Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Zat gula didapat dari makanan yang kita cerna dan serap. Molekul-molelul gula tersebut masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula tanpa bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Dalam hal ini, insulin berperan sebagai pembuka pintu bagi masuknya zat gula ke dalam sel.

Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun. Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka. Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya, seperti pola makan yang buruk, juga dapat menyebabkan Diabetes Hipoglikemia.

 

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Jika kadar gula darah terlalu rendah, maka tubuh termasuk otak tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dan jika itu terjadi, seseorang yang menderita Diabetes Hipoglikemia akan ditandai dengan gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Lelah
  • Pusing
  • Pucat
  • Bibir kesemutan
  • Gemetar
  • Berkeringat
  • Merasa lapar
  • Jantung berdebar-debar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah

 

Penderita Diabetes Hipoglikemia yang kondisinya makin memburuk akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Seperti kebingungan
  • Gerakan menjadi canggung, bahkan berperilaku seperti orang mabuk
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Hilang kesadaran

 

Gejala yang memburuk tersebut umumnya terjadi ketika kadar darah turun secara drastis akibat Diabetes Hipoglikemia yang tidak mendapat penanganan tepat.

Jika Anda menderita Diabetes Hipoglikemia, disarankan untuk segera menemui dokter jika kondisi Anda tidak mengalami perubahan positif, meski sudah diobati misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis.

 

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Berikut ini beberapa penyebab Diabetes Hipoglikemia yang biasanya terjadi pada penderita diabetes mellitus.

  • Penggunaan suntikan insulin pada kasus diabetes tipe 1 yang melebihi dosis, atau terlalu banyak menggunakan obat-obatan oral pada kasus diabetes tipe 2 yang juga dapat memicu pelepasan insulin berlebihan. Salah satu obat tersebut adalah sulphonylurea.
  • Menggunakan insulin dengan dosis normal, namun tubuh kekurangan asupan karbohidrat. Masalah ini bisa terjadi karena penderita terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lupa makan, atau menunda makan.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut kosong.

 

Sedangkan beberapa penyebab Diabetes Hipoglikemia pada orang-orang non-diabetes di antaranya adalah:

  • Produksi insulin yang terlalu banyak oleh pankreas. Hal ini bisa disebabkan oleh obesitas, mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, tumor pada pankreas, atau efek samping dari operasi bypass lambung.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
  • Menderita penyakit yang menyerang kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ginjal, atau hati.
  • Kekurangan nutrisi.
  • Efek samping dari obat-obatan, seperti propranolol untuk hipertensi, asam salisilat untuk rematik, dan kina untuk malaria.

 

Diagnosis dan pengobatan Diabetes Hipoglikemia

Saat ini sudah tersedia alat pengukur kadar gula darah di apotek yang dapat digunakan oleh penderita diabetes di rumah. Selain diabetes, alat ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis hipoglikemia. Biasanya gejala Diabetes Hipoglikemia akan mulai dirasakan seseorang jika darah mereka berada pada level 3 hingga 4 milimol per liter (mmol/L).

Ketika gejala Diabetes Hipoglikemia muncul, segera konsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar gula tinggi, seperti jus buah, permen, atau minuman ringan,. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang kandungan karbohidratnya bisa diubah menjadi gula dengan cepat oleh tubuh, seperti roti lapis, sereal, atau biskuit.

Setelah 15 menit, periksa kembali kadar gula Anda. Jika masih tetap di level 3-4 mmol/L, konsumsi kembali makanan-makanan pendongkrak kadar gula tadi. Lakukan terus pengecekan tiap 15 menit sekali hingga kadar gula Anda berada level 4 mmol/L ke atas. Setelah kadar gula kembali normal, jagalah agar tetap stabil dengan mengonsumsi makanan atau camilan sehat.

Jika gejala tergolong parah atau penanganan awal tidak efektif sehingga kondisi Anda memburuk, maka segera ke dokter atau rumah sakit. Di rumah sakit, biasanya dokter akan langsung memberikan suntikan glucagon atau cairan infus yang mengandung glukosa agar kadar darah Anda kembali normal.

Selain tes darah, dokter juga akan memeriksa fungsi organ hati, ginjal, kelenjar adrenal, atau pankreas untuk mengetahui apakah Diabetes Hipoglikemia Anda terjadi akibat adanya gangguan pada organ-organ tersebut. Jika ternyata benar, maka Diabetes Hipoglikemia baru bisa sembuh setelah kondisi yang mendasari tersebut diobati. Penanganan dasar bisa dilakukan dengan obat-obatan, maupun dengan operasi, misalnya untuk mengangkat tumor pada pankreas.

 

Pencegahan Diabetes Hipoglikemia

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah munculnya gejala hipoglikemia dan tips agar gejala hipoglikemia yang muncul tidak memburuk.

  • Makan sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan gula yang dibutuhkan oleh tubuh. Terlebih lagi untuk penderita diabetes yang akan melakukan olahraga, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat cukup dan menyesuaikan dosis insulin yang Anda pakai sesuai dengan anjuran dokter. Bagi mereka yang kerap mengalami gejala hipoglikemia di malam hari juga dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat sebelum tidur, seperti susu atau biskuit. Selain itu, simpan makanan bergula di dekat tempat tidur sebagai antisipasi jika gejala hypoglikemia mengganggu tidur Anda.
  • Batasi konsumsi minuman keras atau hindari sama sekali jika bisa.
  • Pantau kadar gula Anda secara berkala. Hal ini penting untuk dilakukan tiap hari untuk memastikan kadar gula darah berada dalam kisaran normal. Jika Anda sering mengalami hipoglikemia pada malam hari, cek kadar gula darah pada pukul 3.00 atau 4.00, yaitu ketika hipoglikemia sering dirasakan oleh para penderita diabetes.
  • Kenali gejala-gejala hipoglikemia yang muncul. Pengetahuan kita mengenai hal ini dapat membantu menangani hipoglikemia secara cepat.
  • Selalu siapkan makanan atau obat-obatan pereda gejala di mana pun Anda berada. Salah satu obat yang mungkin akan diajarkan penggunaannya oleh dokter adalah suntikan glukagon.

 

Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengobati Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering

Penyakit Diabetes atau sering di sebut juga dengan penyakit Kencing manis merupakan  penyakit yang di sebabkan oleh meningkatnya kadar gula didalam tubuh secara menerus. Disebut dengan penyakit diabetes kering, karena pada seseorang yang menderita penyakit diabetes kering ada kecenderungan bahwa tubuh penderita mengalami penyusutan berat badan tubuh secara drastis sehingga terlihat kurus dan kering. Penyakit diabetes biasanya terjadi pada seseorang yang mngalami obesitas dan orang yang sudah lanjut usia.

Cara Mengobati Diabetes Kering

Perbedaan diabetes kering dan basah

Cara Mengobati Diabetes Kering. Pada penderita diabetes kering pada umumnya mempunyai ciri-ciri fisik yang juga terlihat dari seorang penderita diabetes. Sedangkan diabetes basah adalah keadaan diabetes seseorang yang mengalami infeksi luka di bagian tubuh yang sudah mengering dan susah di sembuhkan. Luka ini akan lebih lama mongering karena kadar gula yang tinggi membuat proses pengeringan pada luka menjadi terganggu.

