Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1

 

Diabetes Melitus – Asia Tenggara adalah salah satu wilayah dengan prevalensi tertinggi untuk diabetes tipe 1. Ada sekitar 111.500 anak-anak di bawah 15 tahun yang mengidap diabetes tipe 1 dengan perkiraan 18.000 kasus baru pada tiap tahun.

Diabetes melitus tipe 1 sering dikategorikan sebagai kelainan terhadap sistem imun/ kekebalan tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh merusak sel penghasil hormon insulin yang terdapat di pankreas. Sel penghasil insulin yang dimaksud adalah sel beta.

Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan membentengi tubuh dari bakteri dan substansi-substansi atau virus yang menyusup ke dalam tubuh. Namun pada diabetes tipe 1, tanpa alasan yang pasti, sistem imun menyerang pankreas serta menghancurkan sel beta dan menyebabkan terhambatnya produksi hormon insulin.

Diabetes melitus tipe 1 terjadi saat tubuh kekurangan hormon insulin, sehingga kadar glukosa (gula darah) meningkat hingga di atas normal. Insulin berfungsi untuk menyerap nutrisi dan gula dalam darah, kemudian mensirkulasikannya ke berbagai sel tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Penderita diabetes melitus tipe 1 hanya memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya glukosa dalam darah semakin meningkat (hiperglikemia) dan sel-sel tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.

Diabetes Melitus Tipe 1Kondisi tersebut dapat menyebabkan:

Dehidrasi

Tingginya kadar gula dalam darah akan meningkatkan frekuensi urinasi (buang air kecil) sebagai reaksi untuk mengurangi kadar gula. Saat gula darah keluar bersama urine, tubuh juga akan kehilangan banyak air, sehingga mengakibatkan dehidrasi.

Kehilangan berat badan

Gula dalam darah (glukosa) merupakan sumber energi bagi tubuh. Glukosa yang terbuang bersama urine juga mengandung banyak nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh manusia. Oleh karena itu penderita diabetes tipe 1 juga akan kehilangan berat badannya secara drastis.

Kerusakan tubuh

Tingginya level gula dalam darah akan menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Kondisi ini juga akan merusak pembuluh darah kecil pada mata, ginjal dan jantung. Penderita diabetes beresiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

Penyebab Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke sel-sel yang akan mengolahnya menjadi energi. Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Tanpa insulin, sel-sel tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes tipe 1, yaitu saat darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan.

Komplikasi pada Diabetes Melitus Tipe 1

Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes melitus tipe 1 dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti:

  1. Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf mengakibatkan gangguan pada sistem sirkulasi darah, khususnya di daerah kaki. Kondisi ini akan menyebabkan luka gores kecil di kaki dengan cepat berubah menjadi luka yang parah dan infeksi. Pada kasus yang serius, kaki yang mengalami infeksi harus segera diamputasi agar luka tidak terus menyebar.

  1. Kerusakan Retina

Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 akan memiliki masalah pada mata. Resiko tersebut akan semakin meningkat setelah 15 tahun menderita diabetes tipe ini. Menjaga level glukosa tetap normal akan menurunkan resiko kerusakan retina.

  1. Kerusakan Ginjal

Penderita diabetes melitus tipe 1 memiliki resiko mengalami kerusakan ginjal. Resiko ini akan terus meningkat seiring dengan waktu, khususnya setelah menderita diabetes selama 15-25 tahun. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius seperti gagal ginjal atau serangan jantung.

Banyak penderita diabetes melitus tipe 1 tetap dapat hidup panjang dan sehat. Kuncinya adalah dengan menjaga kadar glukosa dalam darah tetap berada pada level yang normal. Kondisi tersebut dapat dicapai dengan mengatur pola makan/diet yang sehat, pola hidup sehat, olahraga, dan terapi insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan injeksi insulin secara teratur, karena tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin secara normal.

Penderita diabetes melitus harus mengecek kadar gula darah darahnya secara teratur, sehingga dapat menentukan pola makan, olahraga dan jumlah insulin yang dibutuhkan oleh penderita diabetes melitus tipe 1.

 

Diabetes Melitus Tipe 1

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*