Penyakit Diabetes Gestasional

Penyakit Diabetes Gestasional

Penyakit Diabetes Gestasional (diabetes melitus gestasional atau, GDM) adalah suatu kondisi di mana perempuan tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan.

Penyakit Diabetes Gestasional umumnya memiliki sedikit gejala dan hal ini paling sering didiagnosis dengan pemeriksaan selama kehamilan. Tes diagnostik tidak tepat mendeteksi kadar tinggi glukosa dalam sampel darah.

Penyakit Diabetes Gestasional mempengaruhi 3-10% dari kehamilan, tergantung pada populasi yang diteliti.

Tidak ada penyebab khusus telah diidentifikasi, namun diyakini bahwa hormon yang dihasilkan selama kehamilan meningkatkan ketahanan wanita terhadap insulin, sehingga toleransi glukosa terganggu.

Bayi lahir dari ibu dengan gestasional diabetes biasanya pada peningkatan risiko masalah seperti yang besar untuk usia kehamilan (yang dapat menyebabkan komplikasi pengiriman), gula darah rendah, dan penyakit kuning.

Penyakit Diabetes Gestasional

Penyakit Diabetes Gestasional

Penyakit Diabetes Gestasional adalah suatu kondisi dapat diobati dan wanita yang memiliki kontrol yang memadai kadar glukosa secara efektif dapat menurunkan risiko ini.

Wanita dengan penyakit diabetes gestasional berada pada peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 (atau, sangat jarang, diabetes autoimun laten atau Type 1) setelah kehamilan, serta memiliki insiden yang lebih tinggi dari bagian pre-eclampsia dan cesar, keturunan mereka yang rentan terhadap mengembangkan obesitas, diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Kebanyakan pasien diobati hanya dengan modifikasi diet dan olahraga moderat tetapi beberapa anti-diabetes mengambil obat, termasuk insulin.

Definisi ini mengakui kemungkinan bahwa pasien mungkin telah terdiagnosis diabetes mellitus sebelumnya, atau mungkin telah mengembangkan diabetes kebetulan dengan kehamilan. Apakah gejala mereda setelah kehamilan juga relevan untuk diagnosis.

Klasifikasi Putih, dinamai Priscilla Putih yang dirintis dalam penelitian tentang pengaruh jenis diabetes pada hasil perinatal, secara luas digunakan untuk menilai risiko ibu dan janin. Ini membedakan antara diabetes gestasional (tipe A) dan diabetes yang ada sebelum kehamilan (diabetes pregestational).

Apa Saja Penyebab dan Gejala Penyakit Diabetes Gestasional?

Para peneliti belum tahu persis mengapa beberapa wanita mengalami diabetes gestasional. Untuk memahami bagaimana diabetes gestasional terjadi, Anda perlu memahami bagaimana kehamilan mempengaruhi kadar glukosa dalam tubuh Anda.

Salah satu faktor yang diyakini sebagai pemicu penyakit diabetes gestasional adalah adanya hormon yang dilepaskan oleh plasenta untuk pertumbuhan janin. Hormon tersebut diduga menghalangi kerja dari insulin di dalam sel-sel tubuh wanita hamil. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi insulin.

Artinya, sel-sel dalam tubuh wanita hamil mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit diabetes gestasional umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga gejala yang muncul seringkali diabaikan. Tapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa diperhatikan meliputi:

  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan  diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan kesemutan.

Jika beberapa gejala di atas dialami, penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes darah secara rutin selama kehamilan. Tes darah yang dilakukan bisa membantu mendeteksi diabetes gestasional dan membantu Anda menghindari komplikasi yang diakibatkannya baik bagi Anda maupun janin Anda.

Konsumsi makanan berserat, Lebih banyak mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan segar dan sayur-sayuran yang mengandung banyak serat diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Batasi makanan yang berlemak dan biasakan untuk makan dalam porsi yang tidak terlalu besar.