 

Penyebab Diabetes Kering

Penyebab diabetes kering ini biasanya hanya terjadi pada mereka yang menderita penyakit diabetes tanpa disertai dengan adanya luka atau juga terjadinya infeksi, sedangkan pada penyakit diabetes basah ebih pada mereka yang mempunyai komplikasi luka yang sulit mengering dan sulit untuk disembuhkan.

Penyebab diabetes kering lebih sering terjadi pada mereka yang mempunyai gula darah terkontrol dengan baik, tidak tinggi, sehingga walaupun terjadi luka, maka luka akan lebih mudah untuk ditangani dan selain itu juga bisa cepat pulih. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab diabetes kering:

  • Pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur secara baik.
  • Konsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, makan makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya.
  • Kelebihan berat badan atau Obesitas.
  • Faktor genetik atau faktor keturunan.
  • Efek dari Obat-obatan kimia
  • Kebiasaan buruk dan pola hidup tak sehat.

 

Upaya Pencegahan Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering. Upaya pencegahan terhadap bahaya sakit diabetes kering tidak bisa di pisahkan dari segi penyebabnya, termasuk dalam hal ini adalah menghindari beberapa jenis makanan yang bisa memicu resiko diabetes kering. Berikut beberapa jenis makanan yang bisa anda batasi / hindari sebagai salah satu upaya pencegahan diabetes kering :

  • Permen – makanan jenis permen mempunyai kandungan gizi dan karbohidrat yang rendah sehingga berpotensi menambah berat badan dan juga kadar gula darah naik.
  • Jus buah – Makan jenis ini kurang baik jika dikonsumsi oleh pendrita penyakit diabetes. Kandungan gula yang ada dalam jus buah akan menyebabkan naiknya kadar gula darah didalam tubuh.
  • Kismis – Jenis buah kismis dan beberapa jenis buah lainnya bisa juga mengakibatkan kenaikan pada gula darah Anda jika di konsumsi secara berlebihan.
  • Pancake – Mengkonsumsi pancake bisa menjadi pemicu naiknya karbohidrat didalam tubuh. Batasi atau hindari mengkonsumsi makanan jenis ini secara berlebihan.
  • Kentang goreng – Kentang meruapan jenis makanan yang banyak di gemari oleh masyarakat pada umumnya. Namun dengan konsumsi kentang secara terus terusan bisa menambah berat badan secara cepat dan pada akhirnya beresiko besar mengalami kenaikan gula darah didalam tubuh.

 

Cara Mengobati Diabetes Kering secara tradisional

Selain upaya pencegahan. bagi penderita diabetes kering bisa melakukan beberapa upaya pengobatan termasuk salah satunya adalah pengobatan secara tradisional Cara Mengobati Diabetes Kering secara tradisional adalah upaya pengobatan dengan memanfaatkan beberapa jenis / bahan alami tradisional yang bisa di dapatkan di lingkungan sekitar. Berikut beberapa jenis makanan atau bahan alami tradisional yang bisa anda manfaatkan untuk Cara Mengobati Diabetes Kering:

  • Tapak Dara

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan tanaman tapak dara adalah salah satu jenis tanamaan tradisonal yang banyak sekali di manfaatkan untuk pengobatan secara herbal termasuk sebagai Cara Mengobati Diabetes Kering. Dalam tanaman tapak dara mempunyai kandungan alkaloid yang bisa bekerja dalam membantu mengatasi penyakit diabetes.Cara Mengobati Diabetes Kering dengan kandungan alkaloid maka gula darah bisa diatasi dan juga bisa membantu dalam mengatasi masalah produksi insulin didalam tubuh.

  • Sambiloto

Tentu sudah banyak yang tau tentang manfaat tanaman satu ini. Cara Mengobati Diabetes Kering dengan daun sambiloto sangat bagus karena mempunyai kandungan flavonoid yang sudah terbukti sangat ampuh dalam membantu menurunkan kadar gula darah dan akan membantu dalam memproduksi insulin didalam tubuh. Cara meramunya juga mudah, cukup anda rebus daun sambiloto lalu di munim sari air rebusannya.

  • Pagagan

Pegagan adalah salah satu jenis tanaman tradisional yang mempunyai banyak manfaat positif dan terbukti bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah Cara Mengobati Diabetes Kering membantu dalam menurunkan kadar gula darah sehingga akan sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita penyakit gula kering. Kandungan anti toksin dan anti infeksi dalam pagagan dapat bekerja dengan baik sebagai Cara Mengobati Diabetes Kering.

  • Cabai

Cara Mengobati Diabetes Kering. Cabai merupakan salah satu rempah-rempah bumbu dapur yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes. Cara Mengobati Diabetes Kering dengan cabai ini karena adanya kandungan zat karotenoid didalamnya yang bisa membantu dalam menstabilkan kadar gula darah didalam tubuh.

  • Kedelai

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan kedelai. Kedelai adalah salah satu jenis bahan makanan yang baik di konsumsi bagi penderita diabetes kering. Dalam kedelai terdapat kandungan gizi protein stabil yang dapat membantu dalam mengurangi pengeluaran urin yang tinggi.

  • Pare

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan pare. Pare merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes kering. Kandungan zat besi, serat dan juga kalsium didalamnya dengan jumlah yang sesuai ini sangat baik untuk Cara Mengobati Diabetes Kering. Jenis buah pahit ini selain baik untuk penderita diabetes kering, baik juga bagi penderita diabetes basah karena kandungan gula yang ada didalamnya rendah.

 

Cara Mengobati Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Basah

Diabetes Basah

Diabetes Basah

Berbeda dengan ciri-ciri seseorang dengan diabetes kering yang cenderung memiliki tubuh yang tampak kurus dan kering. Pada penderita Diabetes Basah, memiliki tampilan tubuh sebaliknya, akan tetapi penderita gangguan ini biasanya sangat rentan mengalami infeksi luka yang terjadi pada bagian kaki maupun bagian tubuh yang lain. Infeksi luka tersebut sangat sulit disembuhkan.

Hal ini dikarenakan kadar gula dalam darah pasien cenderung sangat tinggi. Infeksi luka yang diderita jika tak segera dilakukan penanganan dan dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang Diabetes Basah ini dapat mengakibatkan semakin memburuknya infeksi yang terjadi yang pada akhirnya infeksi tersebut dapat membusuk. Jika luka telah membusuk, jalan satu-satunya untuk mencegah perluasan area yang membusuk adalah dengan jalan diamputasi atau dipotong.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat gangguan sekresi hormon insulin dalam tubuh.

