Penyebab Timbulnya Diabetes

Penyebab Timbulnya Diabetes

Penyebab Timbulnya Diabetes

Diabetes disebut juga kencing manis. Penyakit yang saling berkaitan dengan gula ini sangat berbahaya, mengapa? Karena dapat menimbulkan gejala penyakit lain. Bukan menakut-nakuti, tapi sudah banyak yang terbukti, apabila tubuh terserang penyakit gula, maka penyakit lain akan ikut menggerogoti tubuh, seperti komplikasi, dan hal itu dapat menyebabkan kematian.

Istilah lain dari diabetes tersebut diambil karena tingginya kadar gula yang terkandung didalam tubuh manusia. Hal ini dapat mengakibatkan kelenjar pankreas rusak atau tidak berfungsi secara maksimal. Apabila kelejar pankreas rusak, maka tubuh tidak dapat memperbaharui sel-sel tubuh secara berkala, hal ini tentu saja merugikan tubuh kita.

Penyebab timbulnya diabetes biasanya terjadi karena faktor keturunan dan tidak menjaga asupan makanan. Biasanya penyakit ini disebut dengan sakit gula atau darah manis. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingginya gula darah dalam tubuh? Yuk simak bersama-sama. Oleh sebab itu, kamu harus mengetahui penyebab timbulnya diabetes tersebut agar tidak mudah sakit dan tentunya dapat diobati sebelum gejalanya timbul. Yang dapat menjadi penyebab timbulnya diabetes adalah sebagai berikut;

 

  1. Faktor Keturunan

Tidak dipungkiri lagi bahwa keturunan menjadi salah satu hal penting penyebab timbulnya diabetes. Jika orang tua atau kakek nenek memiliki sejarah sakit diabetes maka bisa jadi kita sebagai keturunannya mengalami penyakit yang sama. Kamu harus berhati-hati dengan menjaga pola makan yang sehat.

 

  1. MakananPenyebab Timbulnya Diabetes

Makanan menjadi faktor penting ketika gula darah meningkat. Hal ini karena kandungan gula dalam makanan tidak kita perhatikan. Oleh karena itu, kamu sangat dilarang keras memakan makanan yang banyak mengandung gula, seperti ice cream, coklat, permen, minuman cepat saji, dan lain-lain.

 

  1. Stres

Stres berkepanjangan juga menjadi salah satu penyebab timbulnya diabetes pada tubuh. Kita juga harus tetap berhati-hati dalam menjaga pola pikir dan tingkah laku, karena stres biasanya kita sering makan, jika sering makan, maka kita terkena diabetes dengan sangat mudah.

 

  1. Tidak mengkonsumsi sayuran yang cukup

Faktor lain adalah kamu tidak pernah makan sayur, yang menjadi penyebab timbulnya diabetes adalah karena kita jarang memakan sayuran. Oleh karena itu saya menganjurkan kepada anda untuk terus mengkonsumsi sayuran dengan takaran yang cukup seperti bayam, kol, kacang panjang, daun singkong dan lain-lain.

 

  1. Kurang tidur

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, penyebab timbulnya diabetes pun meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

 

  1. Kurang Makan Buah

Tapi perlu diinget bahwa buah juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya diabetes, oleh karena itu kamu harus memilih buah yang tepat. Jangan mengkonsumsi buah yang memiliki kadar gula tinggi seperti mangga, semangka, jeruk dan anggur. Lebih baik, kamu makan buah salah, srikaya, apel dan wortel.

 

  1. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa penyebab timbulnya diabetes naik sebesar 22% akibat merokok. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

 

  1. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

 

Kita sebagai manusia harus mengetahui penyebab timbulnya diabetes, jangan sampai merusak organ tubuh terutama menurunkan daya tahan tubuh, sebab diabetes dapat menurunkan kekebalan tubuh secara perlahan. Oleh karena itu, kamu harus tetap menjaga kebugaran tubuh dengan rajin olahraga dan menjaga makan. Semoga bermanfaat..

 

 

 

Penyebab Timbulnya Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sumber Lemak Sehat Untuk Diabetes

Sumber Lemak Sehat Untuk Diabetes

Sumber Lemak Sehat Untuk Diabetes

Sumber Lemak Sehat Untuk Diabetes – Untuk meningkatkan metabolisme tubuh, seorang diabetesi baik itu diabetes melitus tipe 1 dan 2 juga butuh lemak yang sehat dalam rangka perawatan dan pengobatan alternatif diabetes di rumah. Lemak termasuk salah satu nutrisi makro selain karbohidrat dan protein yang harus dipenuhi dalam jumlah cukup untuk segala aktifitas tubuh.

Pengaruh lemak terhadap tubuh adalah meningkatkan metabolisme. Jika metabolisme meningkat, maka meningkat pula proses pembakaran lemak dan kalori dalam tubuh terutama bagi diabetesi yang kelebihan berat badan. Selain itu, sumber lemak sehat untuk diabetes juga akan meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah resiko penyakit jantung.

Lemak yang sehat akan meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) dan akan mengurangi kolesterol jahat (LDL) sehingga pasien diabetes dapat terhindar dari resiko komplikasi. Akan tetapi, memilih jenis lemak yang baik dan sehat juga bagian dari rencana diet diabetes. Apa sumber lemak sehat untuk diabetes ? Lemak yang menyehatkan untuk diabetesi adalah lemak tak jenuh rantai tunggal, banyak mengandung omega 3, 6, 9 dan mengandung banyak vitamin. Berikut di bawah ini adalah sumber lemak sehat untuk diabetes yang bisa Anda gunakan:

  1. Minyak Zaitun

Sumber lemak sehat untuk diabetes yang pertama yaitu minyak zaitun yang mengandung sekitar 78% lemak jenuh rantai tunggal yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat tanpa memengaruhi kolesterol baik. Minyak zaitun juga mengandung sejenis polifenol yang bermanfaat sebagai anti oksidan dan anti inflamasi. Selain itu, minyak zaitun dipercaya mampu melancarkan sirkulasi darah sehingga minyak zaitun dapat dijadikan pengobatan alternantif gangren atau infeksi akibat luka yang sulit sembuh. Cara pakainya minum minyak zaitun 2 kali sehari 1 sendok makan tiap pagi dan sore sebelum makan. Anda juga bisa mencampurkan ke dalam menu masakan, bumbu, atau sebagai pengganti mentega saat akan memanggang daging.

 

  1. Minyak Kenari

Sumber lemak sehat untuk diabetes minyak kenari mempunyai manfaat yang sangat besar untuk pasien diabetes, terutama diabetes tipe 2. Minyak kenari mengandung omega 3 yang berperan mencegah sumbatan aliran darah. Selain itu, minyak kenari juga mampu meluruhkan lemak di pinggang dimana lemak tersebut sumber resistensi insulin.