Berolahraga, Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh membakar lebih banyak glukosa tanpa tambahan insulin.

Kontrol berat badan, Resiko penyakit diabetes gestasional akan meningkat jika berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal. Para ilmuwan dari National Institutes of Health and Harvard University menemukan bahwa wanita yang sebelum hamil mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak hewani dan kolesterol memiliki resiko lebih tinggi terhadap diabetes gestasional dibandingkan dengan wanita hamil yang sebelumnya melakukan diet rendah lemak hewani dan kolesterol.

Pemeriksaan, Screening dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28.

Penyakit Diabetes Gestasional memang mengkhawatirkan dan perlu ditanggapi dengan serius, tetapi bersama dengan dokter Anda dan ahli diet, Anda dapat mengontrol gula darah Anda dan memiliki kehamilan yang sehat

 

Penyakit Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus- Diabetes Insipidus merupakan suatu kelainan dimana seseorang mengalami pengeluaran air seni dalam jumlah yang besar dengan kondisi yang sangat encer (poliuri) dan mengalami kekurangan hormon antidiuretik yang menimbulkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi).

Kelainan ini terjadi akibat adanya penurunan pembentukan vasopresin (hormon antidiuretik). Vasopresin merupakan hormon yang mampu mencegah proses pembentukan air kemih yang terlalu banyak secara alami.

Diabetes insipidus mungkin merupakan istilah yang masih asing terdengar di telinga. Sesuai dengan namanya penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit diabetes. Tidak banyak orang yang mengetahui diabetes insipidus  karena penderita penyakit ini cukup jarang.

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes Insipidus- Penyakit diabetes insipidus  dapat menyerang siapa saja, namun kasus penyakit diabetes inspidus masih jarang dijumpai. Namun, tentu saja semua orang tidak berharap untuk terserang penyakit ini. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mempelajari penyebab diabetes insipidus. Gejala-gejala pada penyakit diabetes insipidus hampir sama dengan gejala-gejala yang dijumpai pada penderita diabetes melitus. Diabetes insipidus merupakan penyakit  yang membuat si penderita mengeluarkan cairan tubuh terus menerus melalui urin dan selalu merasa haus.

Penyebab Diabetes Insipidus- Urin yang dikeluarkan oleh penderita diabetes insipidus berbeda dengan penderita diabetes melitus yang yang mengandung gula karena ternyata urin dari penderita diabetes insipidus tidak mengandung glukosa atau gula dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itulah diabetes insipidus tidak termasuk dalam kategori penyakit kencing manis. Jika anda ingin mengetahui penyebab diabetes insipidus, anda perlu tahu terlebih dahulu tipe -tipe diabetes insipidus yakni diabetes insipidus sentral dan diabetes insipidus nefrogenesis. Kedua jenis penyakit diabetes inisipidus ini disebabkan oleh faktor yang berbeda.

  1. Penyebab Diabetes insipidus sentral
    Disebabkan oleh gangguan pada proses produksi hormin antidiurektik. Penyebab utama dapat terletak di hipotalamus yang mengalami gangguan. Gangguan pada hipotalamus bisa disebabkan karena tumor atau cidera pada hipotalamus, kerusakan pada kelenjar hipofisis, dan gangguan pembuluh darah.

 

  1. Penyebab Diabetes insipidus nefrogenesis
    Tipe diabetes insipidus yang kedua adalah diabetes insipidus nefrogenesis. Penyakit ini biasanya disebabkan karena adanya masalah pada ginjal Penyebab diabetes insipidus ini adalah ginjal tidak mampu memberi respon pada hormon vasopresin yang berfungsi sebagai antidiurektik. Walaupun hormon vasopresin diproduksi secara normal tetapi ginjal tidak dapat merespon, hal ini tetap membuat cairan urin tidak dapat dikontrol sehingga si penderita akan sangat sering buang air kecil daripada orang yang normal. Untuk mendiagnosis apakah seseorang terkenan penyakit ini, mereka harus menjalani tes yang lumayan berat.

