Diabetes Melitus Pada Orang Tua

Diabetes Melitus Pada Orang Tua

Diabetes Melitus –Diabetes melitus dapat menyerang siapa saja, orang tua bahkan anak kecil sekalipun. Diabetes melitus adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh yang tak mampu menggunakan insuin secaa efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.

Seiring dengan bertambahnya usia, sistem pertahanan tubuh manusia akan menurun. Hal ini akan mengakibatkan rentannya tubuh manusia terhadap serangan penyakit, tidak terkecuali penyakit metabolik seperti penyakit diabetes mellitus atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit kencing manis. Proses perjalanan penyakit diabetes melitus pada pasien lanjut usia dipengaruhi terutama oleh keseimbangan kadar glukosa dalam tubuh.

Walaupun peranan terbesar dipegang oleh pengaruh genetik, lingkungan dan nutrisi/asupan pasien; namun secara spesifik beberapa faktor seperti meningkatnya resistensi insulin, perubahan pada komposisi tubuh, konsumsi obat-obatan yang memengaruhi cara kerja insulin, perubahan pola makan (komposisi maupun waktu makan), faktor genetika, dan faktor psikososial dan stress juga dapat mempengaruhi metabolisme glukosa pada pasien lanjut usia. Sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2006 menyatakan bahwa separuh dari penderita penyakit diabetes mellitus terdeteksi saat pasien berusia > 60 tahun, dengan prevalensi terbesar pada usia > 80 tahun. Diperkirakan, jumlah penderita diabetes akan mencapai 40 juta pada tahun 2050. Selain mengakibatkan semakin rentannya para pasien terhadap serangan penyakit, kemungkinan komplikasi juga akan meningkat.

Harus kita ingat pula bahwa pasien dengan penyakit diabetes melitus lebih beresiko mendapat stroke dan gagal jantung, dua penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diagnosa penyakit diabetes melitus pada pasien lansia juga lebih sulit dan cenderung terlambat ditegakkan karena gejala klasik berupa poliuri (meningkatnya frekuensi berkemih), polidipsi (meningkatnya frekuensi minum), dan polifagi (meningkatnya frekuensi makan) tidak selalu tampak. Beberapa gejala yang tidak khas justru muncul seperti: kelemahan, perubahan tingkah laku, depresi, agitasi, demensia, mudah jatuh dan inkontinensia urin.

Diabetes Melitus Pada Orang Tua

Bila pada usia 70 tahun dan terkena penyakit diabetes melitus dan dirawat dengan intensif, mungkin lebih dari 10 tahun lagi baru timbul komplikasi dan kita bisa mengharapkan usianya mencapai 85 tahun atau lebih. Setidaknya ada pasien lansia yang keluar dari panti jompo dengan kondisi dimana kebanyakan fungsi organ tubuhnya sudah banyak menurun dan ternyata setahun kemudian meninggal dunia.

Bila kita ingin melakukan perawatan dasar pada lansia, kunci utamanya adalah mengatur glukosa darah agar selalu dibawah 200mg/dl. Namun bila ingin memberikan perawatan yang intensif, dianjurkan untuk lebih sering melakukan kontrol ke dokter dan menjaga agar HbA1c selalu mendekati normal dan jangan sampai terjadi hipoglikemia.

Dalam memberikan pengobatan penyakit diabetes melitus pada lansia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan , yakni :

  • Lansia cenderung kemampuan penglihatannya sudah berkurang sehingga kemungkinan besar tidak bisa membaca dan melihat dosis obat secara benar.
  • Secara mental, lansia tidak bisa minum obat tepat waktu sendirian dan harus dikontrol.
  • Secara fisik, para lansia tidak bisa mengambil obat atau melakukan suntik insulin sendirian.
  • Terlalu banyak obat yang harus diminum juga akan mempengaruhi glukosa darah.
  • Nutrisi yang buruk pada lansia bisa mengakibatkan hipoglikemia.
  • Fungsi ginjal dan hati menurun, sehingga beberapa obat diabetes bisa bertahan lama darah dan glukosa darah bisa turun.

Diabetes Melitus Pada Orang Tua

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*