Diabetes Basah Dan Kering

Diabetes Basah Dan Kering

 

Diabetes Basah – Dalam keseharian, kita sering kali mendengar penyakit diabetes. Masyarakat awam menyebutnya dengan istilah “sakit gula” dan membaginya menjadi 2 kategori, yaitu : tipe basah dan kering. Nah berikut ini perbedaan diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering. Diabetes basah adalah istilah yang dikenakan pada diabetes golongan 2 yang berada di fase lanjut. Diabetes ini biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Penyebabnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya jauh berada di atas kadar gula darah penderita diabetes kering. Banyak masyarakat awam yang berpikiran seperti itu. Membagi diabetes menjadi 2 bagian yaitu “diabetes basah” dan “diabetes kering”. Bahkan ditambah anggapan bahwa “diabetes kering” lebih ringan atau tidak bahaya jika dibandingkan dengan “diabetes basah”.

Diabetes Basah Dan Kering

Apa saja gejala dan tanda penyakit diabetes basah itu ?

Simak semuanya dalam uraian berikut ini. Penyakit diabetes basah adalah istilah yang dikenakan pada diabetes golongan 2 yang berada di fase lanjut. Diabetes ini biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Penyebabnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya jauh berada di atas kadar gula darah penderita diabetes kering.

Gejala dan tanda-tanda yang sama antara penyakit diabetes basah dan kering diantaranya adalah :

  • Adanya peningkatan rasa lapar;
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil;
  • Mulut kering akibat dehidrasi;
  • Napas berbau buah; penglihatan yang kabur;
  • Pegal otot akibat dehidrasi;
  • Sensitif;
  • Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi;
  • Gatal-gatal;
  • Penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Gejala yang hanya terjadi pada penyakit diabetes basah :

Gejalanya adalah adanya infeksi pada jaringan kulit, jaringan saraf, dan jaringan otot. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Clostridium perfringens atau Bacillus fusiformis. Secara alami, infeksi biasanya terjadi pada daerah yang lembab, seperti mulut, usus, paru-paru, serviks, dan juga vulva. Sedangkan pada penderita diabetes basah, infeksi banyak terjadi di daerah kaki.

Gelaja dan tanda penyakit diabetes basah yang paling mudah terdeteksi adalah adanya infeksi yang sebenarnya berawal dari luka. Karena kadar gula darah yang tinggi, luka menjadi susah sembuh. Keadaan ini membuat bakteri hinggap dan akhirnya tumbuh berkembang sehingga infeksi bertambah parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada kebusukan sehingga bagian tersebut harus diamputasi (dipotong). Waspadai apabila mengalami gejala penyakit diabetes, segera lakukan pemeriksaan sebelum mengalami diabetes yang lebih parah.

Berikut adalah cara sederhana untuk mencegah penyakit diabetes:

Pertahankan berat badan yang sehat.

Mencegah diabetes dengan menjaga berat badan. Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Ketahui riwayat kesehatan keluarga.

Mencegah mata minus dengan mengetahui riwayat keluarga. Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

Tetap aktif secara fisik.

Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

Makanlah diet yang seimbang, rendah lemak dan gula.

Mencegah diabetes dengan diet seimbang. Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

Lakukan pemeriksaan kesehatan.

Mencegah diabetes dengan memeriksakan gula darah. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

Diabetes Basah Dan Kering

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*