Penyebab Diabetes insipidus bisa terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala umur. Pada umumnya penderita akan mengalami  satu-satunya gejala, yaitu adanya rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan.

Penderita bisa minum cairan dengan jumlah yang besar (3,8-38 L/hari) sebagai pengganti atas hilangnya cairan yang dikeluarkan melalui air kemih.

Jika penggantian dari kehilangan cairan ini tidak terpenuhi maka penderita akan mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah dan shock. Penderita akan sering merasa ingin buang air kecil, terutama pada malam hari.

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Penyebab Diabetes Insipidus- Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Kelenjar hipofisa tidak bisa membawa hormon antidiuretik masuk ke dalam aliran darah
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Kerusakan kelenjar hipofisa atau hipotalamus akibat pembedahan
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Adanya cedera pada otak atau mengalami patah tulang pada dasar tengkorak
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Tumor
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Sarkoidosis atau tuberkulosis
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Penyumbatan arteri atau aneurisma yang menuju ke otak
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Beberapa bentuk meningitis atau ensefalitis
  • Penyebab Diabetes Insipidus- Histiositosis X

 

Pengobatan

Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.

Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal.
Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.

Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.

Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid).

Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus- Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).

Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.

Hormon ini unik, karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.

Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).

Gejala Diabetes Insipidus- Penyakit diabetes insipidus ini merupakan kelainan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya hormon antidiuretik pada penderita. Kekurangan hormon ini mengakibatkan penderita sering mengalami rasa haus yang berlebihan atau yang sering juga disebut polidipsi.

Selain itu penderita juga akan mengalami kencing dengan air seni yang sangat encer atau poliuri. Hormon antidiuretik atau vasopresin ini merupakan jenis hormon yang mampu mencegah produksi utin berlebihan secara alamiah. Gejala Diabetes Insipidus- Hormon jenis ini dihasilkan tubuh dalam hipotalamus kemudian disimpan dan dilepaskan ke seluruh aliran darah dalam tubuh oleh hipofisa posterior. Dalam suatu kondisi tertentu, kadar hormon antidiuretik ini dalam kondisi yang normal, tetapi ginjal tidak melakukan respon secara baik. Hal ini yang menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya diabetes insipidus.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus- Anda mungkin sering buang air kecil, bahkan di malam hari, yang dapat mengganggu tidur atau, pada kesempatan, menyebabkan mengompol. Karena ekskresi volume urin abnormal besar encer, Anda dapat dengan cepat mengalami dehidrasi jika Anda tidak minum cukup air. Gejala Diabetes Insipidus- Anak-anak dengan diabetes insipidus mungkin mudah marah atau lesu dan mungkin memiliki demam , muntah , atau diare . Dalam bentuk klinis signifikan, diabetes insipidus adalah penyakit langka.

 

Buang air kecil yang berlebihan dan haus yang ekstrim (terutama untuk air dingin dan kadang-kadang air es atau es) adalah khas untuk DI. Gejala diabetes insipidus cukup mirip dengan yang tidak diobati diabetes mellitus , dengan perbedaan bahwa urin tidak mengandung glukosa dan tidak ada hiperglikemia (peningkatan glukosa darah ).

Gejala Diabetes Insipidus- Penglihatan kabur adalah langka. Tanda-tanda dehidrasi juga dapat muncul pada beberapa individu karena tubuh tidak dapat menghemat banyak (jika ada) air yang dibutuhkan masuk

Gejala Diabetes Insipidus- Para kencing ekstrim berlanjut sepanjang hari dan malam. Pada anak-anak, DI dapat mengganggu nafsu makan, makan, berat badan, dan pertumbuhan juga.

Mereka mungkin hadir dengan demam, muntah, atau diare. Dewasa dengan Gejala Diabetes Insipidus tidak diobati dapat tetap sehat selama beberapa dekade asalkan cukup air dikonsumsi untuk mengimbangi kerugian kemih. Namun, ada risiko terus menerus dehidrasi dan kehilangan kalium.