Gejala

Gejala Diabetes Basah atau ciri-cirinya juga hampir sama dengan yang terjadi pada penderita diabetes kering, antara lain adalah :

  • Penderita mudah merasa lapar dan haus
  • Peningkatan frekuensi penyebab sering buang air kecil
  • Mulut tampak kering akibat terjadinya dehidrasi
  • Timbulnya bau mulut pada nafas
  • Sakit kepala
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Otot sering terasa pegal yang disebabkan oleh dehidrasi
  • Lebih sensitif
  • Mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Jika timbul luka dibagian tubuhnya, maka akan sangat sulit disembuhkan.

Penyebab

Gangguan Diabetes Basah dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  • Sering mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis
  • Kurang istirahat
  • Kurang berolahraga
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Stress
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi bahaya alkohol
  • Penggunaan pil kontasepsi dalam jangka waktu yang panjang

Pencegahan

Cara mencegah Diabetes Basah, sebaiknya kita melakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti :

  1. Mengontrol kadar gula dalam darah

Untuk memastikan bahwa kita tidak terjangkit penyakit Diabetes Basah, sebaiknya segera melakukan pengontrolan kadar gula sejak dini secara rutin. Jika diketahui kadar gula kita melebihi angka normal yaitu diatas 150 mg/ dl, sebaiknya kita segera berkonsultasi dengan dokter bagaimana upaya yang harus kita lakukan untuk menurunkan kadar gula tersebut.

  1. Melakukan kegiatan fisik dengan berolahraga secara teratur

Kurang gerak dapat memicu peningkatan resiko penyakit gula basah, yaitu dapat meningkatkan penyebab darah tinggi dan obesitas yang nantinya dapat mengganggu sistem metabolik dalam tubuh yang pada akhirnya dapat berakibat pada terjangkitnya Diabetes Basah. Centers for disease contro and prevention menyarankan untuk melakukan latihan aerobik selama +/- 2.5 jam setiap minggunya bagi orang-orang dewasa.

  1. Mendapatkan istirahat yang cukup

Kurang beristirahat atau kurang tidur dapat menyebabkan bertambahnya nafsu makan seseorang. Hal ini dapat memicu timbulnya bahaya obesitas yang menjadi salah satu penyebab Diabetes Basah. Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lain seperti menurunnya konsentrasi, maupun semangat. Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar kita dapat menjaga pola istirahat kita dengan mendapatkan tidur yang cukup yaitu sekitar 7 hingga 8 jam tiap harinya.

  1. Menghindari stress

Salah satu cara untuk terhindar dari Diabetes Basah adalah dengan menghindari penyebab stress. Stress bisa ditandai dengan timbulnya perasaan marah-marah, takut, frustasi, maupun depresi yang berlebihan.

  1. Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab Diabetes Basah, seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan maupun minuman junk food, maupun makanan atau minuman yang manis, makanan yang banyak mengandung lemak, maupun kalori.  Sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.

Pengobatan

Berikut ini beberapa langkah pengelolaan Diabetes Basah:

  1. Pengobatan jika timbul luka

Seorang penderita Diabetes Basah apabila mengalami luka, maka hal tersebut akan sangat sulit untuk disembuhkan. Jika luka dibiarkan saja, itu dapat berakibat terjadinya pelebaran luka dan lama kelamaan akan membusuk. Langkah terakhir untuk menghindari pelebaran area luka adalah dengan jalan amputasi. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil untuk melakukan perawatan luka pada penderita Diabetes Basah ini, antara lain adalah :

  • Cuci atau bersihkan daerah bagian luka dengan menggunakan air hangat dan sabun antiseptik
  • Keringkan dengan menggunakan kain atau handuk yang lembut. Pastikan seluruh bagian telah kering untuk menghindari kelembaban terutama pada daerah kaki, karena hal tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.
  • Oleskan pelembab untuk menghindari kulit kering
  • Sebaiknya jangan merendam kaki yang terluka, karena hal tersebut dapat memicu kelembaban pada kaki.
  • Jika timbul beberapa gejala seperti kaki yang melepuh, kulit pecah-pecah, kuku menjadi rapuh, serta terjadi perubahan warna kulit kaki, maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.
  1. Melakukan olahraga meskipun hanya sebentar

Melakukan olahraga meskipun hanya sebentar, sangat dianjurkan bagi penderita Diabetes Basah. Hal ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

  1. Pemberian asupan nutrisi yang tepat

Seseorang yang memiliki Diabetes Basah sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak serta kolesterol.

  1. Pengobatan tekanan darah tinggi

Seperti yang kita ketahui bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya Diabetes Basah. Untuk itu, seseorang yang telah didiagnosa mengidap Diabetes Basah sudah selayaknya untuk bisa menjaga agar tekanan darahnya tetap normal. Hal ini bertujuan untuk menghindari kondisi yang lebih buruk bagi penderita diabetes.

Beberapa langkah untuk menurunkan hipertensi misalnya adalah dengan menghindari bahaya merokok dan minuman beralkohol, mengurangi asupan makanan yang terlalu asin, berolahraga ringan, menghindari stress, serta mencukupi asupan buah dan sayur.

  1. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan kemungkinan besar akan diresepkan oleh dokter pada penderita Diabetes Basah ini untuk mengontrol diabetes. Beberapa tujuan pemberian obat-obatan tersebut antara lain adalah :

  • Untuk meningkatkan output insulin oleh pankreas
  • Untuk mengurangi jumlah pelepasan glukosa dari hati,
  • Untuk meningkatkan sensitivitas (respon) sel-sel tubuh terhadap insulin,
  • Untuk mengurangi penyerapan karbohidrat dari usus
  1. Terapi

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat memilih prosedur terapi untuk pengobatan Diabetes Basah ini, antara lain adalah :

  • Seberapa besar perubahan pengendalian gula darah oleh masing-masing obat yang nantinya akan dipergunakan dalam terapi
  • Kondisi medis pasien seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dll
  • Efek samping yang dapat ditimbulkan
  • Kontraindikasi terapi (pengobatan atau obat yang mungkin berpotensi berbahaya)
  • Hal-hal yang dapat mempengaruhi pasien pada saat menggunakan obat-obatan terapi, seperti kepatuhan, seperti waktu pengobatan, dosis, dll)
  • Biaya terapi dan sistem kesehatan

Diabetes Basah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Kering

Diabetes Kering

Diabetes merupakan suatu gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah meningkat dan melebihi batas normal. Diabetes sering kali dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan obesitas (kelebihan berat badan) maupun orang-orang yang telah lanjut usia. Akan tetapi, anak-anak, orang dewasa, maupun orang yang telah berusia produktif juga dapat terkena gangguan ini.

Diabetes Kering

Diabetes Kering Penyakit diabetes dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu

  • Diabetes Tipe 1, yaitu diabetes yang disebabkan oleh kerusakan atau ketidaksediaan hormon insulin dalam tubuh.
  • Diabetes tipe 2, yaitu diabetes yang terjadi akibat ketidakmampuan hormon insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah
  • Diabetes gestasional, yaitu gangguan diabetes yang terjadi pada masa-masa kehamilan.

 

Dalam diabetes juga dikenal istilah Diabetes Kering, diabetes basah, maupun diabetes penyakit keturunan. Saat ini kita akan membahas terlebih dahulu tentang Diabetes Kering.

 

Apa Itu Diabetes Kering ??

 

Diabetes Kering merupakan bagian dari gangguan diabetes yang mana hal tersebut ditandai dengan kondisi tubuh penderita diabetes terlihat kurus dan kering. Diabetes
Kering merupakan tanda awal timbulnya diabetes tipe 2, dimana insulin dalam tubuh penderita sudah mengalami kerusakan sehingga mengakibatkannya kebal terhadap kandungan glukosa dalam darah. Dalam kasus ini, insulin tidak mampu lagi untuk mengkonversi gula dalam darah menjadi glikogen yang pada akhirnya dapat menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normalnya, yaitu 150 mg/dl.

 

Ciri-ciri Penderita Diabetes Kering

Seseorang yang memiliki tanda-tanda atau ciri-ciri dibawah ini harus waspada, siapa tahu ia sedang mengalami gangguan Diabetes Kering ini. Diantara ciri-ciri tersebut ialah :

 

  • Seorang penderita Diabetes Kering akan mudah merasa kelaparan. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan glukosa yang tidak dapat disalurkan ke seluruh sel-sel dalam tubuh.
  • Meningkatnya rasa haus serta frekuensi dalam buang air kecil yang disebabkan oleh terbuangnya jumlah glukosa melalui urine tanpa melalui proses penyaringan yang normal.
  • Mulut terlihat kering yang disebabkan oleh dehidrasi yang berlebihan
  • Timbulnya bau mulut pada nafas penderita yang disebabkan adanya hasil pembakaran lemak bersama aseton sebagai sumber energi yang menghasilkan keton, yaitu zat yang baunya menyerupai buah-buahan.
  • Penglihatan menjadi kabur yang terjadi akibat tingginya kadar glukosa dalam darah yang dapat mempengaruhi mata.
  • Timbulnya rasa pegal pada bagian otot yang disebabkan oleh dehidrasi.
  • Badan menjadi mudah lemah, letih, maupun lesu
  • Timbulnya luka pada bagian kulit yang sulit untuk mongering
  • Terjadi pembengkakan pada kaki
  • Kulit gatal-gatal
  • Mudah mengantuk
  • Berat badan yang terus menurun
  • Sakit kepala

 

Penyebab Diabetes Kering

 

Beberapa penyebab terjadinya Diabetes Kering antara lain adalah :

 

  • Pola makan yang tidak teratur, yaitu seperti mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, makanan ringan, soft drink, maupun jenis junkfood lainnya.
  • Mengalami gangguan bahaya obesitas (kelebihan berat badan)
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Penggunaan obat-obatan berbahan kimia
  • Kurang beristirahat dan berolahraga
  • Stress

 

Pencegahan Diabetes Kering

 

Berikut ini cara untuk mencegah dan mengontrol Diabetes Kering:

  1. Mengontrol gula darah

Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin
  • Mengkonsumsi obat-obatan antidiabetes
  1. Selalu menjaga asupan makanan

Menjaga asupan kalori dalam tubuh merupakan langkah yang penting untuk mencegah timbulnya Diabetes Kering. Asupan makanan yang mengandung kalori berlebih dapat menimbulkan obesitas yang menjadi salah satu penyebab gangguan ini. Untuk itu, sebaiknya menghindari konsumsi makanan ataupun minuman yang terlalu manis.

  1. Berolahraga secara teratur

Dengan melakukan kegiatan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mempertahankan berat badan normal, sehingga terhindar dari gangguan obesitas. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

  1. Menghindari stres

Stress memiliki peranan yang tak kalah besar terjadinya gangguan Diabetes Kering, yaitu memicu resistensi insulin sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol. Selain itu, penyebab stress juga dapat meningkatkan resiko obesitas, serta tekanan darah tinggi.

  1. Menghindari rokok

Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya Diabetes Kering. Untuk itu, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut.

 

Pengobatan Diabetes Kering

Management untuk mengatasi Diabetes Kering ada beberapa cara, seperti :

 

  1. Mengkonsumsi makanan sehat

Sangat penting bagi penderita Diabetes Kering untuk lebih memilih konsumsi bahan makanan yang kaya akan kandungan serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian. Sumber makanan kaya serat biasanya memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

 

  1. Melakukan aktivitas fisik secara rutin

Seorang penderita gejala Diabetes Kering sangat dianjurkan untuk selalu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darahnya. Latihan tersebut dapat berupa aerobik ringan, berenang, jogging, maupun jenis olahraga lainnya.

 

  1. Memantau kadar gula dalam darah

Terkadang, kadar gula dalam darah seseorang sangat sulit untuk diprediksi. Untuk itu, seorang penderita diabetes sebaiknya rajin untuk mengontrol gula darah ke dokter.

 

  1. Dengan terapi insulin

Terapi ini dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan seperti :

  • Metformin, yaitu sejenis obat yang diresepkan dokter pada pasien diabetes yang gunanya untuk meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat menggunakan insulin dengan lebih efektif. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan produksi glukosa pada organ hati. Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.
  • Sulfonilurea, yaitu jenis obat yang berguna untuk meningkatkan jumlah produksi insulin. Contoh obat ini antara lain glyburide (seperti DiaBeta dan Glynase), glipizide (seperti Glucotrol), dan glimepiride (seperti Amaryl). Efek samping dari obat ini adalah penurunan kadar gula serta kenaikan berat badan pasien.
  • Meglitinides, obat ini bekerja seperti sulfonilurea yaitu dengan memproduksi lebih banyak insulin. Akan tetapi sistem kerja dari obat ini lebih cepat daripada sulfonilurea. Contoh obat ini adalah repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix).
  • Thiazolidinediones, yaitu jenis obat yang dapat membuat jaringan tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain adalah penambahan berat badan, peningkatan risiko gagal jantung dan patah tulang. Contoh obat ini antara lain adalah Rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).
  • DPP-4 inhibitor, yaitu jenis obat yang dapat membantu mengurangi kadar gula darah, dengan efek samping yang cenderung lebih kecil. Contoh obat ini antara lain adalah sitagliptin (Januvia), saxagliptin (Onglyza) dan linagliptin (Tradjenta).
  • GLP-1 receptor agonists, yaitu jenis obat yang dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu menurunkan kadar gula darah. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain adalah mual, serta dapat meningkatkan resiko pankreatitis. Contoh obat ini antara lain Exenatide (Byetta) dan liraglutide (Victoza).
  • GLT2 inhibitor, yaitu jenis obat yang bekerja dengan mencegah ginjal dari reabsorbing gula dalam darah dan mengekskresikannya dalam urin. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain adalah infeksi ragi dan infeksi saluran kemih. Contoh obat ini adalah canagliflozin (Invokana) dan dapagliflozin (Farxiga).
  • Terapi insulin, terapi ini dilakukan sebagai pilihan terakhir dari pengobatan diabetes, yaitu dengan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh pasien.

 

  1. Operasi bariatrik

Yaitu operasi yang dilakukan dengan cara memotong sebagian dari usus kecil yang memiliki efek untuk menurunkan kadar gula darah. Resiko yang bisa ditimbulkan antara lain adalah kekurangan nutrisi dalam tubuh, osteoporosis, serta kematian.

 

 

Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Untuk wanita hamil, terutama untuk usia kandungan yang berada diatas 6 bulan, maka tingkat gula darah yang ada didalam darah biasanya akan mengalami peningkatan yang tinggi dari batas normalnya. Dan sebagian orang yang beranggapan mengenai situasi yang alami terjadi pada ibu hamil. Meskipun kadar glukosa tidak akan kembali menjadi normal lagi setelah melahirkan, namun Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil harus mendapatkan penanganan yang baik. Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, maka ibu hamil akan beresiko besar dalam memperparah kondisi dari penyakit diabetes tipe 2 setelah selama beberapa tahun pasca kehamilan berlangsung.

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil dan penyebabnya adalah karena insulin yang tidak bisa bekerja dengan baik sebagaimana mestinya. Hormon dari kehamilan yang bisa menghambat dan menghalangi insulin untuk menjalankan tugasnya. Hal ini berakibat dari kadar gula darah yang semakin tinggi. Penyebab dari Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil ini mirip dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Oleh sebab itulah, penyakit Diabetes Gestasional ini adalah sub tipe dari penyakit diabetes tipe 2.

 

Beberapa faktor resiko dari penyakit Diabetes Gestasional adalah :

  • Mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit Diabetes Gestasional sebelumnya
  • Usianya diatas 25 tahun disaat sedang hamil
  • Mempunyai tekanan darah tinggi
  • Mempunyai ukuran berat badan yang berlebih sebelum kehamilan
  • Pernah melahirkan bayi yang lebih dari 4 kg atau makrosomia sebelumnya.

 

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil adalah biasanya tidak menunjukkan suatu gejala sama sekali. Dan jika memang ada gejala yang muncul, maka biasanya gejala tersebut bersifat ringan dan sering dikaitkan dengan keadaan alami sedang dalam masa kehamilan. Level atau tingkatan dari kadar gula darah atau glukosa biasanya juga akan kembali menjadi normal lagi setelah melahirkan.

 

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil yang biasanya terjadi adalah :

  • Pandangan menjadi kabur
  • Mengalami kelelahan
  • Sering mengalami infeksi disaat sedang mengalami luka, kulit dan juga vagina
  • Sering mengalami buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan meskipun nafsu makan mengalami peningkatan

 

Biasanya penyakit Diabetes Gestasional memang tidak pernah menunjukkan gejala apapun, sehingga harus melakukan pemeriksaan tes, dan juga screening untuk semua wanita hamil agar melakukan deteksi pada penyakit ini. Penyakit Diabetes Gestasional yang terjadi di masa kehamilan baisanya terjadi sekitar 2-5% dari semua kasus kehamilan. Dan untuk penyakit ini biasanya bersifat sementara dan akan mengalami peningkatan atau bahkan menghilangkan pasca melahirkan. Penyakit ini bisa disembuhkan, namun hal yang paling penting dilakukan adalah membutuhkan pengawasan medis yang cocok dan tepat selama masa kehamilan berlangsung.

 

Namun walaupun penyakit Diabetes Gestasional ini sifatnya adalah sementara, jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik maka akan membahayakan kesehatan janin dan juga si ibu. Resiko yang bisa saja terjadi adalah makrosomia atau berat badan bayi yang berlebihan, penyakit jantung bawaan, mengalami kelainan pada sistem saraf pusat, dan juga mengalami cacat otot rangka. Peningkatan dari hormon insulin janin biasanya akan membantu dalam menghambat produksi dari subfaktan janin dan bisa menyebabkan terjadinya sindrom gangguan pada pernapasan.

 

Selain itu juga hyperbillirubinemia yang bisa terjadi sebagai suatu akibat dari kerusakan sel darah merah. Dan untuk kasus yang semakin parah, bisa menimbulkan kematian sebelum proses kelahiran berlangsung. Dan biasanya yang sering terjadi adalah suatu akibat dari perfuse plasenta yang sangat buruk akibat dari vaskular yang mengalami kerusakan. Selain itu induksi kehamilan yang terjadi yang bisa dijadikan sebagai suatu indikasi dengan penurunan dari fungsi plasenta. Dan operasi sesar yang jika dilakukan akan beresiko besar pada bayi, dan menimbulkan resiko luka yang berkaitan dengan terjadinya makrosomia, misalnya adalah seperti distosia bahu.

 

Salah satu cara yang bisa membantu mencegah dan juga mengendalikan gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil adalah dengan melakukan senam kehamilan. Melakukan aktivitas dan juga melakukan olahraga ringan yang baik bagi wanita hamil serta untuk kandungan mereka salah satunya adalah dengan melakukan senam kehamilan. Hal ini sangat berguna bagi keduanya, dan selain itu juga bisa membantu menjaga kadar gula darah didalam darah agar tetap dalam keadaan yang normal.

Selain itu, cara mengatasi dan mencegah penyakit Diabetes Gestasional adalah :

  • Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak serta protein
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat lewat sayuran dan juga buah-buahan dan juga mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.
  • Mengurangi asupan makanan dengan kandungan gula yang tinggi

 

Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus

 

Obat Alami Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus atau yang biasa disebut kencing manis terjadi ketika kadar gula darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan karena tidak adanya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, insulin ini berfungsi sebagai pengubah glukosa menjadi energi. Jika hormon insulin ini tidak ada maka kadar glukosa atau kadar gula dalam darah terus meningkat, dan terjadilah Penyakit Diabetes Melitus(kencing manis). Banyak faktor yang bisa menyebabkan Penyakit Diabetes Melitus, diantaranya adalah faktor keturunan, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, cara hidup dan pola makan yang tidak sehat serta akibat kerusakan sel lainnya seperti kerusakan pankreas. Segera atasi sekarang juga sebelum terlambat dengan pola hidup sehat dan pola makan teratur dan dibantu dengan mengkonsumsi obat diabetes dari bahan herbal untuk berkhasiat mengatasi masalah Penyakit Diabetes Melitus.

Waspada Komplikasi Penyakit Diabetes Melitus !

Obat Penyakit Diabetes Melitus alami seiring waktu, glukosa atau kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan dampak negatif seperti:

  1. Kerusakan saraf dan pembuluh darah
  2. Serangan penyakit jantung
  3. Stroke
  4. Masalah penyakit ginjal
  5. Kebutaan
  6. Kerusakan pada gusi dan gigi
  7. Amputasi
  8. Masalah dengan kehamilan

Penderita Penyakit Diabetes Melitus butuh kesabaran tinggi untuk bisa sembuh dan keluar dari zona kungkungan Penyakit Diabetes Melitus karena ketidak disiplinan anda melakukan terapi dan pengaplikasian pola dan gaya hidup salah akan membuat penyakit diabetes anda tak kunjung sembuh dengan kadar gula darah yang terus menanjak naik semakin tinggi, untuk itu ini ada beberapa resep berbahan herbal yang bisa anda racik sendiri menjadi obat ampuh dan manjur untuk menyembuhkan Penyakit Diabetes Melitus atau biasa disebut kencing manis.

 

  1. Daun Sambiloto.

Sambiloto mandapat julukan “the king of pahitt” dan mengandung senyawa kimia androgapholide yang memiliki fungsi baik untuk:

  1. Melindungi organ hati.
  2. Mereduksi enzim parasit CDK4 yang memberikan penguatan tubuh dari serangan kanker.
  3. Meningkatkan antibodi.

 

  1. Buah Pare.

Buah pare yang biasa di masak sayur itu ngak tahunya bagus untuk mendopping kesehatan organ hati dan memaksimal produksi hormon insulin serta memicu produksi sel beta prancreas. Sehingga buah pare sangat bagus di konsumsi oleh penderita diabetes atau kencing manis.

3. Buah Mengkudu.

Mengkudu selain berkhasiat untuk obat penurun darah tinggi juga berkekuatan sangat baik untuk menurunkan kadar gula dalam, sehingga buah pace ini di anjurkan untuk di konsumsi oleh penderita diabetes bisa di makan langsung, di buat jus atau dalam bentuk sudah di olah seperti kapsul mengkudu hpai.

Untuk ramuan obat herbal diabetes berbhan 100% buah mengkudu anda tinggal memeras mengkudu yang matang pohon dan segera meminum airnya secara teratur setiap hari untuk mendapat proses penurunan kadar gula darah yang signifikan.

 

  1. Mengobati diabetes dengan sayur buncis.

Untuk terapi pengobatan kencing manis dengan sayur buncis sangat mudah, anda hanya tinggal memasaknya menjadi sayuran matang dan menjadikan lauk makan sehari hari. Rutin rutinlah masak sayur buncis agar gula darah anda segera turun.

 

  1. Madu hitam rasa pahit.

Madu hitam di percaya cukup ampuh sebagai obat untuk penderita diabetes melitus karena perpaduan madu asli plus herba herba berasa pahit seperti sambiloto, brotowali dll tak hanya bagus buat obat bagi penderita kencing manis saja banyak penyakit lain yang bisa di bantu penyembuhannya dengan madu hitam rasa pahit ini seperti kolesterol, asam urat , stroke, impotensi dll.

 

Penyakit Diabetes Melitus

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus dan Kolesterol

Diabetes Melitus dan Kolesterol

 

Diabetes Melitus dan Kolesterol, Secara langsung kolesterol dan gula darah tidak ada keterkaitan, namun keduanya ada di dalam darah dan pembuluh darah.  Kolesterol dan Gula Darah dapat berdampak pada jenis penyakit yang sangat ditakuti, seperti jantung dan diabetes melitus.  Sejauh manakah keterkaitan antara kolesterol dan gula darah.  Berikut penjelasannya yang perlu Anda pahami sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan mandiri.

Diabetes Melitus dan Kolesterol

Diabetes Melitus dan Kolesterol

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi hati dan dipergunakan untuk memelihara sel membran, dan salah satunya terdapat dalam pembuluh darah.  Kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jika tak dikendalikan, LDL akan membuat plak di pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran darah dan pembuluh darah rentan pecah. Pecahnya pembuluh darah bisa berakibat kecacatan hingga kematian. Diabetes Melitus

Sedangkan Gula Darah adalah jumlah kandungan gula dalam sel darah.  Untuk mengurangi kolesterol banyak orang mengkonsumsi obat statin jenis atorvastatin, rasuvastatin, dan simvastatin.  Jenis obat tersebut berakibat negatif dengan membuat kurangnya produksi insulin yang berguna untuk mengantarkan gula darah menjadi cadangan makanan. Jika kondisi Anda sudah mengalami kekurangan insulin, maka dampak penyakit diabetes menjadi potensial terjadi.  Fakta ini memperjelas Anda bahwa obat tidak selalu menjadi solusi bagi kesehatan, justru lakukan pencegahan sejak dini dengan pola makan dan gaya hidup sehat.  Jika Anda tetap tidak dapat menghentikan konsumsi statin sebagai penurun kolesterol, maka perlu diseimbangkan pula penggunaan obat penurun kadar gula darah.  Menjaga kadar kolesterol dan kadar gula darah dapat dilakukan sejak dini dengan pola makan sehat dan aktivitas olah raga yang teratur.

Gambaran yang khas, kadar trigliserida tinggi dan kadar HDL kolesterol rendah (lemak baik). Meskipun demikian jarang dijumpai peningkatan kadar trigliserida yang sangat tinggi kecuali jika penyakit diabetes melitusnya tidak terkendali.

Kadar lemak darah akan membaik jika pengendalian kadar gula darah cukup efektif, baik pengendalian dalam soal makanan maupun penggunaan obat obatan untuk diabetes melitus. Pada kadar gula darah yang tak terkendali, resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah lain sangat tinggi. Atas dasar hal ini, kelainan kolesterol darah pada penderita diabetes melitus seringkali memerlukan obat untuk mengendalikannya. Banyak penghidap diabetes melitus tipe dua yang juga mengalami kegemukan, kadar kolesterol dan diabetes melitus nya akan membaik jika dapat menurunkan berat badan.

Ada dua pola kegemukan dan obesitas. Pertama obesitas yang terdapat pada pundak dan pantat yang sering terjadi pada perempuan (pola ginekoid). Kedua obesitas yang terdapat pada lingkar pinggang yang lebih banyak dijumpai pada laki laki (pola android). Resiko terkena penyakit jantung akan meningkat 50% terutama pada obesitas tipe android. Penyebabnya masih belum jelas, tetapi diduga terkait dengan peningkatan tekanan darah dan gangguan cara tubuh mengelola lemak yang diperoleh dari makanan.

Kelainan kadar lemak darah pada obesitas pola android mirip yang terjadi pada penderita kencing manis, yaitu peningkatakn kadar trigleserida bersama dengan rendahnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Pada obesitas pola ginekoid, kadar lemak darah biasanya tetap normal dan resiko terjadinya penyakit jantung koroner lebih rendah dari pola android. Meskipun demikian, kadar lemak darah pada obesitas seperti pada penderita diabetes melitus akan membaik jika berat badan diturunkan. Sayangnya banyak penderita diabetes melitus yang sulit menurunkan berat badan.

Untuk mengobati dan mencegah diabetes melitus dan kolesterol, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb. Diabetes Melitus

Diabetes Melitus dan Kolesterol

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Retinopati

Diabetes Retinopati

 

Diabetes Retinopati adalah gangguan pembuluh darah di retina pada pasien yang mengidap diabetes mellitus. Retinopati adalah kondisi yang mempengaruhi kerja retina mata, yang merupakan lapisan syaraf yang berada di bagian belakang mata dan yang menangkap gambar yang dilihat mata dan mengirimkan informasinya ke otak agar dapat diterjemahkan oleh otak. Diabetes Retinopati pada awalnya menyebabkan pandangan mengabur dan dapat berkembang menjadi kebutaan jika tidak diobati. Penyakit ini juga dapat menyebabkan pembengkakan macula bagian tengah retina yang berfungsi untuk memproses penglihatan lebih rinci di mana penyakit ini lebih dikenal dengan nama edema makula, yang makin memperburuk pandangan bagi penderita diabetes.

Diabetes Retinopati

Diabetes Retinopati

Sebagai komplikasi umum dari diabetes mellitus, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan dan gangguan penglihatan lainnya. Retinopati diabetik terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk retinopati non-proliferatif, makulopati diabetik dan retinopati proliferatif.

Retinopati non-proliferatif terjadi pada tahap awal penyakit. Kapiler kecil di retina dapat melemah atau hancur, darah bocor yang kemudian membentuk titik-titik seperti perdarahan. Makulopati dapat berkembang ketika akumulasi cairan di bagian tengah retina (makula) menyebabkan penebalan jaringan, pembengkakan (edema makula) dan perdarahan yang luas, menyebabkan penglihatan kabur, terdistorsi atau berkurang.

Pada tahap selanjutnya, karena arteri tidak berfungsi dengan baik untuk membawa oksigen ke sel-sel mata, sel-sel retina menjadi iskemik (kekurangan oksigen). Berikutnya, pembuluh-pembuluh darah baru yang lemah tumbuh (neovaskularisasi). Pertumbuhan pembuluh darah abnormal dapat menyebabkan bintik-bintik (floater), hemoragi vitreous atau glaukoma. Akhirnya, pembuluh darah ekstra terus tumbuh, yang juga terus bocor, bekas luka dapat membentuk, dan retina dapat melepaskan diri dari membran di belakang mata, menyebabkan kebutaan.

Tanda dan Gejala dari Diabetes Retinopati

Pada tahap awal, Diabetes Retinopati biasanya tidak memunculkan gejala yang terlihat. Tanda adanya kerusakan pada retina biasanya baru dapat diketahui pada tahap lanjutan, saat pasien sudah menderita penurunan kemampuan penglihatan yang biasanya sudah tidak dapat diobati lagi. Gejala dari tahapan penyakit Diabetes Retinopati ini termasuk :

  • Penglihatan yang kabur
  • Sulit melihat saat malam
  • Munculnya benang tipis atau tikit dalam penglihatan (biasa disebut floaters)
  • Penglihatan yang berubah-ubah
  • Ketidakmampuan untuk melihat warna dengan benar
  • Titik gelap atau lubang dalam pandangan
  • Kehilangan kemampuan penglihatan (dalam tahap lanjutan)

Penyebab Diabetes Retinopati

Diabetes Retinopati pada umumnya disebabkan oleh diabetes. Pada prinsipnya, retina mata perlu dialiri darah secara teratur agar dapat bekerja dengan baik. Diabetes sendiri adalah kondisi yang menyebabkan kelainan pada kemampuan tubuh dalam menyimpan dan memproses gula dalam tubuh, terutama yang akan digunakan dalam darah. Orang yang menderita diabetes pada umumnya memiliki kadar gula yang tinggi. Karenanya, pengaliran darah yang berkadar gula tinggi dapat menyebabkan kerusakan penglihatan dalam dua cara :

  1. Penyempitan pembuluh darah di mata, yang dapat mengakibatkan kebocoran atau terjadi pendarahan, dan penimbunan cairan dan materi berlemak dalam retina, yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi edema makula, yang akan menyebabkan penglihatan yang kabur.
  1. Kerusakan yang mungkin terjadi pada pembuluh darah dekat area retina mata akan menyebabkan tubuh secara alami merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang baru yang lebih lemah; kondisi yang biasa disebut neovascularization. Jika pembuluh darah tumbuh di sekitar area pupil, glaukoma bisa muncul karena adanya tekanan tambahan dalam mata. Pembuluh darah yang baru ini sangat lemah dan rentan terhadap akan terjadinya pendarahan dan dapat menyebabkan bekas luka, yang dapat menyebabkan retina lepas dari bagian belakang mata. Jika dibiarkan, lepasnya retina ini dapat menyebabkan kerusakan penglihatan yang parah dan juga kebutaan.

Tidak semua penderita diabetes dapat menjangkit Diabetes Retinopati. Namun, pasien diabetes yang tidak dirawat dengan baik memiliki kemungkinan 25 kali lebih besar dalam menderita penurunan kemampuan penglihatan dibandingkan orang biasa.

Para penderita diabetes juga memiliki tekanan darah tinggi dan dengan tingkat kolesterol yang tinggi, sehingga mempunyai risiko lebih besar menderita Diabetes Retinopati. Ditambah, semakin lama seseorang menderita diabetes, kemungkinan untuk menderita Retinopati juga menjadi lebih besar. Perawatan yang tepat dan teratur dapat mengurangi kemungkinan penderita Retinopati dan risiko masalah penglihatan serius yang permanen. Diabetes Retinopati

Diabetes Retinopati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Kering Dan Cara Mencegah

Diabetes Kering Dan Cara Mencegah

 

Diabetes kering adalah sebuah tahapan awal dari diabetes golongan 2. Penderita diabetes yang satu ini, insulin di dalam tubuhnya sudah kebal (resisten) terhadap gula (glukosa) darah. Dengan kata lain, insulin di dalam tubuhnya sudah rusak. Akibatnya, gula (glukosa) yang masuk ke dalam tubuhnya tak mampu lagi dikonversikan menjadi gula otot (glikogen). Dengan begitu, kadar glukosa darahnya akan naik drastis dari keadaan normal. Sebagai informasi, kadar glukosa darah normal itu adalah 150 mg/dL dan penyakit diabetes itu kadar glukosa darahnya di atas angka tersebut.

Diabetes Kering Dan Cara Mencegah

Diabetes Kering Dan Cara Mencegah

Diabetes kering merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya jika terlalu lama dibiarkan, maka untuk dapat menyembuhkannya harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat tentunya. Selain itu juga, agar penyakit ini tidak sering kambuh anda harus menjaga asupan makanan agar gula darah yang terdapat dalam tubuh anda tidak naik sehingga menyebabkan penyakit yang cukup serius. Untuk itu bagi penderita diabetes kering dianjurkan pintar-pintar memilih makanan yang cocok dikonsumsi.

Pada penderita diabetes sangat diwajibkan untuk mengontrol makanan yang dikonsumsi setiap harinya agar tidak terjadi lonjakan kadar gula dalam darah. Sebaiknya, penderita diabetes mengkonsumsi makana yang mengandung glokosa rendah sehingga kadar glukosa dalam darah bisa stabil.

Gejala dan Tanda Diabetes Kering

Berikut beberapa gelaja dan tanda yang perlu diwaspadai dari diabetes kering :

  • Peningkatan rasa lapar. Hal ini terjadi akibat glukosa darah yang terus dibuang tanpa disalurkan ke sel-sel tubuh.
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil. Hal ini terjadi akibat pembuangan glukosa dan air ke dalam urin secara terus menerus tanpa melalui proses penyaringan yang normal (dehidrasi).
  • Mulut kering akibat dehidrasi.
  • Napas berbau buah. Hal ini terjadi akibat pembentukan keton (zat yang baunya menyerupai buah-buahan) sebagai hasil proses pembakaran lemak dengan aseton sebagai sumber energi.
  • Penglihatan yang kabur. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi yang membuat perubahan lensa mata.
  • Pegal otot akibat dehidrasi.
  • Hal ini karena fluktuasi gula darah yang membuat mood berubah-ubah.
  • Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi.
  • Gatal yang juga akibat kadar gula darah yang tinggi.
  • Berat badan yang turun drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Penyebab Diabetes Kering

Salah satu penyebab penyakit diabetes kering ialah sebagai berikut :

  • Pola makan yang tidak beraturan penyebab diabetes kering : Karena pola makan yang tidak beraturan seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, makan makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya.
  • Obesitas penyebab penyakit diabetes kering : Orang yang mengalami obesitas akan lebih rentan timbulnya penyakit daibetes kering dalam tubuh.
  • Faktor genetik atau faktor turunan penyebab diabetes kering : Penyakit yang diturunkan orang tua kepada anaknya
  • Obat-obatan kimia penyebab diabetes kering : Obat-obatan berbahan kimia akan mengakibatkan terjadinya diabetes kering
  • Pola Hidup penyebab diabetes kering : Pola hidup yang tidak sehat dapat memicu timbulnya diabetes kering seperti kurang tidur, badab tidak digerakan dan terlalu banyak duduk.

Cara Mencegah Diabetes kering

Berikut ini cara untuk mencegah dan mengontrol diabetes kering :

  1. Mengontrol Gula Darah

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

  1. Selalu Menjaga Asupan Makanan

Menjaga asupan kalori dalam tubuh merupakan langkah yang penting untuk mencegah timbulnya diabetes kering. Asupan makanan yang mengandung kalori berlebih dapat menimbulkan obesitas yang menjadi salah satu penyebab gangguan ini. Untuk itu, sebaiknya menghindari konsumsi makanan ataupun minuman yang terlalu manis.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Dengan melakukan kegiatan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mempertahankan berat badan normal, sehingga terhindar dari gangguan obesitas. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

  1. Menghindari Stres

Stress memiliki peranan yang tak kalah besar terjadinya gangguan diabetes, yaitu memicu resistensi insulin sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol. Selain itu, penyebab stress juga dapat meningkatkan resiko obesitas, serta tekanan darah tinggi.

  1. Menghindari Rokok

Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes kering. Untuk itu, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut.

Setelah mengenal gejala dan tanda-tanda diabetes kering, maka apabila merasakan gejala dan tanda timbulnya diabetes, segera periksakan kadar gula darah, agar terhindar dari resiko yang lebih parah.Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyakit diabetes kering. Cek selalu kesehatan tubuh Anda. Semoga bermanfaat.

Diabetes Kering Dan Cara Mencegah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Ketoasidosis

Diabetes Ketoasidosis

 

Diabetes Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut Diabetes Melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi. Keadaan tersebut merupakan keadaan serius yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ketoasidosis dapat terjadi kapan saja terutama pada penderita Diabetes Melitus tipe 1.

Diabetes Ketoasidosis

Diabetes Ketoasidosis

Berbeda dengan Diabetes Melitus tipe 1, pada Diabetes Melitus tipe 2, diabetes ketoasidosis terjadi pada keadaan-keadaan tertentu. Hal ini karena biasanya penderita Diabetes Melitus tipe 2 lebih sering mengalami koma hiperosmolar non ketotik. Seringkali terjadinya diabetes ketoasidosis diawali dari tidak patuhnya diabetesein pada pola diet yang telah ditetapkan.

Disamping itu, diabetes ketoasidosis sering juga terpicu oleh jarangnya para diabetesein untuk melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah serta kadar gula urin secara berkala.

Gejala Diabetes Ketoasidosis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala utama pada diabetes ketoasidosis fase awal adalah:

  • Napas pendek atau sesak napas.
  • Volume urin meningkat.
  • Merasa haus terus menerus.
  • Peningkatan kadar gula darah dan/atau ketone.
  • Sakit Perut.

Jika tidak ditangani, penderita akan mengalami gejala-gejala:

  • Detak jantung lebih cepat (takikaardia).
  • Napas lebih cepat.
  • Pusing dan kebingungan atau linglung.
  • Napas berbau seperti obat tetes anak-anak atau pembersih kutek.
  • Mudah mengantuk.

Jika merasakan beberapa gejala di atas, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab diabetes ketoasidosis yang tidak ditangani bisa berakibat fatal. Berikut beberapa komplikasi yang bisa disebabkan diabetes ketoasidosis :

  • Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia).
  • Rendahnya kadar kalium (hipokalemia).
  • Pembengkakan otak (edema serebral).
  • Sindrom gangguan pernapasan akut.
  • Gagal ginjal akut.

Penyebab Diabetes Ketoasidosis

Penyebab terjadinya diabetes ketoasidosis dikaitkan dengan kadar hormon insulin pada darah yang rendah. Keadaaan kadar insulin pada darah yang rendah menyebabkan kadar glukosa pada darah menjadi tinggi. Hormon insulin diperlukan pada proses penyerapan nutrisi agar gula dapat masuk ke dalam sel guna didistribusikan ke seluruh tubuh untuk dijadikan sumber energi. Hormon insulin juga membantu menyimpan cadangan lemak di sel lemak dari hasil pencernaan makanan.

Ketika kadar hormon insulin dalam darah ditingkat rendah, maka gula tidak dapat masuk kedalam sel untuk diproses menjadi sumber energi. Jika demikian, tubuh akan mengkompensasikannya dengan cara menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif. Namun karena penggunaan lemak tidak dapat sempurna dibakar, maka akan dihasilkan suatu zat yang disebut badan keton. Badan keton akan terakumulasi di dalam darah dan akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin.

Terdapatnya badan keton didalam urin disebut ketonuria. Kadar glukosa darah yang tinggi akan menyebabkan kadarnya di urin meningkat. Meningkatnya kadar glukosa urin akan menyebabkan volume urin bertambah sehingga cairan didalam tubuh akan berkurang. Ketika kondisi tubuh mengalami kondisi dehidrasi, maka akan menimbulkan gejala-gejala antara lain rasa haus dan mulut kering yang merupakan tanda khas dari kadar glukosa darah yang tinggi.

Terjadinya dehidrasi dan terbentuknya badan keton membuat darah menjadi lebih asam. Keadaan darah yang menjadi lebih asam disebut ketoasidosis. Pada kasus yang berat di mana dehidrasi yang terjadi sangat hebat dan kadar hormon insulin pada darah sangat rendah, penderita Diabetes Melitus dapat mengalami koma. Dimana seseorang dalam keadaan koma merupakan keadaan gawat darurat yang mewajibkan pasien untuk segera dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan yang layak.

Untuk mengobati dan mencegah diabetes ketoasidosis, Anda dapat mengobati dan mencegah diabetes pada anak dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Diabetes Ketoasidosis

Posted in Uncategorized | Leave a comment