Diabetes Melitus Pada Usia Muda

Diabetes Melitus Pada Usia Muda

Diabetes Melitus – Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh. Saat ini ternyata jumlah penyandang diabetes dari hari ke hari makin bertambah saja. Penyandang diabetes melitus tidak hanya didominasi orang lanjut usia, tapi juga mulai merambah pada usia muda.

Diabetes Melitus Pada Usia Muda

Diabetes Melitus Pada Usia Muda

Dahulu, penyakit diabetes melitus lebih banyak menyerang usia lanjut yang sel-sel tubuhnya mulai menua. Kini, perubahan gaya hidup dan pola makan membuat penyakit ini bergeser mulai menyasar kaum muda. Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penderita diabetes melitus terbesar di dunia. Berdasarkan laporan International Diabetes Federation, jumlah pasien diabetes melitus di dunia akan meningkat dari 240 juta jiwa pada tahun 2007 menjadi sekitar 380 juta jiwa pada tahun 2025. Menurut CDC, setiap tahunnya terdapat lebih dari 13.000 anak muda yang didiagnosa diabetes melitus tipe 1. Dan diabetes tipe 2 yang biasa ditemukan saat usia dewasa (> 40 tahun), insidennya mulai meningkat pada usia anak dan remaja. Menurut laporan kasus di Amerika terdapat 8 – 46% kasus diabetes tipe 2 dari seluruh kasus baru diabetes melitus yang dirujuk ke pusat perawatan anak.

Mengapa insiden penyakit diabetes tipe 2 meningkat pada anak muda? Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan gaya hidup yaitu kurangnya aktivitas dan obesitas. Obesitas inilah yang nantinya menyebabkan sel-sel di tubuh kita menjadi tidak sensitif lagi terhadap insulin dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes. Selain itu riwayat diabetes tipe 2 pada keluarga, pubertas, perempuan, dan pertumbuhan janin yang terhambat juga merupakan faktor risiko yang meningkatkan insiden terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 didiagnosa pada umur 10-19 tahun.

GEJALA KLINIS PENYAKIT DIABETES MELITUS

Untuk mendeteksi seorang anak dengan penyakit diabetes tipe 2 sangat sulit karena umumnya tidak bergejala atau gejalanya ringan. Sehingga penyakit ini tidak terdiagnosa untuk waktu yang lama. Adapun gejala yang muncul adalah mudah lapar, mudah haus, dan sering buang air kecil. Umumnya 60-90% dari anak muda yang terserang penyakit diabetes tipe 2, menderita kelainan kulit yang disebut “acanthosis nigricans“, yaitu penebalan dan hiperpigmentasi dari kulit di daerah leher dan lipatan-lipatan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya sensitifitas sel terhadap insulin, sehingga insulin tidak dapat dipakai dan beredar bebas di dalam darah. Insulin yang tinggi didalam darah ini merangsang aktivitas sel-sel pada kulit. Kelainan kulit ini bisa dijadikan tanda/marker untuk anak muda yang beresiko menderita penyakit diabetes tipe 2.

Jika penyakit diabetes melitus tidak segera diatasi, dapat muncul berbagai komplikasi seperti stroke, kelainan jantung, kelainan pembuluh darah dan saraf di kaki serta kelainan pada ginjal. Oleh karena itu sebaiknya jangan sampai anda terkena penyakit ini. Terutama bagi anak-anak muda dengan faktor risiko seperti yang dijelaskan diatas, mulailah ubah gaya hidup anda. Mulai coba turunkan berat badan pada orang dengan berat badan berlebih, olahraga secara teratur, dan kurangi konsumsi makanan “junk food” serta perbanyak konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Namun jika kadar glukosa dalam darah masih tinggi diperlukan terapi farmakologis. Terapi yang digunakan berupa obat hipoglikemi oral ataupun insulin.

PENCEGAHAN DIABETES MELITUS

Diabetes Melitus Pada Usia Muda

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah mereka dari serangan diabetes melitus. Berikut cara pencegahan diabetes melitus :

  • Memulai dari rumah. Pencegahan diabetes dimulai dari rumah, dimana orangtua dapat memantau dan mendidik anak mengenai apa yang sedang terjadi pada tubuh mereka. Awasilah apa yang anak-anak makan, dan pastikan makanan yang dikonsumsi sehat. Ajari anak gaya hidup sehat, baik itu dengan menjaga asupan makanan sampai berolahraga.
  • Cek kondisi kesehatan anak secara berkala. Dalam hal ini, sebagai orang tua harus mengetahui cek jadwal rutin untuk pengecekan kadar gula darah anak.
  • Kurangi atau bahkan hilangkan asap rokok di lingkungan anak.
  • Pastikan aktivitas fisik secara rutin untuk anak. Anda bisa mengajak anak untuk berolahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berlari. Cukupi olahraga rutin setiap harinya, paling tidak 30 menit.
  • Istirahat yang cukup. Meskipun aktivitas fisik penting, namun istirahat juga harus diperhatikan.

Diabetes Melitus Pada Usia Muda

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*