 

  1. Minyak Biji Labu

Kandungan vitamin E pada minyak biji labu berperan sebagai anti oksidan dan mencegah komplikasi penyakit jantung pada penderita diabetes. Maka dari itu tak heran jika minyak labu ini juga termasuk salah satu sumber lemak sehat untuk diabetes.

 

  1. Minyak Biji Rami (Hemseed)

Sumber Lemak Sehat Untuk DiabetesMinyak biji rami sudah sangat dikenal oleh para ahli diet bahwa minyak tersebut sangat banyak omega 3, omega 6 dan omega 9 sehingga minyak ini merupakan sumber lemak sehat untuk diabetes yang selalu menjadi rekomendasi. Minyak biji rami bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah asam urat, dan memperbaiki sistem saraf. Minyak biji rami sangat cocok untuk terapi pengobatan bagi diabetes yang mengalami komplikasi akibat kerusakan saraf dan sirkulasi darah.

 

  1. Minyak Wijen

Sumber lemak sehat untuk diabetes yang terakhir yaitu minyak wijen. Minyak ini sangat besar kandungan omega 3 dan 6 sehingga penggunaan untuk pasien diabetes tidak boleh lebih satu sendok teh per hari. Minyak ini juga bisa dioleskan pada luka akibat infeksi yang sulit sembuh pada penderita diabetes. Kandungan fitoestrogen pada minyak wijen sangat bermanfaat sebagai terapi pengobatan bagi diabetesi yang mengalami komplikasi tekanan darah tinggi seperti hipotensi postural, hipertensi, kerusakan ginjal, stroke, dan lain-lain.

 

Untuk lebih jelas, Anda perlu bantuan ahli diet diabetes terkait cara penggunaan dan jumlah porsi sumber lemak sehat untuk diabetes di atas disesuaikan dengan kebutuhan metabolisme tubuh Anda. Kebutuhan metabolisme tergantung seberapa tingkat aktifitas harian Anda. Semakin tinggi aktifitas, maka kebutuhan metabolisme juga semakin meningkat. Semakin tinggi tingkat metabolisme tubuh, maka semakin tinggi pula pembakaran lemak tak sehat dan tumpukan kalori dalam tubuh. Semoga uraian di atas bermanfaat untuk Anda..

 

 

 

Sumber Lemak Sehat Untuk Diabetes

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Diabetes Gestasional

Pengobatan Diabetes Gestasional

Risiko KeguguranPengobatan Diabetes Gestasional Penderita Diabetes Gestasional

Pengobatan diabetes gestasional berfokus pada pengendalian kadar glukosa darah melalui diet, olahraga, dan obat-obatan, seperti pada penanganan diabetes tipe 2. Jika dibiarkan atau tidak diobati, kondisi akan meningkatkan komplikasi diabetes serius untuk ibu dan bayi. Selain itu, risiko terserang diabetes tipe 2 untuk ibu akan datang di kemudian hari.

Ingat, meskipun beberapa kasus diabetes gestasional (DG) dapat dicegah, namun wanita yang memiliki gen atau warisan, risiko sulit untuk dicegah. Tidak peduli seberapa keras usaha Anda (meskipun Anda meminimalkan kasus ). Riwayat keluarga dan genetik merupakan faktor kuat dalam mengembangkan DG. Hanya saja, Anda dapat menunda diabetes gestasional dengan perbaikan gaya hidup. Ide terbaik adalah perubahan hidup menjadi lebih proaktif pada kebiasaan pola hidup sehat. Jika Anda positif menderita DG, setidaknya hidup sehat proaktif bisa meminimalkan efek komplikasi diabetes gestasional pada ibu dan bayi.

 

Menurut American Diabetes Association, pengobatan diabetes gestasional terkait rencana diet sehat dan olahraga teratur. Diet sehat terfokus pada makanan tinggi serat dan nutrisi penting lainnya, dan mencakup diet rendah lemak dan kalori.

Ini berarti wanita berisiko diabetes gestasional cenderung memilih sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan pembatasan karbohidrat olahan (termasuk gula). Makan makanan kecil juga dimasukkan dalam anggaran diet untuk membantu menjaga kadar gula darah agar lebih stabil. Pengobatan diabetes gestasional pada ibu selama masa kehamilan meliputi:

 

  1. Diet seimbang

Mengontrol jumlah karbohidrat dalam diet Anda memungkinkan insulin diproduksi secara alami oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah dalam terkontrol dalam rentang normal. Anda perlu menghubungi Ahli Gizi terdaftar untuk menyesuaikan diet yang pas. Ini adalah bagian penting dari pengobatan diabetes gestasional selama masa kehamilan.

 

  1. Berolahraga secara teratur

Pengobatan Diabetes GestasionalBerolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat membantu Anda dalam pengobatan diabetes gestasional. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara fisik selama 4 jam seminggu atau 30 menit sehari, sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi risiko diabetes gestasional pada sekitar 70%.

 

  1. Pemantauan kadar glukosa darah

Pengobatan diabetes gestasional lainnya beberapa ahli merekomendasikan bahwa wanita yang mengambil insulin juga harus menguji gula darah mereka sebelum makan. Menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang diterima mengurangi risiko bayi makrosomia (bayi besar). Jika Anda kesulitan mencapai tingkat target melalui diet dan olahraga saja, Anda mungkin perlu mengambil obat atau insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah.

 

  1. Memonitor pertumbuhan janin

Anda mungkin diminta oleh bidan untuk memantau gerakan janin dan melaporkan setiap penurunan yang signifikan. Pengobatan diabetes gestasional dengan USG janin digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin selama kehamilan. Jika janin tumbuh lebih besar dari yang diharapkan, Anda mungkin perlu untuk mengambil suntikan insulin. Selama Anda mengambil insulin, mungkin tes nonstress oleh dokter dapat dilakukan untuk mengevaluasi detak jantung janin.

 

  1. Rutin melakukan pemeriksaan medis yang teratur

Wanita dengan diabetes gestasional adalah dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan preeklampsia akibat tekanan darah tinggi selama kehamilan. Oleh karena itu, pengobatan diabetes gestasional yang Anda perlukan yaitu mengunjungi ahli medis secara rutin untuk memantau tekanan darah dan memeriksa ada atau tidaknya protein dalam urin.

Ahli medis profesional mungkin juga akan meminta Anda untuk membuat catatan makanan yang dimakan sehari-hari. Mereka juga akan memantau perkembangan berat badan untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan nutrisi yang cukup.

