Buah-Buahan Khusus Penderita Diabetes

Buah-Buahan Khusus Penderita Diabetes

Buah-Buahan Khusus Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu membatasi jumlah gula yang mereka konsumsi, termasuk gula alami dari makanan. Lalu, bolehkah penderita diabetes mengkonsumsi buah-buahan? Berbeda dengan banyak anggapan, American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa buah-buahan kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang justru penting bagi penderita diabetes.

Kandungan antioksidan dalam buah juga sangat baik untuk mencegah kerusakan sel. Antioksidan membantu mengurangi peradangan yang disebabkan oleh tekanan oksidatif. Jika tidak dicegah, tekanan oksidatif ini dapat menyebabkan komplikasi yang banyak dialami penderita diabetes.

Salah satu studi yang diterbitkan “National Journal of Integrated Research in Medicine” 2013 lalu pun menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang mengkonsumsi obat dan antioksidan memiliki tingkat kerusakan oksidatif yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengkonsumsi obat saja.

Tentang indeks glikemik (IG) dan karbohidrat total

Meski mengandung banyak manfaat kesehatan, bukan berarti Anda bisa mengkonsumsi buah segar sembarangan. Yang perlu Anda perhatikan adalah porsi dari buah-buahan tersebut. Anda juga perlu menghindari buah kalengan yang diberi sirup atau gula tambahan lainnya.

Jika Anda menggunakan indeks glikemik untuk mengatur pola makan, kebanyakan buah segar memiliki IG rendah karena kandungan fruktosa dan serat di dalamnya. Serat juga membantu mengontrol nafsu makan karena mampu mengenyangkan Anda tanpa menaikkan gula darah secara drastis.

Perhatikan juga kandungan karbohidrat total yang Anda makan. Penderita diabetes umumnya memiliki batasan 45 gram karbohidrat sekali makan. Seimbangkan buah dengan sumber karbohidrat dan protein lainnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai pola makan dan jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi, agar kadar gula darah Anda terus terkontrol.

 

Buah-Buahan Khusus Penderita Diabetes

 

  1. Buah Beri

Baik stroberi, blueberry, blackberry, dan buah beri lainnya kaya akan antioksidan, vitamin, dan serat. Buah yang dikategorikan ADA sebagai buah-buahan khusus penderita diabetes superfood ini juga memiliki kalori dan karbohidrat rendah, yakni sekitar 62 kalori dan 16 gram karbohidrat per ¾ cup.

 

  1. Apel

Sebuah apel ukuran kecil memiliki 54 kalori dan 14 gram karbohidrat. Apel juga dilengkapi dengan serat yang berlimpah dan vitamin. Buah apel ini merupakan buah-buahan khusus penderita diabetes. Jika memungkinkan, tidak perlu mengupas kulitnya karena kaya akan antioksidan. Jangan lupa untuk mencucinya agar bersih dari pestisida atau pilihlah apel organik.

 

  1. Jeruk

Satu jeruk segar mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian Anda. Jeruk juga termasuk aman dikonsumsi karena hanya mengandung sekitar 15 gram karbohidrat dan 62 kalori per buahnya. Ditambah lagi, buah ini memiliki folat dan potasium yang dapat membantu menetralkan tekanan darah.

 

  1. Buah Pir

Pir ukuran sedang memiliki sekitar 100 kalori dan 26 gram karbohidrat. Seperti jeruk, pir kaya akan potasium dan serat. Pir juga memiliki flavonoid yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian dari Nurses’ Health Study menunjukkan bahwa kombinasi apel dan pir memiliki kemampuan paling konsisten untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 dibandingkan buah-buahan lain.

 

  1. Kiwi

Mempunyai beragam manfaat menjadikan buah kiwi juga termasuk buah-buahan khusus penderita diabetes. Sebuah kiwi ukuran besar mengandung sekitar 56 kalori dan 13 gram karbohidrat. IG-nya pun tergolong rendah, yakni 53.

Kiwi juga mengandung inositol yang penting untuk mengatur kadar glukosa darah. Antioksidannya dapat mencegah kerusakan DNA, sedangkan potasiumnya membantu mengatur tekanan darah dan melindungi jantung.

 

  1. Jambu Biji

Dengan nilai indeks glikemik yang rendah, mengandung serat, vitamin A dan C, jambu biji merupakan buah-buahan khusus penderita diabetes karena dapat mambantu untuk mengontrol diabetes.

 

  1. Ceri

12 butir buah ceri manis memiliki 59 kalori dan 14 gram karbohidrat yang aman disertakan dalam diet untuk penderita diabetes. Namun, ceri asam lebih dianjurkan karena mengandung lebih banyak senyawa anti inflamasi. Baik ceri manis dan asam juga memiliki antosianin yang dapat membantu meningkatkan produksi insulin hingga 50% menurut penelitian dari Michigan State University.

 

  1. Anggur

Anggur merah dan hitam merupakan salah satu buah-buahan khusus penderita diabetes yang dianjurkan oleh ADA. Anggur merah memiliki resveratrol yang dapat membantu mencegah obesitas dan komplikasi diabetes. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa buah anggur dapat menurunkan tekanan darah mencegah resistensi insulin.

Hanya saja, kandungan karbohidratnya cukup tinggi sehingga para dokter menyarankan agar konsumsi anggur dibatasi tidak lebih dari 12-15 butir buah ukuran sedang per hari. ADA juga merekomendasikan konsumsi anggur hijau yang memiliki serat lebih tinggi daripada anggur merah dan hitam.

 

  1. Pepaya

Pepaya memiliki IG alami rendah sehingga dapat membantu mengatur kadar glukosa darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pepaya secara teratur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Kandungan potasiumnya pun tertinggi dibandingkan buah lain sehingga baik untuk mencegah penyakit jantung. Tak hanya itu, pepaya juga kaya akan karoten dan enzim papain yang dapat melawan zat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Semangka

Rasanya yang manis membuat banyak orang mengira semangka harus dijauhi penderita diabetes. IG semangka memang cukup tinggi. Namun, 1 cup semangka potong hanya memiliki 11,5 gram karbohidrat dan 46 kalori.

Rendahnya karbohidrat tersebut membuat 1 porsi kecil semangka memiliki beban glikemik rendah dan tidak meningkatkan kadar glukosa darah secara tajam.

Di samping itu, semangka justru memiliki karotenioid likopen yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu menurunkan kadar glukosa. Semangka pun termasuk salah satu buah yang direkomendasikan ADA sebagai buah-buahan khusus penderita diabetes.

 

 

 

Buah-Buahan Khusus Penderita Diabetes

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*