Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1

 

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1Diabetes melitus tipe 1 sering dikategorikan sebagai kelainan terhadap sistem imun/kekebalan tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada diabetes melitus tipe 1, sistem kekebalan tubuh merusak sel penghasil hormon insulin yang terdapat di pankreas. Sel penghasil insulin yang dimaksud adalah sel beta.

Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan membentengi tubuh dari bakteri dan substansi-substansi atau virus yang menyusup ke dalam tubuh. Namun pada diabetes melitus tipe 1, tanpa alasan yang pasti, sistem imun menyerang pankreas serta menghancurkan sel beta dan menyebabkan terhambatnya produksi hormon insulin.

Diabetes melitus tipe 1 terjadi saat tubuh kekurangan hormon insulin, sehingga kadar glukosa (gula darah) meningkat hingga di atas normal. Insulin berfungsi untuk menyerap nutrisi dan gula dalam darah, kemudian mensirkulasikannya ke berbagai sel tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Penderita diabetes melitus tipe 1 hanya memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya glukosa dalam darah semakin meningkat (hiperglikemia) dan sel-sel tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.

Gejala Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, khususnya setelah makan
  • Mulut kering
  • Mual hingga muntah
  • Hilangnya berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Kelelahan (fatigue)
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Luka atau infeksi pada kulit dan saluran kemih
  • Bernapas dengan cepat, dan
  • Sakit perut

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 1?

Penyebab utama diabetes berhubungan erat dengan hormon insulin. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke sel-sel yang akan mengolahnya menjadi energi. Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Tanpa insulin, sel-sel tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 1, yaitu saat darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan. Diabetes melitus tipe 1 disebut dengan kondisi autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas karena mengira mereka membahayakan tubuh.

Banyak penderita diabetes tipe 1 tetap dapat hidup panjang dan sehat. Kuncinya adalah dengan menjaga kadar glukosa dalam darah tetap berada pada level yang normal. Kondisi tersebut dapat dicapai dengan mengatur pola makan/diet yang sehat, pola hidup sehat, olahraga, dan terapi insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan injeksi insulin secara teratur, karena tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin secara normal.

Penderita diabetes harus mengecek kadar gula darah darahnya secara teratur, sehingga dapat menentukan pola makan, olahraga dan jumlah insulin yang dibutuhkan.

Komplikasi pada Diabetes Tipe 1

Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes melitus tipe 1 dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti:

1. Kerusakan saraf

Kerusakan saraf mengakibatkan gangguan pada sistem sirkulasi darah, khususnya di daerah kaki. Kondisi ini akan menyebabkan luka gores kecil di kaki dengan cepat berubah menjadi luka yang parah dan infeksi. Pada kasus yang serius, kaki yang mengalami infeksi harus segera diamputasi agar luka tidak terus menyebar.

2. Kerusakan retina

Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 akan memiliki masalah pada mata. Resiko tersebut akan semakin meningkat setelah 15 tahun menderita diabetes tipe ini. Menjaga level glukosa tetap normal akan menurunkan resiko kerusakan retina.

3. Kerusakan ginjal

Penderita diabetes melitus tipe 1 memiliki resiko mengalami kerusakan ginjal. Resiko ini akan terus meningkat seiring dengan waktu, khususnya setelah menderita diabetes selama 15-25 tahun. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius seperti gagal ginjal atau serangan jantung.

Diabetes Melitus Tipe 1

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*