Diabetes Melitus Dalam Kehamilan

Diabetes Melitus Dalam Kehamilan

 

Diabetes Melitus adalah kelainan metabolisme karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. Diabetes Melitus dengan kehamilan (Diabetes Melitus Gestational – DMG) adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal mempertahankan euglycemia). Pada golongan ini, kondisi diabetes dialami sementara selama masa kehamilan. Artinya kondisi diabetes atau intoleransi glukosa pertama kali didapati selama masa kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga.

Diabetes Melitus Dalam KehamilanPenyebab Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

Diabetes melitus tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya level gula darah/glukosa dalam tubuh menjadi tinggi. Penyebabnya mirip dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, diabetes gestasional merupakan sub-tipe dari tipe 2.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadikan seseorang rentan terhadap diabetes melitus gestasional:

  • Memiliki sejarah keluarga yang mengidap diabetes
  • Berusia di atas 25 tahun saat hamil
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki berat badan tinggi sebelum hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000g (makrosomia) sebelumnya

Gejala Diabetes Melitus Pada Ibu Hamil

  • Sering kencing pada malam hari ( polyuria )
  • Selalu merasa haus ( polydipsia)
  • Selalu merasa lapar ( polyfagia )
  • Selau mersa lelah atau kekurangan enrgi
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Hyperglaisimia ( peningkatan abnormal kandungan gula dalam darah )
  • Glaikosuria ( glukosa dalam urine )
  • Mata kabur
  • Pruritus vulva.
  • BB menurun
  • Gula darah 2 jam pp > 200 mg/dl.
  • Gula darah sewaktu > 200 mg/dl
  • Gula darah puasa > 126 mg/dl.

Meskipun diabetes melitus dalam kehamilan bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular.

Ibu hamil penderita diabetes melitus memang cukup berisiko dalam kehamilannya, sehingga harus benar-benar menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan tersebut harus rutin dilakukan untuk mengontrol stabilnya gula darah dalam tubuh selama kehamilan. Karena, pada ibu hamil yang menderita diabetes, biasanya gula darahnya akan sulit terkontrol. Jika gula darah pada ibu hamil tidak terkontrol, yakni gula darah tinggi maupun rendah, bisa berdampak buruk pada ibu maupun janin yang dikandungnya.

Diabetes gestasional pada ibu hamil biasanya cenderung mengalami infeksi, yakni infeksi vaginal, infeksi saluran kemih, dan infeksi nifas. Dalam buku ini juga disebutkan bahwa kehamilan dengan diabetes cenderung lambat dalam penyembuhan luka, selanjutnya 25% kehamilan dengan diabetes akan mengalami pre-eklampsia. Di masa kehamilan pula, wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes, namun memiliki kondisi yang baik dengan gula darah terkendali, bisa menjadi diabetes yang tidak terkendali di masa kehamilan. Begitu pula dengan diabetes gestasional yang dapat menjadi diabet berat dan sulit dikendalikan di masa kehamilan.

Selain itu, diabetes gestasional pada ibu hamil cenderung memiliki cairan amnion yang berlebihan (hidramnion) dan juga risiko kehamilan prematur. Sementara itu, pengaruh diabetes gestasional pada ibu hamil pada janin dengan kondisi yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan hiperglikemia pada janin. Hiperglikemia pada janin akan meningkatkan sekresi insulin fetal yang bisa memicu tumbuhnya janin lebih besar atau abnormal. Tentu bayi dengan pertumbuhan abnormal ini akan memperbesar risiko sulit dilahirkan dan bisa pula mengalami cidera saat dilahirkan nanti.

Jaga kesehatan saat hamil sebaiknya seperti yang dijelaskan di atas supaya gula darah anda bisa dikendalikan dan terhindar dari berbagai komplikasi kehamilan. Sekian artikel diabetes melitus gestasional pada ibu hamil. Semoga bermanfaat.

Diabetes Melitus Dalam Kehamilan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*