 

  1. Mengambil suntikan insulin

Jika fluktuasi kadar gula darah dalam rentang tak normal dan Anda merasa sulit untuk mengendalikannya setelah setidaknya Pengobatan Diabetes Gestasional2 minggu dari melakukan diet seimbang dan berolahraga secara teratur, maka pengobatan diabetes gestasional yang Anda butuhkan ialah suntikan insulin.

Insulin dapat dimulai setelah 1 minggu dari diet dan olahraga jika tingkat gula darah Anda tidak berada dalam rentang yang dapat diterima. Biasanya, ketika bayi setelah dilahirkan, tingkat gula darah Anda akan kembali normal dan dia tidak lagi perlu mengambil insulin.

 

  1. Jangan menurunkan berat badan

Kebanyakan, dokter kandungan biasanya tidak menyarankan ibu hamil untuk diet penurunan berat badan sebab ibu dan bayi butuh nutrisi lengkap. Anda hanya boleh menurunkan berat badan sebelum kehamilan. Jika Anda mengalami obesitas selama kehamilan, Ahli diet Anda mungkin akan membatasi asupan kalori Anda, bahkan bisa jadi pada selama kehamilan.

 

 

 

Pengobatan Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

Faktor Penyebab Diabetes Gestasional – Punya anak sehat adalah impian untuk pasangan yang baru menikah. Sangat bahagia perasaan suami ketika mendengar kabar bahwa tes urin istri menandakan kehamilan. Akan tetapi, sebelum umur kandungan 9 bulan, Bidan mengisyaratkan bahwa kelahiran harus lakukan lebih awal melalui operasi cesar dengan alasan ukuran janin lebih besar dan harus dilahirkan prematur. Betapa sedih perasaan kedua pasangan yang baru menikah, ada apakah yang terjadi ?

Setelah mengonsultasikan berbagai permasalah ke Dokter, ternyata sang calon ibu pernah mengalami diabetes gestasional semasa hamil. Apa itu definisi diabetes gestasional ? Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada usia kehamilan sekitar 24 minggu atau 6 bulan, dimana kadar gula darah ibu hamil pada posisi tinggi diatas ambang ginjal sehingga mempengaruhi perkembangan calon bayi.

 

Proses perkembangan bayi menjadi besar atau makrosomia disebabkan karena tingginya kadar glukosa darah pada calon ibu. Glukosa tersebut akan melewati plasenta dan masuk ke tubuh bayi sehingga secara otomatis pankreas bayi akan memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga bayi mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia. Insulin pada tubuh bayi akan mengubah glukosa masuk menjadi timbunan lemak sehngga bayi menjadi gemuk dalam kandungan.  Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

Secara umum, diabetes gestasional akan berakhir setelah kehamilan. Namun, diabetes gestasional akan datang lagi pada kehamilan berikutnya dan sang ibu akan mengembangkan penyakit diabetes melitus tipe 2 jika mereka tidak segera melakukan pencegahan dengan mengontrol gula darah ketat, olah tubuh khusus ibu hamil, dan mengonsumsi vitamin pada pra-kehamilan dan selama kehamilan.

 

Siapa saja ibu berisiko diabetes gestasional ?

Sebaiknya, calon ibu hamil memperhatikan faktor penyebab diabetes gestasional. Hal ini menjadi sangat penting agar mereka dapat mencegah kejadian tersebut dengan berkonsultasi ke dokter atau ahli penyakit diabetes melitus, mereka akan memberikan saran tepat untuk Anda. Berikut adalah 4 faktor penyebab diabetes gestasional untuk calon ibu yang berpotensi, yaitu:

 

  1. Obesitas

Obesitas adalah agen utama dan faktor penyebab diabetes gestasional. Lemak sub kutan dan visceral pada tubuh ibu calon hamil dengan obesitas, akan menghasilkan hormon adipositokin yang melawan kerja insulin. Di tambah lagi dengan kebiasaan ibu hamil, yang mengalami masa makan besar dan banyak karena menghidupi 2 tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan percepatan kenaikan kadar glukosa darah sehingga ibu mengalami diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional.

 

  1. Riwayat diabetes melitus pada keluarga

Riwayat diabetes melitus pada salah satu keluarga adalah momen penting bagi calon ibu hamil yang baru menikah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor penyebab diabetes gestasional sehingga merekaFaktor Penyebab Diabetes Gestasional dapat melakukan pencegahan lebih dini. Diabetes adalah penyakit keturunan, jika ada salah satu famili Anda yang sedarah menderita diabetes,atau orang tua Anda berpredikat penyandang diabetes, maka Anda perlu melakukan sesuatu.

Namun, jika suami Anda adalah penyandang diabetes, ini tidak mempengaruhi Anda dan janin jika Anda adalah calon ibu tidak mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes. Diabetes hanya dapat ditularkan melalui warisan genetik (dominan autosomal). Namun, bayi Anda dapat berpotensi sebagai pengidap diabetes di masa mendatang karena memiliki gen diabetes dari ayah, meskipun ibu tidak. Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

 

  1. Semasa bayi, calon ibu lahir sebagai bayi makrosomia

Jika Anda pernah lahir prematur akibat mengalami makrosomia, maka Anda berpeluang lebih besar untuk terkena faktor penyebab diabetes gestasional. Makrosomia adalah kondisi bayi yang lahir besar dengan bobot lebih dari 4 kg dan biasanya harus dilahirkan lebih awal melalui operasi cesar sehingga lahir sebagai bayi prematur. Jika Anda pernah mengalami bayi makrosomia, berarti ibu Anda adalah penyandang diabetes yang tak terkontrol. Dan jika Anda adalah pernah menjadi bayi makrosomia, berarti Anda pernah mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia semasa masih janin.

 

  1. Sering mengalami infeksi saluran kemih berulang-ulang semasa kehamilan

Ketika setelah trimester pertama kehamilan, nafsu makan menjadi meningkat karena Anda harus menghidupi 2 tubuh. Karena Anda mengalami resistensi insulin, maka tingkat kadar gula darah berada diatas ambang ginjal, yaitu diatas 180 mg/dl. Jika kadar glukosa darah melebihi ambang ginjal, maka sebagian glukosa yang menumpuk dalam aliran darah akan dibuang oleh ginjal melalui urin. Karena kondisi ini, memungkinkan tumbuhnya jamur kandida atau bakteri yang menjadi penyebab infeksi kandung kemih.