Penyebab Diabetes insipidus

  • Hormonal
  • Operasi
  • Infertilitas
  • Kanker
  • Trauma Fisik

 

Gejala dan Tanda Diabetes insipidus

  • Demam (Ditemukan dalam Beberapa Kasus)
  • Kelemahan – Otot
  • Sembelit
  • Kekeringan – Kulit
  • Wajah Pucat – Air seni
  • Sering Buang Air Kecil
  • Peningkatan Rasa Haus (Berlebihan)
  • Muntah (Ditemukan dalam Beberapa Kasus)
  • Diare (Ditemukan dalam Beberapa Kasus)
  • Dehidrasi

Pencegahan Gejala Diabetes Insipidus

a.    Lakukan lebih banyak aktivitas fisik

b.    Dapatkan banyak serat dalam makanan

c.    Makanlah kacang-kacangan dan biji-bijian

d.    Turunkan berat badan

e.    Perbanyak minum produk susu rendah lemak

f.     Kurangi lemak hewani

g.    Kurangi konsumsi gula

h.     Berhenti merokok

i.      Hindari lemak trans

j.      Dapatkan dukungan

Gejala Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.

Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.

Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.

 

Gejala Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Terapi Diabetes Yang Alami

Terapi Diabetes Yang Alami

Terapi Diabetes- Diabetes melitus adalah suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin berperan dalam proses penyerapan glukosa ke dalam sel tubuh. Glukosa dalam sel tubuh diubah menjadi energi atau ditimbun sebagai cadangan. Cadangan ini digunakan bila tubuh kekurangan energi.

Terapi Diabetes Melitus

  • Terapi Diabetes yang pertama Perencanaan Makanan

Jumlah total kalori makanan lebih penting daripada sumber atau macam makanannya.

Makan dengan komposisi seimbang :

Karbohidrat            : 60 – 70%

Protein                      : 10 – 15%

Lemak                        : 20 – 25%

Jumah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, usia, dan kegiatan untuk mencapai dan mempertahankan BB ideal. (Penting untuk Terapi Diabetes Melitus)

  • Terapi Diabetes yang ke dua Pengaturan Makanan

Jumlah kandungan kolesterol < 300 mg/dl.

Lemak dari sumber lemak tidak jenuh dan hindari lemak jenuh.

Jumlah kandungan serat ± 25 g/hari, diutamakan serat larut (soluble fibre).

Bila hipertensi (+), kurangi konsumsi garam.

Pemanis buatan dipakai secukupnya.

Gula sebagai bumbu masakan tetap diizinkan.

Bila kadar gula darah terkontrol, masih boleh mengkonsumsi gula pasir s/d 5% kalori.

  • Terapi Diabetes yang ke tiga Olahraga

Sangat penting dalam tatalaksana Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 :

Untuk memperbaiki sensitifitas insulin.

Untuk menurunkan Berat Badan.

Teratur,  Minimal 3 – 4x seminggu @ ± 30 menit.

  • Terapi Diabetes yang ke empat Pengaturan Obat-obatan

Minum Obat sesuai saran dokter, tetapi lebih disarankan mulai dipindah ke suplemen yang memiliki kerja menyerupai obat kimia dari dokter.

  • Terapi Diabetes yang ke lima Suplemen ( Obat Herbal )
  • Terapi Diabetes yang ke enam Pijat Refleksi Kaki

Terapi Diabetes Gunakan jari tangan dan handbody lotion agar kulit tidak lecet, pijatlah dengan sedang pada bagian tertentu sesuai dengan titik refleksi kaki, untuk titik refleksi yang berhubungan dengan otak, kelenjar partiroid, mata, lambung, usus 12 jari, kandung empedu, prostat/rahim dan kemaluan.

Apabila menemukan endapan atau gumpalan dan terasa sakit pada saat dipijat, maka hilangkanlah endapan tersebut selama tiga sampai lima menit, dengan memijat perlahan-lahan. Terapi Diabetes Sangat dianjurkan untuk minum air hangat setelah pemijatan selesai.

Untuk perhatian! jangan memijat pada wanita hamil, sedang haid, bagian kaki yang bengkak atau sakit. Lakukan terapi secara teratur dua kali dalam seminggu. Ada baiknya, bagi anda yg menderita diabetes, untuk mencoba Terapi Diabetes ini.

 

Terapi Diabetes-Pengobatan Alami Diabetes Melitus

Terapi Diabetes- Ada banyak tanaman herbal dan rempah-rempah yang diklaim dapat membantu menurunkan gula darah yang membuat tumbuhan-tumbuhan ini dapat menjadi sangat berguna untuk orang-orang yang menderita diabetes tipe 2 atau beresiko tinggi mendapatkan diabetes tipe 2 dan dipercaya dapat digunakan sebagai pengobatan alami diabetes melitus.

Terapi Diabetes- Sejumlah studi klinis telah dilakukan di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukan hubungan potensial antara pengobatan alami diabetes melitus ini dengan kontrol glukosa darah. Hal ini menyebabkan semakin banyak orang-orang yang menderita diabetes untuk menggunakan bahan-bahan yang lebih alami untuk membantu  mengelola kondisi mereka. Penerapan prinsip pola hidup sehat selalu dapat membantu Anda dalam proses pengobatan.

Obat diabetes herbal yang telah dipercaya untuk dapat membantu penderita diabetes dan telah terbukti di beberapa studi meliputi:

a)      Bunga Rosella

Terapi Diabetes Yang Alami

Terapi Diabetes Yang Alami

Manfaat dan Kandungan Bunga Rosella untuk Pengobatan Tradisional Diabetes melitus. Penelitian yang dilakukan oleh Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosela terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak.

b)      Kulit Manggis

Terapi Diabetes Yang Alami

Terapi Diabetes Yang Alami

Manfaat dan Kandungan Kulit Manggis untuk Pengobatan tradisional Diabetes Melitus. Dengan kandungan anti oksidant paling tinggi yaitu zat xanthone, maka Anda tidak salah jika memilih kulit manggis sebagai bahan cara mengobati penyakit diabetes. Manfaat kulit manggis bagi penderita penyakit diabetes melitus adalah untuk menurunkan kadar gula dalam darah yang disebabkan karena tidak berfungsinya organ pankreas. Kulit manggis mengandung zat xanthone yang sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, maka salah satu manfaat kulit manggis disini adalah untuk mengurangi resistensi insulin pada penderita gula darah. Xanthone dan flavonoid yang terdapat di  dalam dalam kulit manggis bersifat antioksidan.

Antioksidan super ini melindungi serta mencegah sel beta pankreas rusak akibat radikal bebas. Sel tersebut akan mengalami regenerasi sehingga kembali memproduksi insulin yang cukup untuk menurunkan gula darah. Sebagai senyawa antioksidan yang sangat diperlukan oleh tubuh, maka ekstrak kulit manggis pun berkhasiat sebagai anti radang, anti bakteri, dan juga sebagai anti kanker. Pada penderita diabetes, organ pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara normal.

c)      Daun Sirsak

Terapi Diabetes Yang Alami

Terapi Diabetes Yang Alami

Manfaat dan Kandungan Daun Sirsak untuk Pengobatan Tradisional Diabetes Melitus. Walaupun Daun sirsak yang lebih dikenal dalam mengatasi penyakit kanker, Anda tidak perlu ragu juga untuk menggunakannya sebagai bahan untuk cara mengobati diabetes melitus. seperti dalam banyak penelitian secara medis berhasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin.

