namun walaupun penyakit diabetes pada kehamilan ini sifatnya adalah sementara, jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik maka akan membahayakan kesehatan janin dan juga si ibu. Resiko yang bisa saja terjadi adalah makrosomia atau berat badan bayi yang berlebihan, penyakit jantung bawaan, mengalami kelainana pada sistem saraf pusat, dan juga mengalami cacat otot rangka. Peningkatan dari hormon insulin janin biasanya akan membantu dalam menghambat produksi dari subfaktan janin dan bisa menyebabkan terjadinya sindrom gangguan pada pernapasan.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan bagi Anda, penderita diabetes pada kehamilan :

Konsumsi makanan berserat

Lebih banyak mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan segar dan sayur-sayuran yang mengandung banyak serat diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Batasi makanan yang berlemak dan biasakan untuk makan dalam porsi yang tidak terlalu besar.

Berolahraga

Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh membakar lebih banyak glukosa tanpa tambahan insulin.

Kontrol berat badan

Resiko diabetes pada kehamilan akan meningkat jika berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal. Para ilmuwan dari National Institutes of Health and Harvard University menemukan bahwa wanita yang sebelum hamil mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak hewani dan kolesterol memiliki resiko lebih tinggi terhadap diabetes gestasional dibandingkan dengan wanita hamil yang sebelumnya melakukan diet rendah lemak hewani dan kolesterol.

Pemeriksaan

Screening dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28.

Mengecek kadar gula darah

Dokter akan melakukan tes darah rutin untuk melihat apakah latihan dan rencana diet yang anda lakukan dapat menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Anda mungkin perlu memiliki alat pengecek gula darah di rumah untuk memeriksa gula darah beberapa kali sehari. Dalam beberapa kasus, anda mungkin harus minum obat insulin. Insulin tidak berpengaruh ke dalam tubuh bayi dan tidak berbahaya bagi bayi anda. tetapi anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anda tentang penggunaan insulin.

Diabetes Pada Kehamilan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*