 

Nah, setelah Anda mengetahui beberapa faktor penyebab diabetes gestasional, maka sebelum atau selama kehamilan, sebaiknya Anda melakukan pencegahan lebih dini agar. Biasanya, dengan melakukan kontrol gula darah secara ketat, diet ibu hamil, dan aktifitas fisik khusus kehamilan dapat menunda bahkan bisa mencegah resiko. Untuk lebih jelas tentang kehamilan dan penyakit diabetes melitus, silakan kunjungi dokter atau ahli diabetes terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Semoga bermanfaat.   Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

 

Faktor Penyebab Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara Mencegah Diabetes Gestasional – Tidak ada yang menjamin 100% ketika datang diabetes gestational dan Anda berusaha mencegah. Namun, kebiasaan sehat sebelum kehamilan bisa mencegah diabetes gestasional sejak dini. Jika Anda sudah memiliki diabetes gestational pada riwayat kehamilan sebelumnya, tanamkan kebiasaan sehat untuk mengurangi risiko di kehamilan berikutnya, serta mencegah pengembangan diabetes melitus tipe 2.

Ingat, meskipun beberapa kasus diabetes gestasional (DG) dapat dicegah, namun wanita yang memiliki gen atau warisan, risiko sulit untuk dicegah. Tidak peduli seberapa keras usaha Anda (meskipun Anda meminimalkan kasus ). Riwayat keluarga dan genetik merupakan faktor kuat dalam mengembangkan DG. Hanya saja, Anda dapat menunda diabetes gestasional dengan perbaikan gaya hidup.

Ide terbaik adalah perubahan hidup menjadi lebih proaktif pada kebiasaan pola hidup sehat. Jika Anda positif menderita DG, setidaknya hidup sehat proaktif bisa meminimalkan efek komplikasi diabetes gestasional pada ibu dan bayi.

Bagaimana cara mencegah diabetes gestasional? Berikut adalah beberapa tips untuk Anda dalam upaya menghindari risiko diabetes gestasional :

 

  1. Memahami faktor risiko

Cara mencegah diabetes gestasional yang pertama adalah menentukan faktor risiko. Jika ternyata Anda berisiko tinggi, maka Anda dan dokter akan mengambil langkah-langkah meminimalisir risiko untuk menjaga Anda dan bayi lahir sehat. Tanyakan pada kerabat langsung, adakah sejarah diabetes pada keluarga Anda. Risiko diabetes gestasional akan semakin tinggi jika salah satu keluarga Anda terkena diabetes. Menentukan faktor risiko lain seperti usia lebih 30 th, ada riwayat DG sebelumnya, apakah pernah memilki bayi besar (9 pounds atau lebih) atau kelahiran mati pada kehamilan sebelumnya, dan pernahkah Anda memiliki tes gula darah yang abnormal sebelumnya, termasuk glikosuria (gula dalam urin Anda).  – cara mencegah diabetes gestasional

 

  1. Pastikan gula darah normal sebelum hamil

Jika Anda belum hamil, cara mencegah diabetes gestasional tepat berikutnya yaitu rencanakan untuk memiliki glukosa darah normal melalui pengujian di layanan kesehatan setempat sebelum mencoba untuk hamil, sehingga Anda bisa mendapat informasi jelas dan menetapkan bahwa gula darah Anda terlebih dahulu normal untuk memulai kehamilan.

Jika gula darah Anda tidak normal pada pra-kehamilan, ini sangat bahaya karena gula darah tinggi pada saat pembuahan di trimester pertama sangat terkait dengan beberapa cacat lahir dan keguguran / bayi lahir mati (organ janin terbentuk dalam hitungan menit pada trimester pertama kehamilan).  – cara mencegah diabetes gestasional

Penelitian telah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa program perawatan prakonsepsi dan kontrol gula darah yang ketat sangat menentukan hasil kehamilan.

 

  1. Turunkan berat badan

Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, cara mencegah diabetes gestasional yang baik yaitu turunkan untuk mendapat berat ideal. Kelebihan berat badan tidak disarankan selama kehamilan. Berat badan berlebih merupakan faktor risiko diabetes gestasional, jadi menurunkan berat badan antara 5% sampai 7% dari berat tubuh Anda (jika Anda kelebihan berat badan) sebelum Anda mencoba untuk hamil.

 

  1. Diet sehat

Cara mencegah diabetes gestasional berikutnya yaitu dengan makan lebih banyak serat minim 10 gram / hari. Serat akan membantu Anda menstabilkan kadar gula termasuk biji-bijian, buah-buahan (terutama plum), dan sayuran (terutama sayuran berdaun hijau). Protein juga merupakan bagian penting dari diet yang sehat, dan menyediakan banyak vitamin B untuk membantu mencegah cacat lahir. Daging tanpa lemak, seperti ayam, merupakan sumber protein yang baik dan aman bagi wanita hamil untuk mengkonsumsi.

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Hindari ikan kalengan karena tingkat merkuri yang tinggi dapat berbahaya bagi wanita hamil. Setiap makanan akan meningkatkan gula darah. Tubuh melepaskan insulin dalam menanggapi gula darah tinggi yang terjadi setelah Anda makan. Buat jadwal disiplin makan sesuai rencana diet.

 

  1. Olahraga

Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat membantu Anda dalam cara mencegah diabetes gestasional. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara fisik selama 4 jam seminggu atau 30 menit sehari, sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi risiko diabetes gestasional pada sekitar 70%.

Anda dapat menggabungkan beberapa kegiatan olahraga ringan untuk menjaga stres seperti mencuci baju, menyapu halaman, bersepeda ringan dll. Pastikan memantau detak jantung Anda saat berolahraga dan tidak pernah melebihi detak jantung yang direkomendasikan untuk target usia dan berat badan.

 

  1. Kunjungi dokter atau ahli medis secara disiplin

Menjadi pasien proaktif untuk berbagai informasi penting dari ahli medis dapat membantu dalam mencegah diabetes gestasional. Konsultasikan semua daftar obat atau suplemen yang Anda konsumsi dan laporkan semua keluhan Anda.

Tanyakan juga, apa rekomendasi diet atau olahraga yang sesuai bagi Anda. Semoga bermanfaat.   – cara mencegah diabetes gestasional

 

 

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional

Risiko Diabetes Gestasional – Punya anak sehat adalah impian untuk pasangan yang baru menikah. Sangat bahagia perasaan suami ketika mendengar kabar bahwa tes urin istri menandakan kehamilan. Akan tetapi, sebelum umur kandungan 9 bulan, Bidan mengisyaratkan bahwa kelahiran harus lakukan lebih awal melalui operasi cesar dengan alasan ukuran janin lebih besar dan harus dilahirkan prematur. Betapa sedih perasaan kedua pasangan yang baru menikah, ada apakah yang terjadi ?