Maka karena itu penelitian ini memberikan satu harapan baik bagi para penderita diabetes di Indonesia yang kini jumlahnya sudah mencapai angka 21,3 juta orang. Kita berdoa mudah-mudahan saja pra ilmuan mampu mengembangkan hasil penelitiannya ini. Penelitian daun sirsak masih terus dilakukan untuk menambah keyakinan para peneliti dengan kandungan daun sirsak untuk penyakit diabetes melitus ini.

d)      Lidah Buaya

e)      Ekstrak Bilberry

f)       Pare

g)      Kayu Manis

h)      Jahe

Menurut para ahli dari barat, ketika mengkonsumsi obat tradisional diabetes tertentu, akan ada interaksi antara obat diabetes (termasuk insulin) dengan vitamin dan suplemen dari pengobatan alami diabetes tersebut, dan akan meningkatkan efek hipoglikemik mereka. Cepat atau lambat, menurut mereka, mengkonsumsi tumbuhan-tumbuhan tertentu dapat mengurangi gula darah di dalam tubuh ke tingkat yang sangat rendah, dan bukannya membantu, tetapi akan meningkatkan risiko komplikasi diabetes lainnya.

Apapun alasan Anda untuk menggunakan pengobatan alami diabetes tertentu, Anda harus selalu waspada dan membicarakan rencana Anda kepada dokter dan tim kesehatan yang membantu Anda dalam menangani penyakit Anda. Jika mendapat ijin dari dokter, ada baiknya untuk mengikuti dosis yang diberikan oleh dokter dan memastikan kalau kondisi anda selalu aman.

 

Terapi Diabetes Yang Alami

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus, DI adalah suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia. Jenis DI yang paling sering dijumpai adalah DI sentral, yang disebabkan oleh defisiensi arginina pada hormon AVP. Jenis kedua adalah DI nefrogenis yang disebabkan oleh kurang pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik, seperti AVP.

Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Hormon ini dibuat di hipotalamus, kemudian disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.

Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Penyebab Diabetes insipidus antara lain :

•  Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik

•  Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah

•  Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan

•  Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak)

•  Tumor

•  Sarkoidosis atau tuberkulosis

•  Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak

•  Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis

•  Histiositosis X (penyakit Hand-Schuller-Christian)

 

GEJALA

Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan.

Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan. Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan syok.

Penderita akan terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari.

 

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Untuk menyingkirkan diabetes melitus (kencing manis) dilakukan pemeriksaan gula pada air kemih. Selain itu, pemeriksaan darah menunjukkan kadar berbagai elektrolit yang abnormal.

Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Produksi air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan dikur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik.

Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika terdapat respon yang baik terhadap pemberian hormon antidiuretik:

- pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti

- tekanan darah naik

- denyut jantung kembali normal

 

PENGOBATAN

Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.

Vasopresin atau desmopresin asetat (modifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun penggunaan obat ini harus hati-hati dan mengikuti petunjuk dokter, karena jika terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.

Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.

Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti Chlorpropamide, Carbamazepine, Klofibrat dan berbagai diuretik (Tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak dapat meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.

Ada beberapa pemeriksaan pada Diabetes Insipidus, antara lain: Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik :

  • pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
  • tekanan darah naik
  • denyut jantung kembali normal.

Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-apa.

 

 

Diabetes Insipidus

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Jenis Diabetes

Jenis Diabetes

Diabetes Mellitus atau sakit gula atau kencing manis merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (dalam) darah. Naiknya kadar gula darah disebabkan karena adanya gangguan sekresi hormon insulin, mekanisme kerja dari hormon insulin atau bahkan bisa kedua-duanya sekaligus. Hormon insulin berfungsi membantu glukosa dalam darah masuk ke dalam tubuh.

Dalam keseharian, kita sering kali mendengar penyakit diabetes. Masyarakat awam menyebutnya dengan istilah “sakit gula” dan membaginya menjadi 2 jenis diabetes, yaitu : tipe basah dan kering. Nah berikut ini perbedaan diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering.