Penyebab Diabetes Kering

Penyebab Diabetes Kering

Penyebab Diabetes Kering

Penyebab Diabetes Kering – Diabetes merupakan suatu gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah meningkat dan melebihi batas normal. Diabetes sering kali dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan obesitas (kelebihan berat badan) maupun orang-orang yang telah lanjut usia. Akan tetapi, anak-anak, orang dewasa, maupun orang yang telah berusia produktif juga dapat terkena gangguan ini.

Dalam diabetes ada istilah diabetes kering dan diabetes basah. Dalam uraian kali ini akan dibahas Penyebab Diabetes Kering. Apa Penyebab Diabetes Kering itu? Untuk mengenalinya lebih jauh, simak uraian berikut ini.

Diabetes kering adalah sebuah tahapan awal dari diabetes golongan 2. Ya, penderita diabetes yang satu ini, insulin di dalam tubuhnya sudah kebal (resisten) terhadap gula (glukosa) darah. Dengan kata lain, insulin di dalam tubuhnya sudah rusak. Akibatnya, gula (glukosa) yang masuk ke dalam tubuhnya tak mampu lagi dikonversikan menjadi gula otot (glikogen). Dengan begitu, kadar glukosa darahnya akan naik drastis dari keadaan normal. Sebagai informasi, kadar glukosa darah normal itu adalah 150 mg/dL dan penyakit diabetes itu kadar glukosa darahnya di atas angka tersebut.

 

Gejala Diabetes Kering

Berikut beberapa gelaja dan tanda yang perlu diwaspadai dari diabetes kering :

  • Peningkatan rasa lapar. Hal ini terjadi akibat glukosa darah yang terus dibuang tanpa disalurkan ke sel-sel tubuh.
  • Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil. Hal ini terjadi akibat pembuangan glukosa dan air ke dalam urin secara terus menerus tanpa melalui proses penyaringan yang normal (dehidrasi). – Penyebab Diabetes Kering
  • Mulut kering akibat dehidrasi. – Penyebab Diabetes Kering
  • Napas berbau buah. Hal ini terjadi akibat pembentukan keton (zat yang baunya menyerupai buah-buahan) sebagai hasil proses pembakaran lemak dengan aseton sebagai sumber energi. – Penyebab Diabetes Kering
  • Penglihatan yang kabur. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi yang membuat perubahan lensa mata. – Penyebab Diabetes Kering
  • Pegal otot akibat dehidrasi. – Penyebab Diabetes Kering
  • Hal ini karena fluktuasi gula darah yang membuat mood berubah-ubah.
  • Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi.
  • Gatal yang juga akibat kadar gula darah yang tinggi.
  • Berat badan yang turun drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus. – Penyebab Diabetes Kering

 

Setelah mengenal gejala diabetes kering, maka apabila merasakan gejala timbulnya diabetes kering, segera periksakan kadar gula darah, agar terhindar dari resiko yang lebih parah. – Penyebab Diabetes Kering

 

Penyakit diabetes kering merupakan penyakit yang cukup menonjol diantara penyakit-penyakit lain, seperti jantung dan pembuluh darah serta penyakit kanker. Bahkan pasien penyakit diabetes kering kini mencapai 2.1% dari seluruh penduduk dunia (171 juta orang penderita penyakit diabetes kering pada tahun 2000 menurut WHO). Penyakit diabetes ini dikenal dengan penyakit kencing manis, penyakit gula, penyakit gula darah. Penyakit ini bisa terjadi dikarenakan kadar gula darah dalam tubuh seseorang sehingga gula dalam darah tesebut tidak dapt digunakan oleh tubuh. Karbohidrat yang terdapat dalam makanan yang dimakan akan dirubah menjadi gula atau glukosa dan disalurkan ke seluruh tubuh setelah itu dijadikan energi dengan bantuan insulin. Penderita penyakit diabetes kering ini mempunyai badan yang kurus dan kering,

 

Penyebab Diabetes Kering

Sebenarnya pada istilah kedokteran tidak ada diabetes dengan jenis diabetes kering dan basah hanya saja pada istilah kedokteran diabetes terbagi pada 2 bagian yaitu Diabetes tipe 1 dan tipe2. Salah satu Penyebab Diabetes Kering adalah sebagai berikut:

 

  • Pola Makan yang Tidak Beraturan

Pola makan yang tidak beraturan seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, mengkonsumsi makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya yang memiliki nilai gizi yang rendah seperti junk food juga memicu kepada Penyebab Diabetes Kering. Karena kelebihan asupan gula darah dalam tubuh akibat makanan atau minuman yang kurang bergizi akan menimbulkan penyakit yang fatal. Karena itu kita selalu dianjurkan untuk makan makanan yang banyak mengandung zat yang dibutuhkan dalam tubuh misalnya sayur dan buah-buahan.

  • Obesitas

Penyebab Diabetes Kering

Penyebab Diabetes Kering lainnya adalah orang yang mengalami obesitas akan lebih rentan mengalami penyakit daibetes kering dalam tubuh. Karena kebanyakan orang yang mengalami obesitas adalah orang yang terlalu banyak mengandung gula darah dan lemak dalam tubuhnya sehingga zat-zat lainnya lebih sulit di serap oleh tubuh. Karena itu kita harus tetap menjaga keseimbangan tubuh kita dengan melakukan diet sehat.

  • Pola Hidup yang tidak sehat

Pola hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi Penyebab Diabetes Kering seperti kurang tidur, badan tidak digerakan dan terlalu banyak duduk. Penderita penyakit diabetes kering harus menghindari mengkonsumsi gula, makanan yang manis-manis,dan makanan yang banyak tepung. Dan dianjurkan untuk mengkonsumsi jus sayuran, seperti kobis, wortel, paprika, dan kacang panjang. – Penyebab Diabetes Kering

 

 

Penyebab Diabetes Kering diatas harus diketahui dan saran untuk penderita penyakit diabetes kering pada saat sakit adalah dengan memeriksakan glukosa darah lebih sering dari biasanya. Jika perlu dan jika memungkinkan setiap 4 jam sekali. Jika memungkinkan, tetap makan teratur. Jika muncul mual dan muntah, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan lunak dan cair dalam porsi kecil tetapi sering dengan jumlah kalori totalnya sama seperti biasa. Cobalah minum 400 cc air setiap satu jam, misalnya teh, jus buah, atau minuman soda diet. Minum banyak cairan bebas kafein setiap jam untuk mencegah kekurangan cairan tubuh. Minum sedikit demi sedikit secara perlahan akan membantu jika terdapat rasa sakit dibagian lambung (ulu hati).

 

 

Penyebab Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Penyebab Diabetes Hipoglikemia – Apa sih diabetes hipoglikemia itu? Diabetes hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah lebih dari 60 mg/dl yang ditandai dengan gejala berupa keringat dingin, lemas sampai hilang kesadaran. Diabetes hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes disebabkan oleh peningkatan konsentrasi insulin dalam darah atau penurunan kadar glukosa darah.

Diabetes hipoglikemia, juga disebut glukosa darah rendah atau gula darah rendah, terjadi ketika glukosa darah turun di bawah tingkat normal. Glukosa, sumber energi yang penting bagi tubuh yang berasal dari makanan. Karbohidrat adalah sumber makanan utama glukosa. Nasi, kentang, roti, sereal, susu, buah-buahan, dan permen adalah semua makanan yang kaya karbohidrat.

Diabetes hipoglikemia merupakan momok yang sangat menakutkan bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus. Bila tidak segera teratasi, hipoglikemia dapat berakibat sangat fatal. Untungnya gejala hipoglikemia dapat dengan mudah dikenali oleh pasien sehingga penanganan menjadi lebih cepat.

 

 

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi Penyebab Diabetes Hipoglikemia, diantaranya :

  • Dosis suntikan insulin terlalu banyak

Yang menjadi Penyebab Diabetes Hipoglikemia utama adalah saat menyuntikan obat insulin terlalu banyak, Anda harus tahu dan paham dosis obat yang anda suntik sesuai dengan kondisi gula darah saat itu. Celakanya, terkadang pasien tidak dapat memantau kadar gula darahnya sebelum disuntik, sehingga dosis yang disuntikan tidak sesuai dengan kadar gula darah saat itu. Memang sebaiknya bila menggunakan insulin suntik, pasien harus memiliki monitor atau alat pemeriksa gula darah sendiri.

  • Lupa makan atau makan terlalu sedikit

Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi obat insulin dengan kerja lambat dua kali sehari dan obat yang kerja cepat sesaat sebelum makan. Kadar insulin dalam darah harus seimbang dengan makanan yang dikonsumsi. Jika makanan yang anda konsumsi kurang maka keseimbangan ini terganggu dan menjadi pemicu Penyebab Diabetes Hipoglikemia..

  • Aktifitas terlalu berat

Penyebab Diabetes Hipoglikemia lainnya adalah akibat olahraga atau aktifitas berat lainnya memiliki efek yang mirip dengan insulin. Saat anda berolahraga, Anda akan menggunakan glukosa darah yang banyak sehingga kadar glukosa darah akan menurun. Maka dari itu, olahraga merupakan cara terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah tanpa menggunakan insulin.

  • Minum alkohol tanpa disertai makan

Meminum alkohol tanpa disertai makan sebelumnya akan menganggu pengeluaran glukosa dari hati sehingga kadar glukosa darah akan menurun secara drastis, karena itu akan menjadi Penyebab Diabetes Hipoglikemia.

  • Menggunakan tipe insulin yang salah pada malam hari

Pengobatan diabetes yang intensif terkadang mengharuskan anda mengkonsumsi obat diabetes pada malam hari terutama yang bekerja secara lambat. Penyebab Diabetes Hipoglikemia juga disebabkan karena Anda salah mengkonsumsi obat misalnya Anda meminum obat insulin kerja cepat di malam hari maka saat bangun pagi, anda akan mengalami hipoglikemia.

  • Penebalan di lokasi suntikan

Dianjurkan bagi mereka yang menggunakan suntikan insulin agar merubah lokasi suntikan setiap beberapa hari. Menyuntikan obat dalam waktu lama pada lokasi yang sama akan menyebabkan penebalan jaringan dan menjadi salah satu Penyebab Diabetes Hipoglikemia. Penebalan ini akan menyebabkan penyerapan insulin menjadi lambat.

  • Kesalahan waktu pemberian obat dan makanan

Tiap obat insulin sebaiknya dikonsumsi menurut waktu yang dianjurkan. Anda harus mengetahui dan mempelajari dengan baik kapan obat sebaiknya disuntik atau diminum sehingga kadar glukosa darah menjadi seimbang. Agar tidak menjadi pemicu Penyebab Diabetes Hipoglikemia.

  • Penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan glukosa

Beberapa penyakit seperti celiac disease dapat menurunkan penyerapan glukosa oleh usus. Hal ini menyebabkan insulin lebih dulu ada di aliran darah dibandingan dengan glukosa. Insulin yang kadung beredar ini akan menyebabkan kadar glukosa darah menurun sebelum glukosa yang baru menggantikannya.

  • Gangguan hormonal

Penyebab Diabetes Hipoglikemia terjadi pada orang dengan diabetes yang terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu.

  • Pemakaian aspirin dosis tinggi

Penyebab Diabetes Hipoglikemia juga karena pemakaian aspirin dosis tinggi. Aspirin dapat menurunkan kadar gula darah bila dikonsumsi melebihi dosis 80 mg. Maka dari itu untuk mencegah diabetes hipoglikemia terjadi disarankan agar Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

  • Riwayat hipoglikemia sebelumnya

Penyebab Diabetes Hipoglikemia yang terjadi sebelumnya mempunyai efek yang masih terasa dalam beberapa waktu. Meskipun saat ini anda sudah merasa baikan tetapi belum menjamin tidak akan mengalami hipoglikemia lagi.

 

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil – Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil merupakan salah satu jenis penyakit atau sub-tipe dari penyakit diabetes melitus. Kondisi ini artinya adalah bahwa perempuan yang sebelumnya tidak pernah didiagnosis menderita penyakit diabetes, namun mereka menunjukkan kadar gula darah yang tinggi selama masa kehamilan berlangsung. Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil adalah suatu gejala penyakit diabetes yang biasanya terjadi selama masa kehamilan, dan biasanya akan pulih lagi setelah melahirkan. – Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Untuk wanita hamil, terutama untuk usia kandungan yang berada diatas 6 bulan, maka tingkat gula darah yang ada didalam darah biasanya akan mengalami peningkatan yang tinggi dari batas normalnya. Dan sebagian orang yang beranggapan mengenai situasi yang alami terjadi pada ibu hamil. Meskipun kadar glukosa tidak akan kembali menjadi normal lagi setelah melahirkan, namun Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil harus mendapatkan penanganan yang baik. Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, maka ibu hamil akan beresiko besar dalam memperparah kondisi dari penyakit diabetes tipe 2 setelah selama beberapa tahun pasca kehamilan berlangsung.

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil penyebabnya adalah karena insulin yang tidak bisa bekerja dengan baik sebagaimana mestinya. Hormon dari kehamilan yang bisa menghambat dan menghalangi insulin untuk menjalankan tugasnya. Hal ini berakibat dari kadar gula darah yang semakin tinggi. Penyebab dari Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil ini mirip dengan penyakit diabetes melitus tipe 2. Oleh sebab itulah, penyakit diabete gestasional ini adalah sub tipe dari penyakit diabetes tipe 2.

Beberapa faktor resiko dari penyakit diabetes gestasional adalah :

  • Mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit diabetes sebelumnya
  • Usianya diatas 25 tahun disaat sedang hamil
  • Mempunyai tekanan darah tinggi
  • Mempunyai ukuran berat badan yang berlebih sebelum kehamilan
  • Pernah melahirkan bayi yang lebih dari 4 kg atau makrosomia sebelumnya.

 

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil biasanya tidak menunjukkan suatu gejala sama sekali. Dan jika memang ada gejala yang muncul, maka biasanya gejala tersebut bersifat ringan dan sering dikaitkan dengan keadaan alami sedang dalam masa kehamilan. Level atau tingkatan dari kadar gula darah atau glukosa biasanya juga akan kembali menjadi normal lagi setelah melahirkan. – Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil yang biasanya terjadi adalah :

  • Pandangan menjadi kabur – Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
  • Mengalami kelelahan
  • Sering mengalami infeksi disaat sedang mengalami luka, kulit dan juga vagina
  • Sering mengalami buang air kecil
  • Mual dan muntah – Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
  • Penurunan berat badan meskpun nafsu makan mengalami peningkatan

 

Biasanya penyakit diabetes gestasional memang tidak pernah menunjukkan gejala apapun, sehingga harus melakukan pemeriksaan tes, dan juga screening untuk semua wanita hamil agar melakukan deteksi pada penyakit ini. Penyakit diabetes melitus yang terjadi di masa kehamilan biasanya terjadi sekitar 2-5% dari semua kasus kehamilan. Dan untuk penyakit ini biasanya bersifat sementara dan akan mengalami peningkatan atau bahkan menghilangkan pasca melahirkan. Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil ini bisa disembuhkan, namun hal yang paling penting dilakukan adalah membutuhkan pengawasan medis yang cocok dan tepat selama masa kehamilan berlangsung.

Namun walaupun Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil ini sifatnya adalah sementara, jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik maka akan membahayakan kesehatan janin dan juga si ibu. Resiko yang bisa saja terjadi adalah makrosomia atau berat badan bayi yang berlebihan, penyakit jantung bawaan, mengalami kelainana pada sistem saraf pusat, dan juga mengalami cacat otot rangka. Peningkatan dari hormon insulin janin biasanya akan membantu dalam menghambat produksi dari subfaktan janin dan bisa menyebabkan terjadinya sindrom gangguan pada pernapasan.

Selain itu juga hyperbillirubinemia yang bisa terjadi sebagai suatu akibat dari kerusakan sel darah merah. Dan untuk kasus yang semakin parah, bisa menimbulkan kematian sebelum proses kelahiran berlangsung. Dan biasanya yang sering terjadi adalah suatu akibat dari perfuse plasenta yang sangat buruk akibat dari vaskular yang mengalami kerusakan. Selain itu induksi kehamilan yang terjadi yang bisa dijadikan sebagai suatu indikasi dengan penurunan dari fungsi plasenta. Dan operasi sesar yang jika dilakukan akan beresiko besar pada bayi, dan menimbulkan resiko luka yang berkaitan dengan terjadinya makrosomia, misalnya adalah seperti distosia bahu.

Salah satu cara yang bisa membantu mencegah dan juga mengendalikan Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil adalah dengan melakukan senam kehamilan. Melakukan aktivitas dan juga melakukan olahraga ringan yang baik bagi wanita hamil serta untuk kandungan mereka salah satunya adalah dengan melakukan senam kehamilan. Hal ini sangat berguna bagi keduanya, dan selain itu juga bisa membantu menjaga kadar gula darah didalam darah agar tetap dalam keadaan yang normal.

 

Selain itu, cara mengatasi dan mencegah Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil adalah :

  • Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak serta protein
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat lewat sayuran dan juga buah-buahan dan juga mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.
  • Mengurangi asupan makanan dengan kandungan gula yang tinggi

 

 

Gejala Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Basah

Gejala Diabetes Basah

Gejala Diabetes Basah

Diabetes basah adalah istilah yang dikenakan pada diabetes golongan 2 yang berada di fase lanjut. Diabetes ini biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Penyebabnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya jauh berada di atas kadar gula darah penderita diabetes kering.

 

Gejala Diabetes Basah

Gejala Diabetes Basah sebenarnya hampir mirip dengan gejala dan tanda diabetes kering. Hal yang membedakan memang fase dan juga keadaan fisik. Untuk lebih jelasnya, akan diuraikan semua Gejala Diabetes Basah.

Gejala Diabetes Basah dan kering yang mempunyai kesamaan diantaranya adalah :

  • adanya peningkatan rasa lapar;
  • peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil;
  • mulut kering akibat dehidrasi;
  • napas berbau buah; penglihatan yang kabur;
  • pegal otot akibat dehidrasi;
  • sensitif;
  • sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi;
  • gatal-gatal;
  • penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

 

Gejala Diabetes Basah yang hanya terjadi pada diabetes basah :

  • Gejala Diabetes Basah adanya infeksi pada jaringan kulit, jaringan saraf, dan jaringan otot.
  • Gejala Diabetes Basah adanya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Clostridium perfringens atau Bacillus fusiformis.
  • Gejala Diabetes Basah terdapatnya infeksi yang biasanya hanya terjadi pada daerah yang lembab, seperti mulut, usus, paru-paru, serviks, dan juga vulva.
  • Gejala Diabetes Basah dan adanya infeksi yang banyak terjadi di daerah kaki.

 

Gejala Diabetes Basah yang paling mudah terdeteksi adalah adanya infeksi yang sebenarnya berawal dari luka. Karena kadar gula darah yang tinggi, luka menjadi susah sembuh. Keadaan ini membuat bakteri hinggap dan akhirnya tumbuh berkembang sehingga infeksi bertambah parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada kebusukan sehingga bagian tersebut harus diamputasi (dipotong). Waspadai apabila mengalami gejala dan tanda-tanda diabetes, segera lakukan pemeriksaan sebelum mengalami diabetes yang lebih parah.

 

Penyebab Diabetes Basah

Gangguan diabetes basah dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  • Sering mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis
  • Kurang istirahat
  • Kurang berolahraga
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Stress
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi bahaya alkohol
  • Penggunaan pil kontasepsi dalam jangka waktu yang panjang

 

Pencegahan Diabetes Basah

  1. Mengontrol kadar gula dalam darah

Untuk memastikan bahwa kita tidak terjangkit penyakit diabetes basah, sebaiknya segera melakukan pengontrolan kadar gula sejak dini secara rutin. Jika diketahui kadar gula kita melebihi angka normal yaitu diatas 150 mg/ dl, sebaiknya kita segera berkonsultasi dengan dokter bagaimana upaya yang harus kita lakukan untuk menurunkan kadar gula tersebut.

  1. Melakukan kegiatan fisik dengan berolahraga secara teratur

Kurang gerak dapat memicu peningkatan resiko penyakit gula basah, yaitu dapat meningkatkan penyebab darah tinggi dan obesitas yang nantinya dapat mengganggu sistem metabolik dalam tubuh yang pada akhirnya dapat berakibat pada terjangkitnya diabetes. Centers for disease contro and prevention menyarankan untuk melakukan latihan aerobik selama +/- 2.5 jam setiap minggunya bagi orang-orang dewasa.

  1. Mendapatkan istirahat yang cukup

Kurang beristirahat atau kurang tidur dapat menyebabkan bertambahnya nafsu makan seseorang. Hal ini dapat memicu timbulnya bahaya obesitas yang menjadi salah satu penyebab diabetes. Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lain seperti menurunnya konsentrasi, maupun semangat. Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar kita dapat menjaga pola istirahat kita dengan mendapatkan tidur yang cukup yaitu sekitar 7 hingga 8 jam tiap harinya.

  1. Menghindari stress

Salah satu cara untuk terhindar dari diabetes adalah dengan menghindari penyebab stress. Stress bisa ditandai dengan timbulnya perasaan marah-marah, takut, frustasi, maupun depresi yang berlebihan.

  1. Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab diabetes, seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan maupun minuman junk food, maupun makanan atau minuman yang manis, makanan yang banyak mengandung lemak, maupun kalori.  Sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.

 

Gejala Diabetes Basah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Kering

Gejala Diabetes Kering

Apa sajakah Gejala Diabetes Kering? Gejala Diabetes Kering menjadi satu perhatian bagi khalayak publik dari tahun ke tahun prosentase angka kematian akibat diabetes semakin meningkat. Penyakit yang timbul akibat lebihnya kadar gula darah dalam tubuh ini bisa diderita siapa saja tidak hanya orang lanjut usia saja, namun anak-anak dan usia produkti juga bisa terkena. Seperti yang kita ketahui jenis penyakit diabetes terdiri dari diabetes kering dan diabetes basah. Untuk Gejala Diabetes Kering masih sedikit masyarakat mengenali gejalanya.

Gejala Diabetes Kering

Diabetes kering menjadi tahapan awal dari diabetes golongan 2 dimana insulin di dalam tubuh penderita sudah kebal terhadap gula darah atau insulin sudah mengalami kerusakan. Gejalan Diabetes Kering seringkali tidak disadari oleh penderitanya dan terkadang mengakibatkan kejadian fatal. Banyak pengobatan tradisional hingga suntik insulin menjadi jalan keluar. Lalu apa saja Gejala Diabetes Kering ini? Berikut ulasannya.

 

Berikut ini Gejala Diabetes Kering:

  1. Rasa lapar yang meningkat

Hal tersebut bisa terjadi karena glukosa dalam darah terbuang secara terus menerus tanpa disalurkan ke seluruh sel dalam tubuh. Gejala Diabetes Kering yang satu ini seringkali muncul karena salah pola makan atau akibat stress.

  1. Rasa haus meningkat dan Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Gejala Diabetes Kering rasa haus dan frekuensi buang air kecil semakin meningkat dikarenakan pembuangan glukosa dan air ke dalam urin secara terus-menerus tidak melalui proses penyaringan secara normal.

  1. Mulut Menjadi Kering

Gejala Diabetes Kering yang satu ini terjadi akibat buntut dari rasa haus meningkat sehingga memacu penderita untuk minum air lebih sering namun rasa haus masih terasa hingga membuat mulut menjadi kering. Jika sudah menandakan gejala tersebut segera kunjungi dokter untuk memeriksakan kadar gula darah Anda.

  1. Pegal Otot

Kejadian pegal otot juga diakibatkan faktor dehidrasi yang membuat otot tidak mendapatkan nutrisi. Pada Gejala Diabetes Kering ini seringkali penderita hanya menganggap sebagai pegal biasa saja padahal itu menjadi sebuah pertanda dari diabetes kering.

  1. Nafas Berbau Buah

Kenapa nafas bisa berbau buah? Hal tersebut dikarenakan adanya pembentukan keton yang berupa zat berbau buah-buahan sebagai hasil proses pembakaran lemak dengan aseton sebagai sumber energi.

  1. Pengelihatan Menjadi Kabur

Seringkali Gejala Diabetes Kering satu ini terjadi secara mendadak dimana pengelihatan menjadi kabur atau buram karena kadar gula darah tinggi membuat perubahan pada lensa mata.

  1. Sakit Kepala

Jangan meremehkan setiap kejadian sakit kepala bisa-bisa itu menjadi awal Gejala Diabetes Kering. Rasa sakit di kepala diakibatkan gula darah, pengelihatan kabur, dan tekanan darah tinggi.

  1. Berat Badan Turun Drastis

Akibat kurang asupan nutrisi pada sel, dehidrasi, dan pembakaran lemak secara terus menerus berat badan bisa menurun secara cepat. Pada ciri-ciri ini biasanya terjadi penyakit lain seperti gangguan pada persendian atau asam urat dan sering terjadi migren atau vertigo.

  1. Rasa Gatal

Rasa gatal di tubuh bisa diakibatkan kadar gula darah yang tinggi.

Itulah tadi beberapa Gejala Diabetes Kering, setidaknya untuk mencegah terjadinya diabetes kering Anda harus memulai hidup sehat dan perhatikan kadar gula darah.

 

Penyebabnya Diabetes Kering

  • Pola makan yang tidak teratur, yaitu seperti mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, makanan ringan, soft drink, maupun jenis junkfood lainnya.
  • Mengalami gangguan bahaya obesitas (kelebihan berat badan).
  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Penggunaan obat-obatan berbahan kimia.
  • Kurang beristirahat dan berolahraga.

 

Gejala Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Melitus

Gejala Diabetes Melitus

Diabetes atau dapat disebut dengan kencing manis atau penyakit gula darah. Salah satu jenis penyakit kronis yang mempunyai tanda awal berupa meningkatnya kadar gula di dalam darah akibat adanya gangguan sistem metabolisme di dalam tubuh. Diabetes ini tidak dapat disembuhkan namun kadar gula darah dapat dikontrol.

Diabetes terjadi karena kurangnya insulin, insulin merupakan zat yang dihasilkan pankreas untuk mengolah zat gula darah (glukosa) sehingga dapat menjadi energy. Namun makanan yang konsumsi tidak akan menolong, sebab gula di dalam darah tetap tidak dapat diproses menjadi tenaga secara normal, bahkan kadarnya akan terus meningkat. Peristiwa tersebut disebut dengan Hiperglikemia, yaitu penumpukan glukosa yang terjadi di dalam darah.

Gejala Diabetes Melitus

Mengenali sejak dini tentang penyakit diabetes merupakan suatu kesempatan bagi anda untuk mengendalikan gula darah bahkan mencegah timbulnya diabetes pada tubuh anda. Untuk mendeteksi pengidap diabetes yang utama yaitu dengan melakukan pemeriksaan gula darah. Kadar gula dengan pemeriksaan setelah berpuasa di atas 126 dan gula darah dengan pemeriksaan sewaktu-waktu di atas 200 disebut diabetes.

Beberapa Gejala Diabetes Melitus yang klasik yang sudah umum penderita diabetes meliputi sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar, serta badan lemas dan sering ngantuk.

Gejala Diabetes Melitus Mengenali Gejala Diabetes Melitus tipe satu pada anak tak selalu mudah karena gejala-gejalanya sering disalah artikan sebagai penyakit flu. Selain itu gejala yang timbul terkadang baru muncul setelah penyakit berjalan cukup panjang. Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki Gejala Diabetes Melitus awal sebagai berikut:

  1. Sering buang air kecil menjadi salah satu Gejala Diabetes Melitus ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala adanya diabetes, terutama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol.
  2. Gejala Diabetes Melitus yang lainnya adalah sering haus dan banyak minum karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus.
  3. Gejala Diabetes Melitus yang sangat jelas yaitu berat badan menurun tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai memecah otot dan cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar. Karenanya meski nafsu makan anak normal tetapi berat badannya sulit naik.
  4. Mudah lelah Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk energi.

Gejala-Gejala Diabetes Melitus Tahap Lanjut

Gejala Diabetes Melitus tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Gejala Diabetes Melitus tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.

  1. Gejala Diabetes Melitus ditandai dengan berat badan turun dengan cepat buat penderita diabetes, jangan senang dulu jika berat badan Anda turun dengan cepat. Ini bukan diakibatkan karena diet yang sukses, namun lebih disebabkan karena pankreas mulai rusak. Pankreas memiliki tugas memproduksi insulin yang digunakan mengolah glukosa menjadi sumber energi. Karena pankreas pada penderita diabetes gagal mengolah gula menjadi energi, maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh kemudian akan mencari sumber energi alternatif dengan membakar cadangan lemak dalam tubuh. Jika cadangan lemak habis, maka sasaran selanjutnya adalah otot. Akibatnya bobot tubuh akan terus menyusut.
  2. Gejala Diabetes Melitus sering kesemutan Gejala Diabetes Melitus ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang mengalir di ujung–ujung saraf pun berkurang.
  3. Gejala Diabetes Melitus ditandai dengan luka yang sulit sembuh ini adalah efek lain dari kerusakan pembuluh darah dan saraf selain kesemutan. Kerusakan ini mengakibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika mengalami luka. Mereka bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar gula darah yang tinggi dan tidak adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, amputasi merupakan satu-satunya jalan keluar atau solusi untuk menyembuhkannya.

Gejala Diabetes Melitus Pada Wanita

Sementara itu, sayangnya dari beberapa Gejala Diabetes Melitus khusus yang sering dialami wanita namun tidak disadari mereka. Lantas, Gejala-Gejala Diabetes Melitus apa saja itu biasanya hadir itu? Di bawah ini ada beberapa Gejala Diabetes Melitus yang dapat Anda harus waspadai dan segera konsultasi ke dokter, di antaranya sebagai berikut:

  • Gejala Diabetes Melitus pertama infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah mendapatkan pengobatan.
  • Gejala Diabetes Melitus pada wanita yang mempunyai penyakit diabetes lebih mudah terkena infeksi jamur di daerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelambaban cukup tinggi.
  • Gejala Diabetes Melitus pada wanita yang lain mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar.
  • Gejala Diabetes Melitus yang lainnya ditandai dengan cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome. Keseimbangan hormon terganggu yang akan menganggu sistem reproduksi.
  • Gejala Diabetes Melitus juga, biasanya ditemukan pada wanita yang mengalami depresi.
  • Gejala Diabetes Melitus lainnya adalah memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria Penyebab & Faktor Risiko Diabetes Untuk dapat mengetahui tentang diabetes anda harus mengerti bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes

Untuk dapat mengetahui tentang diabetes anda harus mengerti bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal

Bagaimana glukosa bekerja secara normal Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.

Dalam proses ini hati atau liver bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

Penyebab Diabetes

  • Pada diabetes tipe 1,

sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

  • Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2

Pada kondisi prediabetes – yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 – dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

  • Penyebab gestational diabetes

Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan. Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.

Faktor Risiko Terkena Diabetes

Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

  1. Faktor risiko diabetes tipe 1

Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lain yang memungkinkan yaitu terkena penyakit yang disebabkan virus.

  1. Faktor risiko diabetes tipe 2
    • Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
    • Perilaku pasif. Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.
    • Faktor keturunan. Resiko diabetes yang bersumber dari sejarah keluarga, jika keluarga dekat anda pernah mengidap diabetes, waspadalah jika diabetes juga dapat terjadi kepada anda.
    • Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.
    • Gestational diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
    • Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Kolesterol tinggi Pencegahan

Penyakit Diabetes Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

  • Makan makanan sehat dengan rendah kalori dan lemak
  • Sering melakukan aktifitas fisik seperti dengan berolahraga
  • Menjaga berat badan agar selalu ideal

Gejala Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia

Diabetes Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Zat gula didapat dari makanan yang kita cerna dan serap. Molekul-molelul gula tersebut masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula tanpa bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Dalam hal ini, insulin berperan sebagai pembuka pintu bagi masuknya zat gula ke dalam sel.

Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun. Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka. Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya, seperti pola makan yang buruk, juga dapat menyebabkan Diabetes Hipoglikemia.

 

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Jika kadar gula darah terlalu rendah, maka tubuh termasuk otak tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dan jika itu terjadi, seseorang yang menderita Diabetes Hipoglikemia akan ditandai dengan gejala-gejala seperti berikut ini.

  • Lelah
  • Pusing
  • Pucat
  • Bibir kesemutan
  • Gemetar
  • Berkeringat
  • Merasa lapar
  • Jantung berdebar-debar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah

 

Penderita Diabetes Hipoglikemia yang kondisinya makin memburuk akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Seperti kebingungan
  • Gerakan menjadi canggung, bahkan berperilaku seperti orang mabuk
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Hilang kesadaran

 

Gejala yang memburuk tersebut umumnya terjadi ketika kadar darah turun secara drastis akibat Diabetes Hipoglikemia yang tidak mendapat penanganan tepat.

Jika Anda menderita Diabetes Hipoglikemia, disarankan untuk segera menemui dokter jika kondisi Anda tidak mengalami perubahan positif, meski sudah diobati misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis.

 

Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Berikut ini beberapa penyebab Diabetes Hipoglikemia yang biasanya terjadi pada penderita diabetes mellitus.

  • Penggunaan suntikan insulin pada kasus diabetes tipe 1 yang melebihi dosis, atau terlalu banyak menggunakan obat-obatan oral pada kasus diabetes tipe 2 yang juga dapat memicu pelepasan insulin berlebihan. Salah satu obat tersebut adalah sulphonylurea.
  • Menggunakan insulin dengan dosis normal, namun tubuh kekurangan asupan karbohidrat. Masalah ini bisa terjadi karena penderita terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lupa makan, atau menunda makan.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut kosong.

 

Sedangkan beberapa penyebab Diabetes Hipoglikemia pada orang-orang non-diabetes di antaranya adalah:

  • Produksi insulin yang terlalu banyak oleh pankreas. Hal ini bisa disebabkan oleh obesitas, mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, tumor pada pankreas, atau efek samping dari operasi bypass lambung.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
  • Menderita penyakit yang menyerang kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ginjal, atau hati.
  • Kekurangan nutrisi.
  • Efek samping dari obat-obatan, seperti propranolol untuk hipertensi, asam salisilat untuk rematik, dan kina untuk malaria.

 

Diagnosis dan pengobatan Diabetes Hipoglikemia

Saat ini sudah tersedia alat pengukur kadar gula darah di apotek yang dapat digunakan oleh penderita diabetes di rumah. Selain diabetes, alat ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis hipoglikemia. Biasanya gejala Diabetes Hipoglikemia akan mulai dirasakan seseorang jika darah mereka berada pada level 3 hingga 4 milimol per liter (mmol/L).

Ketika gejala Diabetes Hipoglikemia muncul, segera konsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar gula tinggi, seperti jus buah, permen, atau minuman ringan,. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang kandungan karbohidratnya bisa diubah menjadi gula dengan cepat oleh tubuh, seperti roti lapis, sereal, atau biskuit.

Setelah 15 menit, periksa kembali kadar gula Anda. Jika masih tetap di level 3-4 mmol/L, konsumsi kembali makanan-makanan pendongkrak kadar gula tadi. Lakukan terus pengecekan tiap 15 menit sekali hingga kadar gula Anda berada level 4 mmol/L ke atas. Setelah kadar gula kembali normal, jagalah agar tetap stabil dengan mengonsumsi makanan atau camilan sehat.

Jika gejala tergolong parah atau penanganan awal tidak efektif sehingga kondisi Anda memburuk, maka segera ke dokter atau rumah sakit. Di rumah sakit, biasanya dokter akan langsung memberikan suntikan glucagon atau cairan infus yang mengandung glukosa agar kadar darah Anda kembali normal.

Selain tes darah, dokter juga akan memeriksa fungsi organ hati, ginjal, kelenjar adrenal, atau pankreas untuk mengetahui apakah Diabetes Hipoglikemia Anda terjadi akibat adanya gangguan pada organ-organ tersebut. Jika ternyata benar, maka Diabetes Hipoglikemia baru bisa sembuh setelah kondisi yang mendasari tersebut diobati. Penanganan dasar bisa dilakukan dengan obat-obatan, maupun dengan operasi, misalnya untuk mengangkat tumor pada pankreas.

 

Pencegahan Diabetes Hipoglikemia

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah munculnya gejala hipoglikemia dan tips agar gejala hipoglikemia yang muncul tidak memburuk.

  • Makan sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan gula yang dibutuhkan oleh tubuh. Terlebih lagi untuk penderita diabetes yang akan melakukan olahraga, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat cukup dan menyesuaikan dosis insulin yang Anda pakai sesuai dengan anjuran dokter. Bagi mereka yang kerap mengalami gejala hipoglikemia di malam hari juga dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat sebelum tidur, seperti susu atau biskuit. Selain itu, simpan makanan bergula di dekat tempat tidur sebagai antisipasi jika gejala hypoglikemia mengganggu tidur Anda.
  • Batasi konsumsi minuman keras atau hindari sama sekali jika bisa.
  • Pantau kadar gula Anda secara berkala. Hal ini penting untuk dilakukan tiap hari untuk memastikan kadar gula darah berada dalam kisaran normal. Jika Anda sering mengalami hipoglikemia pada malam hari, cek kadar gula darah pada pukul 3.00 atau 4.00, yaitu ketika hipoglikemia sering dirasakan oleh para penderita diabetes.
  • Kenali gejala-gejala hipoglikemia yang muncul. Pengetahuan kita mengenai hal ini dapat membantu menangani hipoglikemia secara cepat.
  • Selalu siapkan makanan atau obat-obatan pereda gejala di mana pun Anda berada. Salah satu obat yang mungkin akan diajarkan penggunaannya oleh dokter adalah suntikan glukagon.

 

Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengobati Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering

Penyakit Diabetes atau sering di sebut juga dengan penyakit Kencing manis merupakan  penyakit yang di sebabkan oleh meningkatnya kadar gula didalam tubuh secara menerus. Disebut dengan penyakit diabetes kering, karena pada seseorang yang menderita penyakit diabetes kering ada kecenderungan bahwa tubuh penderita mengalami penyusutan berat badan tubuh secara drastis sehingga terlihat kurus dan kering. Penyakit diabetes biasanya terjadi pada seseorang yang mngalami obesitas dan orang yang sudah lanjut usia.

Cara Mengobati Diabetes Kering

Perbedaan diabetes kering dan basah

Cara Mengobati Diabetes Kering. Pada penderita diabetes kering pada umumnya mempunyai ciri-ciri fisik yang juga terlihat dari seorang penderita diabetes. Sedangkan diabetes basah adalah keadaan diabetes seseorang yang mengalami infeksi luka di bagian tubuh yang sudah mengering dan susah di sembuhkan. Luka ini akan lebih lama mongering karena kadar gula yang tinggi membuat proses pengeringan pada luka menjadi terganggu.

 

Penyebab Diabetes Kering

Penyebab diabetes kering ini biasanya hanya terjadi pada mereka yang menderita penyakit diabetes tanpa disertai dengan adanya luka atau juga terjadinya infeksi, sedangkan pada penyakit diabetes basah ebih pada mereka yang mempunyai komplikasi luka yang sulit mengering dan sulit untuk disembuhkan.

Penyebab diabetes kering lebih sering terjadi pada mereka yang mempunyai gula darah terkontrol dengan baik, tidak tinggi, sehingga walaupun terjadi luka, maka luka akan lebih mudah untuk ditangani dan selain itu juga bisa cepat pulih. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab diabetes kering:

  • Pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur secara baik.
  • Konsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, makan makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya.
  • Kelebihan berat badan atau Obesitas.
  • Faktor genetik atau faktor keturunan.
  • Efek dari Obat-obatan kimia
  • Kebiasaan buruk dan pola hidup tak sehat.

 

Upaya Pencegahan Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering. Upaya pencegahan terhadap bahaya sakit diabetes kering tidak bisa di pisahkan dari segi penyebabnya, termasuk dalam hal ini adalah menghindari beberapa jenis makanan yang bisa memicu resiko diabetes kering. Berikut beberapa jenis makanan yang bisa anda batasi / hindari sebagai salah satu upaya pencegahan diabetes kering :

  • Permen – makanan jenis permen mempunyai kandungan gizi dan karbohidrat yang rendah sehingga berpotensi menambah berat badan dan juga kadar gula darah naik.
  • Jus buah – Makan jenis ini kurang baik jika dikonsumsi oleh pendrita penyakit diabetes. Kandungan gula yang ada dalam jus buah akan menyebabkan naiknya kadar gula darah didalam tubuh.
  • Kismis – Jenis buah kismis dan beberapa jenis buah lainnya bisa juga mengakibatkan kenaikan pada gula darah Anda jika di konsumsi secara berlebihan.
  • Pancake – Mengkonsumsi pancake bisa menjadi pemicu naiknya karbohidrat didalam tubuh. Batasi atau hindari mengkonsumsi makanan jenis ini secara berlebihan.
  • Kentang goreng – Kentang meruapan jenis makanan yang banyak di gemari oleh masyarakat pada umumnya. Namun dengan konsumsi kentang secara terus terusan bisa menambah berat badan secara cepat dan pada akhirnya beresiko besar mengalami kenaikan gula darah didalam tubuh.

 

Cara Mengobati Diabetes Kering secara tradisional

Selain upaya pencegahan. bagi penderita diabetes kering bisa melakukan beberapa upaya pengobatan termasuk salah satunya adalah pengobatan secara tradisional Cara Mengobati Diabetes Kering secara tradisional adalah upaya pengobatan dengan memanfaatkan beberapa jenis / bahan alami tradisional yang bisa di dapatkan di lingkungan sekitar. Berikut beberapa jenis makanan atau bahan alami tradisional yang bisa anda manfaatkan untuk Cara Mengobati Diabetes Kering:

  • Tapak Dara

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan tanaman tapak dara adalah salah satu jenis tanamaan tradisonal yang banyak sekali di manfaatkan untuk pengobatan secara herbal termasuk sebagai Cara Mengobati Diabetes Kering. Dalam tanaman tapak dara mempunyai kandungan alkaloid yang bisa bekerja dalam membantu mengatasi penyakit diabetes.Cara Mengobati Diabetes Kering dengan kandungan alkaloid maka gula darah bisa diatasi dan juga bisa membantu dalam mengatasi masalah produksi insulin didalam tubuh.

  • Sambiloto

Tentu sudah banyak yang tau tentang manfaat tanaman satu ini. Cara Mengobati Diabetes Kering dengan daun sambiloto sangat bagus karena mempunyai kandungan flavonoid yang sudah terbukti sangat ampuh dalam membantu menurunkan kadar gula darah dan akan membantu dalam memproduksi insulin didalam tubuh. Cara meramunya juga mudah, cukup anda rebus daun sambiloto lalu di munim sari air rebusannya.

  • Pagagan

Pegagan adalah salah satu jenis tanaman tradisional yang mempunyai banyak manfaat positif dan terbukti bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah Cara Mengobati Diabetes Kering membantu dalam menurunkan kadar gula darah sehingga akan sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita penyakit gula kering. Kandungan anti toksin dan anti infeksi dalam pagagan dapat bekerja dengan baik sebagai Cara Mengobati Diabetes Kering.

  • Cabai

Cara Mengobati Diabetes Kering. Cabai merupakan salah satu rempah-rempah bumbu dapur yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes. Cara Mengobati Diabetes Kering dengan cabai ini karena adanya kandungan zat karotenoid didalamnya yang bisa membantu dalam menstabilkan kadar gula darah didalam tubuh.

  • Kedelai

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan kedelai. Kedelai adalah salah satu jenis bahan makanan yang baik di konsumsi bagi penderita diabetes kering. Dalam kedelai terdapat kandungan gizi protein stabil yang dapat membantu dalam mengurangi pengeluaran urin yang tinggi.

  • Pare

Cara Mengobati Diabetes Kering dengan pare. Pare merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes kering. Kandungan zat besi, serat dan juga kalsium didalamnya dengan jumlah yang sesuai ini sangat baik untuk Cara Mengobati Diabetes Kering. Jenis buah pahit ini selain baik untuk penderita diabetes kering, baik juga bagi penderita diabetes basah karena kandungan gula yang ada didalamnya rendah.

 

Cara Mengobati Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Basah

Diabetes Basah

Diabetes Basah

Berbeda dengan ciri-ciri seseorang dengan diabetes kering yang cenderung memiliki tubuh yang tampak kurus dan kering. Pada penderita Diabetes Basah, memiliki tampilan tubuh sebaliknya, akan tetapi penderita gangguan ini biasanya sangat rentan mengalami infeksi luka yang terjadi pada bagian kaki maupun bagian tubuh yang lain. Infeksi luka tersebut sangat sulit disembuhkan.

Hal ini dikarenakan kadar gula dalam darah pasien cenderung sangat tinggi. Infeksi luka yang diderita jika tak segera dilakukan penanganan dan dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang Diabetes Basah ini dapat mengakibatkan semakin memburuknya infeksi yang terjadi yang pada akhirnya infeksi tersebut dapat membusuk. Jika luka telah membusuk, jalan satu-satunya untuk mencegah perluasan area yang membusuk adalah dengan jalan diamputasi atau dipotong.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat gangguan sekresi hormon insulin dalam tubuh.

Gejala

Gejala Diabetes Basah atau ciri-cirinya juga hampir sama dengan yang terjadi pada penderita diabetes kering, antara lain adalah :

  • Penderita mudah merasa lapar dan haus
  • Peningkatan frekuensi penyebab sering buang air kecil
  • Mulut tampak kering akibat terjadinya dehidrasi
  • Timbulnya bau mulut pada nafas
  • Sakit kepala
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Otot sering terasa pegal yang disebabkan oleh dehidrasi
  • Lebih sensitif
  • Mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Jika timbul luka dibagian tubuhnya, maka akan sangat sulit disembuhkan.

Penyebab

Gangguan Diabetes Basah dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  • Sering mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis
  • Kurang istirahat
  • Kurang berolahraga
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Stress
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi bahaya alkohol
  • Penggunaan pil kontasepsi dalam jangka waktu yang panjang

Pencegahan

Cara mencegah Diabetes Basah, sebaiknya kita melakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti :

  1. Mengontrol kadar gula dalam darah

Untuk memastikan bahwa kita tidak terjangkit penyakit Diabetes Basah, sebaiknya segera melakukan pengontrolan kadar gula sejak dini secara rutin. Jika diketahui kadar gula kita melebihi angka normal yaitu diatas 150 mg/ dl, sebaiknya kita segera berkonsultasi dengan dokter bagaimana upaya yang harus kita lakukan untuk menurunkan kadar gula tersebut.

  1. Melakukan kegiatan fisik dengan berolahraga secara teratur

Kurang gerak dapat memicu peningkatan resiko penyakit gula basah, yaitu dapat meningkatkan penyebab darah tinggi dan obesitas yang nantinya dapat mengganggu sistem metabolik dalam tubuh yang pada akhirnya dapat berakibat pada terjangkitnya Diabetes Basah. Centers for disease contro and prevention menyarankan untuk melakukan latihan aerobik selama +/- 2.5 jam setiap minggunya bagi orang-orang dewasa.

  1. Mendapatkan istirahat yang cukup

Kurang beristirahat atau kurang tidur dapat menyebabkan bertambahnya nafsu makan seseorang. Hal ini dapat memicu timbulnya bahaya obesitas yang menjadi salah satu penyebab Diabetes Basah. Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lain seperti menurunnya konsentrasi, maupun semangat. Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar kita dapat menjaga pola istirahat kita dengan mendapatkan tidur yang cukup yaitu sekitar 7 hingga 8 jam tiap harinya.

  1. Menghindari stress

Salah satu cara untuk terhindar dari Diabetes Basah adalah dengan menghindari penyebab stress. Stress bisa ditandai dengan timbulnya perasaan marah-marah, takut, frustasi, maupun depresi yang berlebihan.

  1. Menjaga pola makan

Pola makan yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab Diabetes Basah, seperti terlalu sering mengkonsumsi makanan maupun minuman junk food, maupun makanan atau minuman yang manis, makanan yang banyak mengandung lemak, maupun kalori.  Sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.

Pengobatan

Berikut ini beberapa langkah pengelolaan Diabetes Basah:

  1. Pengobatan jika timbul luka

Seorang penderita Diabetes Basah apabila mengalami luka, maka hal tersebut akan sangat sulit untuk disembuhkan. Jika luka dibiarkan saja, itu dapat berakibat terjadinya pelebaran luka dan lama kelamaan akan membusuk. Langkah terakhir untuk menghindari pelebaran area luka adalah dengan jalan amputasi. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil untuk melakukan perawatan luka pada penderita Diabetes Basah ini, antara lain adalah :

  • Cuci atau bersihkan daerah bagian luka dengan menggunakan air hangat dan sabun antiseptik
  • Keringkan dengan menggunakan kain atau handuk yang lembut. Pastikan seluruh bagian telah kering untuk menghindari kelembaban terutama pada daerah kaki, karena hal tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.
  • Oleskan pelembab untuk menghindari kulit kering
  • Sebaiknya jangan merendam kaki yang terluka, karena hal tersebut dapat memicu kelembaban pada kaki.
  • Jika timbul beberapa gejala seperti kaki yang melepuh, kulit pecah-pecah, kuku menjadi rapuh, serta terjadi perubahan warna kulit kaki, maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.
  1. Melakukan olahraga meskipun hanya sebentar

Melakukan olahraga meskipun hanya sebentar, sangat dianjurkan bagi penderita Diabetes Basah. Hal ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh.

  1. Pemberian asupan nutrisi yang tepat

Seseorang yang memiliki Diabetes Basah sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak serta kolesterol.

  1. Pengobatan tekanan darah tinggi

Seperti yang kita ketahui bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya Diabetes Basah. Untuk itu, seseorang yang telah didiagnosa mengidap Diabetes Basah sudah selayaknya untuk bisa menjaga agar tekanan darahnya tetap normal. Hal ini bertujuan untuk menghindari kondisi yang lebih buruk bagi penderita diabetes.

Beberapa langkah untuk menurunkan hipertensi misalnya adalah dengan menghindari bahaya merokok dan minuman beralkohol, mengurangi asupan makanan yang terlalu asin, berolahraga ringan, menghindari stress, serta mencukupi asupan buah dan sayur.

  1. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan kemungkinan besar akan diresepkan oleh dokter pada penderita Diabetes Basah ini untuk mengontrol diabetes. Beberapa tujuan pemberian obat-obatan tersebut antara lain adalah :

  • Untuk meningkatkan output insulin oleh pankreas
  • Untuk mengurangi jumlah pelepasan glukosa dari hati,
  • Untuk meningkatkan sensitivitas (respon) sel-sel tubuh terhadap insulin,
  • Untuk mengurangi penyerapan karbohidrat dari usus
  1. Terapi

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat memilih prosedur terapi untuk pengobatan Diabetes Basah ini, antara lain adalah :

  • Seberapa besar perubahan pengendalian gula darah oleh masing-masing obat yang nantinya akan dipergunakan dalam terapi
  • Kondisi medis pasien seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dll
  • Efek samping yang dapat ditimbulkan
  • Kontraindikasi terapi (pengobatan atau obat yang mungkin berpotensi berbahaya)
  • Hal-hal yang dapat mempengaruhi pasien pada saat menggunakan obat-obatan terapi, seperti kepatuhan, seperti waktu pengobatan, dosis, dll)
  • Biaya terapi dan sistem kesehatan

Diabetes Basah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Kering

Diabetes Kering

Diabetes merupakan suatu gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah meningkat dan melebihi batas normal. Diabetes sering kali dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan obesitas (kelebihan berat badan) maupun orang-orang yang telah lanjut usia. Akan tetapi, anak-anak, orang dewasa, maupun orang yang telah berusia produktif juga dapat terkena gangguan ini.

Diabetes Kering

Diabetes Kering Penyakit diabetes dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu

  • Diabetes Tipe 1, yaitu diabetes yang disebabkan oleh kerusakan atau ketidaksediaan hormon insulin dalam tubuh.
  • Diabetes tipe 2, yaitu diabetes yang terjadi akibat ketidakmampuan hormon insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah
  • Diabetes gestasional, yaitu gangguan diabetes yang terjadi pada masa-masa kehamilan.

 

Dalam diabetes juga dikenal istilah Diabetes Kering, diabetes basah, maupun diabetes penyakit keturunan. Saat ini kita akan membahas terlebih dahulu tentang Diabetes Kering.

 

Apa Itu Diabetes Kering ??

 

Diabetes Kering merupakan bagian dari gangguan diabetes yang mana hal tersebut ditandai dengan kondisi tubuh penderita diabetes terlihat kurus dan kering. Diabetes
Kering merupakan tanda awal timbulnya diabetes tipe 2, dimana insulin dalam tubuh penderita sudah mengalami kerusakan sehingga mengakibatkannya kebal terhadap kandungan glukosa dalam darah. Dalam kasus ini, insulin tidak mampu lagi untuk mengkonversi gula dalam darah menjadi glikogen yang pada akhirnya dapat menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normalnya, yaitu 150 mg/dl.

 

Ciri-ciri Penderita Diabetes Kering

Seseorang yang memiliki tanda-tanda atau ciri-ciri dibawah ini harus waspada, siapa tahu ia sedang mengalami gangguan Diabetes Kering ini. Diantara ciri-ciri tersebut ialah :

 

  • Seorang penderita Diabetes Kering akan mudah merasa kelaparan. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan glukosa yang tidak dapat disalurkan ke seluruh sel-sel dalam tubuh.
  • Meningkatnya rasa haus serta frekuensi dalam buang air kecil yang disebabkan oleh terbuangnya jumlah glukosa melalui urine tanpa melalui proses penyaringan yang normal.
  • Mulut terlihat kering yang disebabkan oleh dehidrasi yang berlebihan
  • Timbulnya bau mulut pada nafas penderita yang disebabkan adanya hasil pembakaran lemak bersama aseton sebagai sumber energi yang menghasilkan keton, yaitu zat yang baunya menyerupai buah-buahan.
  • Penglihatan menjadi kabur yang terjadi akibat tingginya kadar glukosa dalam darah yang dapat mempengaruhi mata.
  • Timbulnya rasa pegal pada bagian otot yang disebabkan oleh dehidrasi.
  • Badan menjadi mudah lemah, letih, maupun lesu
  • Timbulnya luka pada bagian kulit yang sulit untuk mongering
  • Terjadi pembengkakan pada kaki
  • Kulit gatal-gatal
  • Mudah mengantuk
  • Berat badan yang terus menurun
  • Sakit kepala

 

Penyebab Diabetes Kering

 

Beberapa penyebab terjadinya Diabetes Kering antara lain adalah :

 

  • Pola makan yang tidak teratur, yaitu seperti mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, makanan ringan, soft drink, maupun jenis junkfood lainnya.
  • Mengalami gangguan bahaya obesitas (kelebihan berat badan)
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Penggunaan obat-obatan berbahan kimia
  • Kurang beristirahat dan berolahraga
  • Stress

 

Pencegahan Diabetes Kering

 

Berikut ini cara untuk mencegah dan mengontrol Diabetes Kering:

  1. Mengontrol gula darah

Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin
  • Mengkonsumsi obat-obatan antidiabetes
  1. Selalu menjaga asupan makanan

Menjaga asupan kalori dalam tubuh merupakan langkah yang penting untuk mencegah timbulnya Diabetes Kering. Asupan makanan yang mengandung kalori berlebih dapat menimbulkan obesitas yang menjadi salah satu penyebab gangguan ini. Untuk itu, sebaiknya menghindari konsumsi makanan ataupun minuman yang terlalu manis.

  1. Berolahraga secara teratur

Dengan melakukan kegiatan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mempertahankan berat badan normal, sehingga terhindar dari gangguan obesitas. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

  1. Menghindari stres

Stress memiliki peranan yang tak kalah besar terjadinya gangguan Diabetes Kering, yaitu memicu resistensi insulin sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol. Selain itu, penyebab stress juga dapat meningkatkan resiko obesitas, serta tekanan darah tinggi.

  1. Menghindari rokok

Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya Diabetes Kering. Untuk itu, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut.

 

Pengobatan Diabetes Kering

Management untuk mengatasi Diabetes Kering ada beberapa cara, seperti :

 

  1. Mengkonsumsi makanan sehat

Sangat penting bagi penderita Diabetes Kering untuk lebih memilih konsumsi bahan makanan yang kaya akan kandungan serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian. Sumber makanan kaya serat biasanya memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

 

  1. Melakukan aktivitas fisik secara rutin

Seorang penderita gejala Diabetes Kering sangat dianjurkan untuk selalu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darahnya. Latihan tersebut dapat berupa aerobik ringan, berenang, jogging, maupun jenis olahraga lainnya.

 

  1. Memantau kadar gula dalam darah

Terkadang, kadar gula dalam darah seseorang sangat sulit untuk diprediksi. Untuk itu, seorang penderita diabetes sebaiknya rajin untuk mengontrol gula darah ke dokter.

 

  1. Dengan terapi insulin

Terapi ini dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan seperti :

  • Metformin, yaitu sejenis obat yang diresepkan dokter pada pasien diabetes yang gunanya untuk meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat menggunakan insulin dengan lebih efektif. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan produksi glukosa pada organ hati. Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.
  • Sulfonilurea, yaitu jenis obat yang berguna untuk meningkatkan jumlah produksi insulin. Contoh obat ini antara lain glyburide (seperti DiaBeta dan Glynase), glipizide (seperti Glucotrol), dan glimepiride (seperti Amaryl). Efek samping dari obat ini adalah penurunan kadar gula serta kenaikan berat badan pasien.
  • Meglitinides, obat ini bekerja seperti sulfonilurea yaitu dengan memproduksi lebih banyak insulin. Akan tetapi sistem kerja dari obat ini lebih cepat daripada sulfonilurea. Contoh obat ini adalah repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix).
  • Thiazolidinediones, yaitu jenis obat yang dapat membuat jaringan tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain adalah penambahan berat badan, peningkatan risiko gagal jantung dan patah tulang. Contoh obat ini antara lain adalah Rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).
  • DPP-4 inhibitor, yaitu jenis obat yang dapat membantu mengurangi kadar gula darah, dengan efek samping yang cenderung lebih kecil. Contoh obat ini antara lain adalah sitagliptin (Januvia), saxagliptin (Onglyza) dan linagliptin (Tradjenta).
  • GLP-1 receptor agonists, yaitu jenis obat yang dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu menurunkan kadar gula darah. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain adalah mual, serta dapat meningkatkan resiko pankreatitis. Contoh obat ini antara lain Exenatide (Byetta) dan liraglutide (Victoza).
  • GLT2 inhibitor, yaitu jenis obat yang bekerja dengan mencegah ginjal dari reabsorbing gula dalam darah dan mengekskresikannya dalam urin. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain adalah infeksi ragi dan infeksi saluran kemih. Contoh obat ini adalah canagliflozin (Invokana) dan dapagliflozin (Farxiga).
  • Terapi insulin, terapi ini dilakukan sebagai pilihan terakhir dari pengobatan diabetes, yaitu dengan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh pasien.

 

  1. Operasi bariatrik

Yaitu operasi yang dilakukan dengan cara memotong sebagian dari usus kecil yang memiliki efek untuk menurunkan kadar gula darah. Resiko yang bisa ditimbulkan antara lain adalah kekurangan nutrisi dalam tubuh, osteoporosis, serta kematian.

 

 

Diabetes Kering

Posted in Uncategorized | Leave a comment