Setelah mengonsultasikan berbagai permasalah ke Dokter, ternyata sang calon ibu pernah mengalami diabetes gestasional semasa hamil. Apa itu definisi diabetes gestasional? Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada usia kehamilan sekitar 24 minggu atau 6 bulan, dimana kadar gula darah ibu hamil pada posisi tinggi diatas ambang ginjal sehingga mempengaruhi perkembangan calon bayi.

 

Proses perkembangan bayi menjadi besar atau makrosomia disebabkan karena tingginya kadar glukosa darah pada calon ibu. Glukosa tersebut akan melewati plasenta dan masuk ke tubuh bayi sehingga secara otomatis pankreas bayi akan memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga bayi mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia. Insulin pada tubuh bayi akan mengubah glukosa masuk menjadi timbunan lemak sehingga bayi menjadi gemuk dalam kandungan.

Secara umum, diabetes gestasional akan berakhir setelah kehamilan. Namun, diabetes gestasional akan datang lagi pada kehamilan berikutnya dan sang ibu akan mengembangkan penyakit diabetes melitus tipe 2 jika mereka tidak segera melakukan pencegahan dengan mengontrol gula darah ketat, olah tubuh khusus ibu hamil, dan mengonsumsi vitamin pada pra-kehamilan dan selama kehamilan.

 

Siapa saja ibu yang memiliki risiko diabetes gestasional ?

Sebaiknya, calon ibu hamil memperhatikan faktor risiko diabetes gestasional. Hal ini menjadi sangat penting agar mereka dapat mencegah kejadian tersebut dengan berkonsultasi ke dokter atau ahli penyakit diabetes melitus, mereka akan memberikan saran tepat untuk Anda. Berikut adalah 4 faktor risiko diabetes gestasional untuk calon ibu yang berpotensi, yaitu:

 

  1. Obesitas

Obesitas adalah agen utama dan risiko diabetes gestasional. Lemak sub kutan dan visceral pada tubuh ibu calon hamil dengan obesitasRisiko Diabetes Gestasional, akan menghasilkan hormon adipositokin yang melawan kerja insulin. Di tambah lagi dengan kebiasaan ibu hamil, yang mengalami masa makan besar dan banyak karena menghidupi 2 tubuh. Risiko diabetes gestasional ini akan menyebabkan percepatan kenaikan kadar glukosa darah sehingga ibu mengalami diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional.

 

  1. Riwayat diabetes melitus pada keluarga

Riwayat diabetes melitus pada salah satu keluarga adalah momen penting bagi calon ibu hamil yang baru menikah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko diabetes gestasional sehingga mereka dapat melakukan pencegahan lebih dini. Diabetes adalah penyakit keturunan, jika ada salah satu famili Anda yang sedarah menderita diabetes, atau orang tua Anda berpredikat penyandang diabetes, maka Anda perlu melakukan sesuatu.

Namun, jika suami Anda adalah penyandang diabetes, ini tidak mempengaruhi Anda dan janin jika Anda adalah calon ibu tidak mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes. Diabetes hanya dapat ditularkan melalui warisan genetik (dominan autosomal). Namun, bayi Anda dapat berpotensi sebagai pengidap diabetes di masa mendatang karena memiliki gen diabetes dari ayah, meskipun ibu tidak.

 

  1. Semasa bayi, calon ibu lahir sebagai bayi makrosomia

Jika Anda pernah lahir prematur akibat mengalami makrosomia, maka Anda berpeluang lebih besar untuk terkena risiko diabetes gestasional. Makrosomia adalah kondisi bayi yang lahir besar dengan bobot lebih dari 4 kg dan biasanya harus dilahirkan lebih awal melalui operasi cesar sehingga lahir sebagai bayi prematur. Jika Anda pernah mengalami bayi makrosomia, berarti ibu Anda adalah penyandang diabetes yang tak terkontrol. Dan jika Anda adalah pernah menjadi bayi makrosomia, berarti Anda pernah mengalami resistensi insulin dan hiperinsulinemia semasa masih janin.

 

  1. Sering mengalami infeksi saluran kemih berulang-ulang semasa kehamilan

Ketika setelah trimester pertama kehamilan, nafsu makan menjadi meningkat karena Anda harus menghidupi 2 tubuh. Karena Anda mengalami resistensi insulin, maka tingkat kadar gula darah berada diatas ambang ginjal, yaitu diatas 180 mg/dl dan mengakibatkan risiko diabetes gestasional naik 2 kali lipat. Jika kadar glukosa darah melebihi ambang ginjal, maka sebagian glukosa yang menumpuk dalam aliran darah akan dibuang oleh ginjal melalui urin. Karena risiko diabetes gestasional ini, memungkinkan tumbuhnya jamur kandida atau bakteri yang menjadi penyebab infeksi kandung kemih.

 

Nah, setelah Anda mengetahui beberapa risiko diabetes gestasional, maka sebelum atau selama kehamilan, sebaiknya Anda melakukan pencegahan lebih dini agar. Biasanya, dengan melakukan kontrol gula darah secara ketat, diet ibu hamil, dan aktifitas fisik khusus kehamilan dapat menunda bahkan bisa mencegah risiko diabetes gestasional. Untuk lebih jelas tentang kehamilan dan penyakit diabetes melitus, silakan kunjungi dokter atau ahli diabetes terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Semoga bermanfaat.

 

 

Risiko Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional – Bagaimana DM Gestasional bisa menyebabkan keguguran? Bagaimana mencegah keguguran untuk ibu diabetes melitus hamil? Jika Anda seorang wanita dengan diabetes, mungkin Anda bisa mendapatkan kehamilan dengan mudah, atau mungkin sulit dan butuh banyak usaha untuk mendapatkannya.

Namun, risiko keguguran penderita diabetes gestasional pada ibu hamil meningkat 2 kali lipat. Suatu kejadian yang tak direncana dan sangat menyedihkan. Keguguran juga disebut aborsi spontan, bisa terjadi pada siapapun baik diabetes maupun non diabetes. Akan tetapi, resiko keguguran bagi wanita dengan diabetes adalah lebih tinggi ketimbang wanita non-diabetes.

Namun, mempelajari tanda-tanda kehamilan adalah suatu masalah penting, tak peduli apapun riwayat medis Anda. Jika Anda pernah mengalami keguguran, hal tersebut tidak menghalangi perempuan untuk hamil di lain waktu untuk memiliki bayi yang sehat.

 

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Dalam banyak kasus, jika A1c paada wanita diabetes hamil berada dalam jangkauan prakonsepsi yang direkomendasi, diabetes kemungkinan tidak akan menyebabkan risiko keguguran penderita diabetes gestasional. Hiperglikemia atau gula darah yang tinggi secara terus menerus adalah salah satu yang menyebabkan aborsi spontan / keguguran.

Karena, wanita penderita diabetes hamil lebih mungkin untuk memiliki siklus tidak teratur, siklus ovulasi yang kurang subur, memiliki tingkat hormon yang tak seimbang, dan beberapa kondisi yang mungkin tidak cukup mendukung kehamilan.

Uji nonstress perlu dilakukan sebagai ukuran meski tidak langsung tentang bagaimana plasenta berfungsi. Jika denyut jantung bayi tidak meningkatkan jumlah untuk durasi waktu tertentu, mungkin ada masalah dengan plasenta.

Karena itu, meskipun kontrol glukosa secara ketat mungkin bisa menghilangkan potensi masalah yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah, namun wanita dengan tes A1c rendah masih harus mendapatkan pemantauan janin yang lebih luas.

 

Mencegah Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional Pada Ibu Hamil

Jika Anda pernah mengalami risiko keguguran penderita diabetes gestasional dengan lebih dari 2 atau 3 kali, Anda dianggap seseorang dengan keguguran yang berulang. Kondisi Ini akan meningkatkan resiko infertilitas atau berisiko kemandulan yang tinggi.

Potensi penyebab semua wanita yang sering mengalami aborsi spontan termasuk cacat kromosom, infeksi, demam tinggi, ketidakseimbangan hormon, masalah autoimun (seperti diabetes tipe 1), kelainan anatomi pada rahim atau leher rahim, dan darah yang tidak kompatibel atau masalah imunologi di mana tubuh menyerang sel-sel embrio atau plasenta. Maka dari itu, penting bagi ibu diabetes hamil untuk mempelajari semua tentang upaya mencegah risiko keguguran penderita diabetes gestasional, seperti:

 

  1. Mengenal tanda-tanda keguguran

Risiko keguguran penderita diabetes gestasional ini termasuk perdarahan pada area genital (darah warna coklat, merah muda, atau merah), kram perut, dan kurang peka terhadap tanda-tanda kehamilan yang Anda rasakan sebelumnya, seperti sensitivitas payudara atau makanan dan aroma sensitif (seperti perasaan mual dan kelelahan, biasanya mereda sekitar 10 sampai 12 minggu kehamilan). Sebaiknya, Anda selalu menghubungi dokter atau bidan jika Anda melihat masalah ini.

 

  1. Mengelola diabetes
Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Risiko keguguran penderita diabetes gestasional dalam mengelola diabetes meskipun Anda tidak berencana untuk hamil. Jika Anda berpikir ingin memiliki bayi, dapatkan kontrol diabetes pada 3-6 bulan sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil. Berbicara dengan Bidan atau penyedia layanan kesehatan Anda, pendidik diabetes, ahli gizi dan penyedia lainnya yang terdekat di posisi Anda tinggal, tentang bagaimana mengelola diabetes pada pra kehamilan dan selama kehamilan.

 

  1. Konsumsi vitamin

Mengonsumsi multivitamin dengan 400 mikrogram asam folat di dalamnya setiap hari. Asam folat adalah vitamin yang setiap sel dalam tubuh Anda membutuhkan, juga untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Asam folat juga dapat membantu melindungi bayi Anda dari cacat tabung saraf, karena Anda memiliki diabetes.

 

  1. Beritahu bidan Anda

Beritahu bidan Anda tentang obat-obatan yang Anda ambil untuk memastikan bahwa itu OK untuk dikonsumsi ketika Anda mendapatkan kehamilan. Penyedia Layanan kesehatan mungkin ingin mengubah beberapa obat-obatan sebelum Anda hamil jika obat-obatan tersebut tidak aman untuk Anda dan bayi Anda.

 

  1. Makan makanan sehat

Makan makanan sehat dan melakukan suatu kegiatan yang aktif setiap hari. Berbicara dengan seorang ahli diet atau pendidik diabetes untuk membantu Anda membuat rencana makan yang sehat dalam rangka mengontrol gula darah Anda.

 

  1. Berkonsultasi dengan dokter

Berkonsultasi dengan dokter ahli spesialis yang dapat membantu Anda untuk mengelola diabetes dan komplikasi yang mungkin muncul selama kehamilan. Ahli perinatologist untuk risiko keguguran penderita diabetes gestasional pada ibu hamil yang tinggi dan endokrinologi untuk wanita dengan diabetes dengan kondisi kesehatan lainnya.

 

  1. Mengganti obat dengan insulin

Sementara, beberapa penderita diabetes type 2 menggunakan obat oral untuk mengontrol gula darah. Namun, tidak semua obat-obat oral aman baik sebelum maupun selama kehamilan. Suntikan insulin menawarkan yang terbaik dan paling tepat kontrol gula darah selama kehamilan. Wanita hamil dengan diabetes yang menggunakan insulin sebelum kehamilan, akan membutuhkan rejimen baru untuk mengelola gula darah mereka saat hamil. Konsultasikan pada dokter supaya Anda mendapat petunjuk yang jelas.

Apa yang Anda makan dan minum akan memengaruhi gula darah selama kehamilan, berapa banyak aktivitas fisik yang Anda butuhkan, dan perkembangan bayi. Apa yang Anda lakukan sebelum kehamilan untuk mengontrol gula darah, mungkin tidak bekerja dengan baik ketika Anda sedang hamil.

Anda mungkin perlu mengubah apa yang Anda makan atau aktivitas fisik harian Anda. Atau, Anda mungkin perlu untuk mengambil suntikan insulin. Jika Anda sudah mengambil insulin, Anda mungkin perlu untuk menggunakannya, selama kehamilan. Semoga bermanfaat.. 🙂  Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

 

 

 

Risiko Keguguran Penderita Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Komplikasi Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional – Apakah diabetes gestasional bisa menyebabkan preeklampsia? Diabetes melitus semasa kehamilan adalah diabetes gestasional. Hubungan antara diabetes gestasional dengan preeklamsia adalah ketika kedua kondisi yang hanya terjadi selama atau setelah kehamilan. Gestational diabetes disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menggunakan gula dengan benar selama kehamilan, dan dapat mengakibatkan melahirkan bayi besar (makrosomia).

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional merupakan salah satu potensi komplikasi pengembangan dari diabetes gestasional. Kondisi ini, yang juga dapat disebut toxemia kehamilan atau hipertensi akibat kehamilan. Istilah keren untuk menyebutnya adalah hipertensi gestasional. Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional terjadi pada sekitar 10-30% wanita dengan riwayat diabetes. Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional didefinisikan adalah sebagai kehadiran protein dalam urin dan tekanan darah tinggi yang terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 5-8% dari seluruh kehamilan di dunia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat diabetes yang memiliki protein dalam urin mereka sebagai akibat dari komplikasi nefropati diabetik (penyakit ginjal) memiliki sekitar empat kali peningkatan risiko untuk mengembangkan preeklampsia.

Penyebab Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional masih merupakan misteri. Namun, risiko preeklampsia menjadi lebih tinggi jika Anda memiliki diabetes, riwayat keluarga preeklamsia, kelebihan berat badan, atau jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau ada riwayat penyakit ginjal sebelum kehamilan Anda.

 

Gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Tanda-tanda dan gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional muncul disebabkan oleh peningkatan tekanan darah secara mendadak, terjadi retensi cairan dalam tubuh, dan kerusakan ginjal yang memungkinkan protein untuk masuk ke dalam urin Anda. Berikut adalah penjelasan singkatnya :

 

  • Tekanan darah tinggi

Anda mungkin memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan (hipertensi gestasional). Tetapi, tekanan darah yang tinggi saja tidak berarti Anda memiliki gejala preeklampsia. Dokter mungkin menduga preeklampsia jika Anda memiliki peningkatan mendadak tekanan darah setelah minggu ke-20 kehamilan Anda. Beberapa gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional ini yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi termasuk sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, atau suara dengung di telinga Anda.

 

  • Retensi cairan (edema)

Ada kejadian timbul beberapa pembengkakan pada kehamilan, mungkin itu adalah normal. Tetapi jika pembengkakan Anda tidak hilang ketika tubuh Anda istirahat atau tubuh Anda menahan cairan yang cukup untuk menyebabkan penambahan berat badan sekitar lima pound atau lebih dalam satu minggu, mungkin itu menjadi tanda dan gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional. Pembengkakan biasanya yang paling menonjol di tangan dan wajah.

 

  • Ada protein dalam urin

Ginjal Anda biasanya menyaring produk limbah dari darah Anda, tetapi ada protein yang larut dalam urin. Dokter akan memeriksa ada atau tidaknya protein di urin Anda, karena ini adalah salah satu tanda paling penting dari preeklamsia. Inilah hubungan Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional. Diabetes lebih mengembangkan proteinuria ( protein dalam urine ) ketimbang non diabetes. Temuan laboratorium lain mungkin termasuk peningkatan enzim hati dan penurunan jumlah sel pembekuan darah. Ini hanya dapat diukur dengan tes darah.

 

  • Gejala lainnya

Ini dapat berupa nyeri perut, agitasi, mual dan muntah, demam, penurunan jumlah urin atau darah dalam urin, mengantuk, dan tiba-tiba kehilangan penglihatan. Semua hal tersebut bisa menjadi gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional.

 

Bahaya Preeklampsia Bagi Bayi dan Ibu

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional yang tidak diobati dapat mencegah bayi untuk mendapatkan cukup darah dan nutrisi melalui plasenta dalam rahim Anda. Preeklamsia akan berlanjut dan menyebabkan eklampsia, yaitu tekanan darah tinggi ditambah kejang, dan menciptakan kondisi yang sangat serius bagi Anda dan bayi Anda.

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional Preeklampsia Pada Diabetes Gestasionaldapat memperlambat pertumbuhan janin, meningkatkan risiko kelahiran prematur, pemisahan plasenta dari dinding rahim sebelum kelahiran, makrosomia, sindrom gangguan pernapasan, hiperinsulinemia janin, dan resiko terburuk adalah bayi lahir mati.

Jika kondisinya demikian, mungkin operasi caesar menjadi jalur alternatif dan bayi harus lahir secara prematur. Keputusan ini akan dibuat dan ditandatangai oleh Anda dan dokter berdasarkan gejala yang muncul, untuk kesehatan Anda dan kesehatan bayi.

Jika Anda memiliki preeklamsia berat, kelahiran dilakukan setelah 32 minggu kehamilan Anda. Jika Anda dan dokter dapat mengontrol preeklamsia Anda, yang terbaik adalah menunggu sampai 37 minggu.

 

 

 

 

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional pada ibu dan janin nampaknya membawa dampak buruk bagi janin dan ibu hamil. Berbagai resiko serius untuk setiap bayi yang lahir dari rahim ibu penderita diabetes gestasional ketika mereka tidak mengetahui keadaan dirinya.

Sebagian besar masalah yang terjadi pada janin akibat kadar glukosa darah tinggi pada ibu selama masa kehamilan. Hal ini berlaku untuk wanita yang memiliki riwayat medis diabetes melitus atau diabetes gestasional ini karena risiko Komplikasi Diabetes Gestasional terkait penyakit ini mencakup cacat lahir bawaan hingga kematian dari janin.

 

  1. Kematian dini janin

Salah satu dampak yang paling serius yang berhubungan dengan Komplikasi Diabetes Gestasional adalah diabetes ketoasidosis. Ketoasidosis pada ibu diabetes gestasional merupakan peningkatan keasaman darah yang disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Dampaknya, tingkat kematian dini janin meningkat sebesar 50% dari Komplikasi Diabetes Gestasional ini karena fungsi sistem enzim janin tidak dapat hidup di lingkungan asam yang tinggi.

 

  1. Cacat Bawaan

Komplikasi Diabetes Gestasional selain kematian dini janin adalah risiko cacat lahir bawaan. Risiko ini terjadi pada 5-10% dari seluruh kehamilan dimana diabetes gestasional adalah faktor utama. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa peningkatan risiko cacat lahir bawaan disebabkan oleh banyak faktor seperti kadar gula darah tinggi selama awal kehamilan. Minimnya pengetahuan tentang kontrol kehamilan dapat memengaruhi proses pembelahan sel saat pembuahan. Pada tahap pembuahan, semua organ janin terbentuk hanya dalam hitungan menit. Jika ibu mengalami ketoasidosis gestasional maka ini akan memengaruhi pembentukan organ janin sehingga mengakibatkan cacat bawaan lahir seperti Spina Bifida(cacat tulang belakang), munculnya lubang dijantung, hingga bibir sumbing.

 

  1. Bayi lahir besar (makrosomia)

Komplikasi Diabetes Gestasional berikutnya menyebabkan makrosomia atau bayi lahir besar yang merupakan pertumbuhan abnormal akibat penyimpanan lemak berlebihan pada janin. Makrosomia disebabkan jumlah besar glukosa dari ibu diabetes gestasional melintasi plasenta menyebabkan pankreas janin memproduksi insulin dalam volume besar. Pasokan lebih dari insulin menyebabkan hiperinsulinisme dan hiperglikemia yang merupakan faktor utama pada bayi makrosomia. Bayi yang menderita kondisi ini tidak dapat dilahirkan dengan normal karena ukurannya yang besar sehingga operasi cesar harus dilakukan. Kadang bayi dengan terpaksa dilahirkan lebih awal (kelahiran prematur).

 

  1. Bayi lahir kecil (pembatasan pertumbuhan intrauterin)

Kebalikan dari makrosomia, bayi lahir kecil dapat terjadi pada janin dari ibu dengan Komplikasi Diabetes Gestasional. Pembatasan pertumbuan intrauterin adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh perubahan dalam sistem pembuluh darah ibu dan menyebabkan bayi lahir kecil. Ada perubahan vaskular pada aliran darah ke janin yang membatasi jumlah nutrisi untuk makanan janin.

 

  1. Sindrom gangguan pernapasan

Komplikasi Diabetes Gestasional akibat Komplikasi Diabetes Gestasionalkadar insulin janin tinggi (hiperinsulinemia) juga berkontribusi terhadap sindrom gangguan pernapasan dimana enzim yang dibutuhkan untuk produksi surfaktan mengalami hambatan. Surfaktan adalah lapisan yang melapisi paru-paru dan memungkinkan bayi untuk bernapas ketika mereka lahir.

 

  1. Polycythemia

Resiko untuk bayi yang lahir akibat Komplikasi Diabetes Gestasional adalah polycythemia dimana banyak sel darah merah diproduksi. Kondisi ini mengakibatkan ketidakmampuan darah ibu untuk melepas oksigen sehingga berefek pada kemampuan hati janin untuk memetabolisme bilirubin yang sedang disintesis akibat sel darah merah yang diproduksi secara berlebihan.

 

  1. Distosia bahu

Komplikasi Diabetes Gestasional yang juga terjadi yaitu distosia bahu. Kondisi ini terjadi dimana bahu bayi terjebak dalam panggul setelah kepala saat kelahiran. Janin juga terikat tali pusar sehingga bidan dan perawat harus menggunakan intervensi tambahan untuk melahirkan bayi dengan cepat dan aman.

 

  1. Hipoglikemia neonatal

Ini adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah bayi terlalu rendah setelah lahir. Jika tidak diobati, Komplikasi Diabetes Gestasional ini dapat menyebabkan kerusakan otak bayi dan menyebabkan keterlambatan perkembangan tubuh dan keterlambatan berpikir anak.

 

  1. Hiperbilirubinemia dan hipokalsemia

Hipokalsemia adalah suatu kondisi bayi yang terlalu sedikit kalsium dalam darah yang disebabkan gangguan fungsi hormon paratinoid. Hiperbilirubinemia adalah bayi warna kuning yang terdeteksi secara klinis pada bayi baru lahir ketika tingkat serum bilirubin lebih besar dari 85 umol/L, biasanya menimpa pada bayi prematur. Keduanya merupakan salah satu Komplikasi Diabetes Gestasional yang beresiko pada janin.

 

 

Komplikasi Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia – Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Zat gula didapat dari makanan yang kita cerna dan serap. Molekul-molelul gula tersebut masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula tanpa bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Dalam hal ini, insulin berperan sebagai pembuka pintu bagi masuknya zat gula ke dalam sel.

Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun. Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka. Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya, seperti pola makan yang buruk, juga dapat menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa menimbulkan efek buruk yang merugikan tubuh, karena itu diabetes hipoglikemia harus langsung dapat penanganan agar terhindar dari efek buruk yang ditimbulkan. Di bawah ini ada beberapa Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia antara lain :

 

  1. Tidak sabar

Salah satu Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia adalah menjadi tidak sabaran dengan hal-hal yang berada di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya disorientasi waktu dan target yang sudah terjadi pada otak sementara otak sendiri mengalami gangguan.

  1. Penurunan daya ingat

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia juga akan merasakan kebingungan pada apa yang sedang dikerjakan dan tidak tahu harus berbuat apa. Ketika otak mengalami gangguan yang cukup parah juga bisa membuat pikun dini bagi para penderitanya. Hal serupa akan dialami oleh orang yang terkena alzheimer sebab penyakit itu merusak organ otak atau sel otak yang ada di kepala.

  1. Perubahan perilaku

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia lainnya adalah berubahnya perilaku kepribadian dari para penderitanya. Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia ini tidak lain berkaitan dengan terganggunya kinerja otak sehingga membuat perilaku menjadi terganggu. Orang yang berada di sekitarnya mungkin akan merasa heran pada perubahan perilaku serta kepribadian ini. namun, inilah yang memang terjadi. jadi bagi Anda yang memiliki teman atau kerabat memiliki gula darah rendah sebaiknya untuk maklum jika ada perubahan perilaku ini. Orang yang mengalami anoreksia akan memliki perubaha perilaku 180 derajat.

  1. Penurunan fungsi rasa

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia yang lain juga menyebabkan beberapa bagian tubuh menjadi mati rasa atau kelu dan biasanya terjadi pada bibir serta lidah. Hal ini membuat penderitanya menjadi kesulitan dalam bicara atau tiba-tiba menjadi gagap. Namun ini akan terjadi jika kondisi penyakit gula darah rendah Anda sudah cukup parah. Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia serupa akan dialami oleh penderita stroke sebagian atau stroke total dimana penderitanya menjadi kesulitan bicara atau bicara dengan nada yang tidak jelas.

  1. Penglihatan double

Adanya gangguan pada otak juga membuatDampak Negatif Diabetes Hipoglikemia sistem saraf terganggu sehingga dapat membuat penglihatan menjadi kabur. Penglihatan kabur ini tentu saja akan membuat penderitanya menjadi terganggu saat melakukan aktivitas sehari-harinya dan membuat penderitanya bisa saja kehilangan pekerjaannya terutama pada pekerjaan yang membutuhkan penglihatan yang cukup baik.

  1. Kejang

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia pada beberapa kasus bahkan menyebabkan kejang-kejang. Hal ini akan dirasakan penderitanya saat penyakit yang dirasakan sudah cukup parah.

  1. Penurunan kesadaran

Setelah Anda merasakan beberapa Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia yang telah disebutkan di atas, jika memang kondisinya sudah cukup parah bahkan tubuh sudah tidak bisa menanganinya lagi maka penderitanya dapat pingsan seketika saat itu juga. Hati-hati jika penderita kurang gula darah sudah mengalami Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia ini karena bisa jadi Anda akan sulit terbangun atau masuk dalam tahap koma jika memang tahap keparahan penyakit gula darah sudah cukup parah.

 

Pengecekan gula darah harus disesuaikan dengan kondisi pasien, umumnya dilakukan sebelum makan, dua jam setelah makan dan sebelum tidur malam. Pantauan gula darah mandiri itu sebaiknya disertai catatan tingkatan, gejala yang dialami beserta konsumsi makanan agar dapat dievaluasi ketika berkonsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment