Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Komplikasi Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional – Apakah diabetes gestasional bisa menyebabkan preeklampsia? Diabetes melitus semasa kehamilan adalah diabetes gestasional. Hubungan antara diabetes gestasional dengan preeklamsia adalah ketika kedua kondisi yang hanya terjadi selama atau setelah kehamilan. Gestational diabetes disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menggunakan gula dengan benar selama kehamilan, dan dapat mengakibatkan melahirkan bayi besar (makrosomia).

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional merupakan salah satu potensi komplikasi pengembangan dari diabetes gestasional. Kondisi ini, yang juga dapat disebut toxemia kehamilan atau hipertensi akibat kehamilan. Istilah keren untuk menyebutnya adalah hipertensi gestasional. Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional terjadi pada sekitar 10-30% wanita dengan riwayat diabetes. Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional didefinisikan adalah sebagai kehadiran protein dalam urin dan tekanan darah tinggi yang terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 5-8% dari seluruh kehamilan di dunia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat diabetes yang memiliki protein dalam urin mereka sebagai akibat dari komplikasi nefropati diabetik (penyakit ginjal) memiliki sekitar empat kali peningkatan risiko untuk mengembangkan preeklampsia.

Penyebab Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional masih merupakan misteri. Namun, risiko preeklampsia menjadi lebih tinggi jika Anda memiliki diabetes, riwayat keluarga preeklamsia, kelebihan berat badan, atau jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau ada riwayat penyakit ginjal sebelum kehamilan Anda.

 

Gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Tanda-tanda dan gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional muncul disebabkan oleh peningkatan tekanan darah secara mendadak, terjadi retensi cairan dalam tubuh, dan kerusakan ginjal yang memungkinkan protein untuk masuk ke dalam urin Anda. Berikut adalah penjelasan singkatnya :

 

  • Tekanan darah tinggi

Anda mungkin memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan (hipertensi gestasional). Tetapi, tekanan darah yang tinggi saja tidak berarti Anda memiliki gejala preeklampsia. Dokter mungkin menduga preeklampsia jika Anda memiliki peningkatan mendadak tekanan darah setelah minggu ke-20 kehamilan Anda. Beberapa gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional ini yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi termasuk sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, atau suara dengung di telinga Anda.

 

  • Retensi cairan (edema)

Ada kejadian timbul beberapa pembengkakan pada kehamilan, mungkin itu adalah normal. Tetapi jika pembengkakan Anda tidak hilang ketika tubuh Anda istirahat atau tubuh Anda menahan cairan yang cukup untuk menyebabkan penambahan berat badan sekitar lima pound atau lebih dalam satu minggu, mungkin itu menjadi tanda dan gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional. Pembengkakan biasanya yang paling menonjol di tangan dan wajah.

 

  • Ada protein dalam urin

Ginjal Anda biasanya menyaring produk limbah dari darah Anda, tetapi ada protein yang larut dalam urin. Dokter akan memeriksa ada atau tidaknya protein di urin Anda, karena ini adalah salah satu tanda paling penting dari preeklamsia. Inilah hubungan Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional. Diabetes lebih mengembangkan proteinuria ( protein dalam urine ) ketimbang non diabetes. Temuan laboratorium lain mungkin termasuk peningkatan enzim hati dan penurunan jumlah sel pembekuan darah. Ini hanya dapat diukur dengan tes darah.

 

  • Gejala lainnya

Ini dapat berupa nyeri perut, agitasi, mual dan muntah, demam, penurunan jumlah urin atau darah dalam urin, mengantuk, dan tiba-tiba kehilangan penglihatan. Semua hal tersebut bisa menjadi gejala Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional.

 

Bahaya Preeklampsia Bagi Bayi dan Ibu

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional yang tidak diobati dapat mencegah bayi untuk mendapatkan cukup darah dan nutrisi melalui plasenta dalam rahim Anda. Preeklamsia akan berlanjut dan menyebabkan eklampsia, yaitu tekanan darah tinggi ditambah kejang, dan menciptakan kondisi yang sangat serius bagi Anda dan bayi Anda.

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional Preeklampsia Pada Diabetes Gestasionaldapat memperlambat pertumbuhan janin, meningkatkan risiko kelahiran prematur, pemisahan plasenta dari dinding rahim sebelum kelahiran, makrosomia, sindrom gangguan pernapasan, hiperinsulinemia janin, dan resiko terburuk adalah bayi lahir mati.

Jika kondisinya demikian, mungkin operasi caesar menjadi jalur alternatif dan bayi harus lahir secara prematur. Keputusan ini akan dibuat dan ditandatangai oleh Anda dan dokter berdasarkan gejala yang muncul, untuk kesehatan Anda dan kesehatan bayi.

Jika Anda memiliki preeklamsia berat, kelahiran dilakukan setelah 32 minggu kehamilan Anda. Jika Anda dan dokter dapat mengontrol preeklamsia Anda, yang terbaik adalah menunggu sampai 37 minggu.

 

 

 

 

Preeklampsia Pada Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional

Komplikasi Diabetes Gestasional pada ibu dan janin nampaknya membawa dampak buruk bagi janin dan ibu hamil. Berbagai resiko serius untuk setiap bayi yang lahir dari rahim ibu penderita diabetes gestasional ketika mereka tidak mengetahui keadaan dirinya.

Sebagian besar masalah yang terjadi pada janin akibat kadar glukosa darah tinggi pada ibu selama masa kehamilan. Hal ini berlaku untuk wanita yang memiliki riwayat medis diabetes melitus atau diabetes gestasional ini karena risiko Komplikasi Diabetes Gestasional terkait penyakit ini mencakup cacat lahir bawaan hingga kematian dari janin.

 

  1. Kematian dini janin

Salah satu dampak yang paling serius yang berhubungan dengan Komplikasi Diabetes Gestasional adalah diabetes ketoasidosis. Ketoasidosis pada ibu diabetes gestasional merupakan peningkatan keasaman darah yang disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Dampaknya, tingkat kematian dini janin meningkat sebesar 50% dari Komplikasi Diabetes Gestasional ini karena fungsi sistem enzim janin tidak dapat hidup di lingkungan asam yang tinggi.

 

  1. Cacat Bawaan

Komplikasi Diabetes Gestasional selain kematian dini janin adalah risiko cacat lahir bawaan. Risiko ini terjadi pada 5-10% dari seluruh kehamilan dimana diabetes gestasional adalah faktor utama. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa peningkatan risiko cacat lahir bawaan disebabkan oleh banyak faktor seperti kadar gula darah tinggi selama awal kehamilan. Minimnya pengetahuan tentang kontrol kehamilan dapat memengaruhi proses pembelahan sel saat pembuahan. Pada tahap pembuahan, semua organ janin terbentuk hanya dalam hitungan menit. Jika ibu mengalami ketoasidosis gestasional maka ini akan memengaruhi pembentukan organ janin sehingga mengakibatkan cacat bawaan lahir seperti Spina Bifida(cacat tulang belakang), munculnya lubang dijantung, hingga bibir sumbing.

 

  1. Bayi lahir besar (makrosomia)

Komplikasi Diabetes Gestasional berikutnya menyebabkan makrosomia atau bayi lahir besar yang merupakan pertumbuhan abnormal akibat penyimpanan lemak berlebihan pada janin. Makrosomia disebabkan jumlah besar glukosa dari ibu diabetes gestasional melintasi plasenta menyebabkan pankreas janin memproduksi insulin dalam volume besar. Pasokan lebih dari insulin menyebabkan hiperinsulinisme dan hiperglikemia yang merupakan faktor utama pada bayi makrosomia. Bayi yang menderita kondisi ini tidak dapat dilahirkan dengan normal karena ukurannya yang besar sehingga operasi cesar harus dilakukan. Kadang bayi dengan terpaksa dilahirkan lebih awal (kelahiran prematur).

 

  1. Bayi lahir kecil (pembatasan pertumbuhan intrauterin)

Kebalikan dari makrosomia, bayi lahir kecil dapat terjadi pada janin dari ibu dengan Komplikasi Diabetes Gestasional. Pembatasan pertumbuan intrauterin adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh perubahan dalam sistem pembuluh darah ibu dan menyebabkan bayi lahir kecil. Ada perubahan vaskular pada aliran darah ke janin yang membatasi jumlah nutrisi untuk makanan janin.

 

  1. Sindrom gangguan pernapasan

Komplikasi Diabetes Gestasional akibat Komplikasi Diabetes Gestasionalkadar insulin janin tinggi (hiperinsulinemia) juga berkontribusi terhadap sindrom gangguan pernapasan dimana enzim yang dibutuhkan untuk produksi surfaktan mengalami hambatan. Surfaktan adalah lapisan yang melapisi paru-paru dan memungkinkan bayi untuk bernapas ketika mereka lahir.

 

  1. Polycythemia

Resiko untuk bayi yang lahir akibat Komplikasi Diabetes Gestasional adalah polycythemia dimana banyak sel darah merah diproduksi. Kondisi ini mengakibatkan ketidakmampuan darah ibu untuk melepas oksigen sehingga berefek pada kemampuan hati janin untuk memetabolisme bilirubin yang sedang disintesis akibat sel darah merah yang diproduksi secara berlebihan.

 

  1. Distosia bahu

Komplikasi Diabetes Gestasional yang juga terjadi yaitu distosia bahu. Kondisi ini terjadi dimana bahu bayi terjebak dalam panggul setelah kepala saat kelahiran. Janin juga terikat tali pusar sehingga bidan dan perawat harus menggunakan intervensi tambahan untuk melahirkan bayi dengan cepat dan aman.

 

  1. Hipoglikemia neonatal

Ini adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah bayi terlalu rendah setelah lahir. Jika tidak diobati, Komplikasi Diabetes Gestasional ini dapat menyebabkan kerusakan otak bayi dan menyebabkan keterlambatan perkembangan tubuh dan keterlambatan berpikir anak.

 

  1. Hiperbilirubinemia dan hipokalsemia

Hipokalsemia adalah suatu kondisi bayi yang terlalu sedikit kalsium dalam darah yang disebabkan gangguan fungsi hormon paratinoid. Hiperbilirubinemia adalah bayi warna kuning yang terdeteksi secara klinis pada bayi baru lahir ketika tingkat serum bilirubin lebih besar dari 85 umol/L, biasanya menimpa pada bayi prematur. Keduanya merupakan salah satu Komplikasi Diabetes Gestasional yang beresiko pada janin.

 

 

Komplikasi Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia – Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Zat gula didapat dari makanan yang kita cerna dan serap. Molekul-molelul gula tersebut masuk ke dalam aliran darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula tanpa bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Dalam hal ini, insulin berperan sebagai pembuka pintu bagi masuknya zat gula ke dalam sel.

Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun. Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka. Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya, seperti pola makan yang buruk, juga dapat menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa menimbulkan efek buruk yang merugikan tubuh, karena itu diabetes hipoglikemia harus langsung dapat penanganan agar terhindar dari efek buruk yang ditimbulkan. Di bawah ini ada beberapa Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia antara lain :

 

  1. Tidak sabar

Salah satu Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia adalah menjadi tidak sabaran dengan hal-hal yang berada di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya disorientasi waktu dan target yang sudah terjadi pada otak sementara otak sendiri mengalami gangguan.

  1. Penurunan daya ingat

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia juga akan merasakan kebingungan pada apa yang sedang dikerjakan dan tidak tahu harus berbuat apa. Ketika otak mengalami gangguan yang cukup parah juga bisa membuat pikun dini bagi para penderitanya. Hal serupa akan dialami oleh orang yang terkena alzheimer sebab penyakit itu merusak organ otak atau sel otak yang ada di kepala.

  1. Perubahan perilaku

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia lainnya adalah berubahnya perilaku kepribadian dari para penderitanya. Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia ini tidak lain berkaitan dengan terganggunya kinerja otak sehingga membuat perilaku menjadi terganggu. Orang yang berada di sekitarnya mungkin akan merasa heran pada perubahan perilaku serta kepribadian ini. namun, inilah yang memang terjadi. jadi bagi Anda yang memiliki teman atau kerabat memiliki gula darah rendah sebaiknya untuk maklum jika ada perubahan perilaku ini. Orang yang mengalami anoreksia akan memliki perubaha perilaku 180 derajat.

  1. Penurunan fungsi rasa

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia yang lain juga menyebabkan beberapa bagian tubuh menjadi mati rasa atau kelu dan biasanya terjadi pada bibir serta lidah. Hal ini membuat penderitanya menjadi kesulitan dalam bicara atau tiba-tiba menjadi gagap. Namun ini akan terjadi jika kondisi penyakit gula darah rendah Anda sudah cukup parah. Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia serupa akan dialami oleh penderita stroke sebagian atau stroke total dimana penderitanya menjadi kesulitan bicara atau bicara dengan nada yang tidak jelas.

  1. Penglihatan double

Adanya gangguan pada otak juga membuatDampak Negatif Diabetes Hipoglikemia sistem saraf terganggu sehingga dapat membuat penglihatan menjadi kabur. Penglihatan kabur ini tentu saja akan membuat penderitanya menjadi terganggu saat melakukan aktivitas sehari-harinya dan membuat penderitanya bisa saja kehilangan pekerjaannya terutama pada pekerjaan yang membutuhkan penglihatan yang cukup baik.

  1. Kejang

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia pada beberapa kasus bahkan menyebabkan kejang-kejang. Hal ini akan dirasakan penderitanya saat penyakit yang dirasakan sudah cukup parah.

  1. Penurunan kesadaran

Setelah Anda merasakan beberapa Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia yang telah disebutkan di atas, jika memang kondisinya sudah cukup parah bahkan tubuh sudah tidak bisa menanganinya lagi maka penderitanya dapat pingsan seketika saat itu juga. Hati-hati jika penderita kurang gula darah sudah mengalami Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia ini karena bisa jadi Anda akan sulit terbangun atau masuk dalam tahap koma jika memang tahap keparahan penyakit gula darah sudah cukup parah.

 

Pengecekan gula darah harus disesuaikan dengan kondisi pasien, umumnya dilakukan sebelum makan, dua jam setelah makan dan sebelum tidur malam. Pantauan gula darah mandiri itu sebaiknya disertai catatan tingkatan, gejala yang dialami beserta konsumsi makanan agar dapat dievaluasi ketika berkonsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Dampak Negatif Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Melitus

Komplikasi Diabetes Melitus

Komplikasi Diabetes Melitus

Penderita diabetes melitus haruslah selalu mengontrol kadar gula darah/glukosa secara teratur, menjaga pola makan, mengatur berat badan dan melakukan cek up secara rutin. Pola hidup seperti itu sangat perlu untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus.

 

Komplikasi Diabetes Melitus Jangka Pendek

Penyakit diabetes melitus bisa diikuti dengan berbagai komplikasi. Dalam jangka pendek, diabetes dapat menyebabkan:

  1. Hiperglikemia (Hyperglycemia)

Hiperglikemia atau gula darah tinggi dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ tubuh. Komplikasi Diabetes Melitus ini dapat terjadi jika pasien tidak mengambil tindakan-tindakan untuk mengurangi level glukosa dalam darah seperti injeksi insulin, atau karena disebabkan pola makan dan hidup yang tidak berorientasi pada penanganan penyakit diabetes. Hiperglikemia adalah kondisi yang serius dan membutuhkan tindakan medis secepatnya.

  1. Hipoglikemia (Hypoglycemia)

Komplikasi Diabetes MelitusDalam beberapa kasus, penderita diabetes melakukan penanganan yang salah dan berlebihan sehingga level glukosa dalam darah menjadi terlalu rendah. Melewatkan jam makan dan olahraga serta mengkonsumsi obat diabetes (memperkecil kadar glukosa) atau melakukan injeksi insulin bisa menyebabkan Komplikasi Diabetes Melitus hipoglikemia. Selalu mengontrol level glukosa dalam darah dan konsultasikan dengan dokter mengenani penanganan diabetes yang tepat, agar pasien tidak jatuh dalam kondisi hipoglikemia ini.

  1. Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah Komplikasi Diabetes Melitus yang terjadi saat tubuh tidak mampu menggunakan glukosa/gula darah sebagai energi karena kekurangan insulin. Saat sel-sel tubuh kekurangan energi, mereka akan menggunakan cadangan lemak sebagai energi. Saat jaringan lemak terganggu, terbentuklah zat keton (racun) dalam tubuh. Komplikasi Diabetes Melitus ini bisa mengakibatkan kesulitan bernapas, sakit perut parah, dan juga dehidrasi.

 

Komplikasi Diabetes Melitus Jangka Panjang

Semakin lama seseorang menderita penyakit diabetes, maka semakin tinggi pula resikonya mengalami komplikasi akibat problem glukosa dalam darah ini. Penanganan yang baik bisa mencegah terjadinya Komplikasi Diabetes Melitus ini, atau semakin baik pasien mengontrol level glukosa tetap normal maka semakin kecil resikonya.

Komplikasi Diabetes Melitus umumnya berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah. Diabetes dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengurangi volume aliran darah ke berbagai bagian tubuh seperti mata, ginjal, jaringan saraf, dan lain sebagainya. Akibatnya bagian-bagian tubuh tersebut akan mengalami kerusakan fungsi yang serius, bahkan mengancam nyawa.

 

  1. Kerusakan mata

Penyakit diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata, yang bisa menyebabkan berbagai seperti katarak, glaukoma, kerusakan retina, hingga kebutaan.

 

  1. Masalah pada kulit dan kaki

Penderita diabetes sangat rentan terhadap masalah pada kaki. Rusaknya jaringan saraf dan pembuluh darah akan membatasi aliran darah ke tempat tersebut. Luka gores kecil di kaki atau kulit dengan mudah berubah menjadi luka infeksi yang sangat parah. Tanpa perhatian yang serius, luka tersebut akan semakin menyebar dan merusak. Pada kondisi terparah, bagian tersebut harus diamputasi agar infeksi tidak terus menyebar.

 

  1. Masalah jantung

Seseorang dengan diabetes beresiko tinggi terkena masalah jantung. Peneliti mengatakan bahwa resiko serangan jantung pada penderita diabetes sama dengan orang yang pernah terkena serangan jantung sebelumnya.

Beberapa masalah pada jantung dan penyempitan pembuluh darah yang berhubungan dengan diabetes antara lain:

  • Stroke
  • Kerusakan pembuluh arteri
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi

 

  1. Neuropathy

Gula yang berlebih pada tubuh dapat merusak saraf dan jaringan pembuluh di kaki dan tangan, menyebabkan kesemutan, mati rasa, sakit atau sensasi seperti terbakar. Pada kondisi mati rasa yang parah, penderita diabetes bahkan tidak dapat merasakan rasa sakit jika tergores, hingga akhirnya sadar saat luka tersebut melebar dan terinfeksi.

 

Selain beberapa komplikasi di atas, penyakit-penyakit berikut juga memiliki potensi terjadi pada penderita diabetes dalam jangka panjang:

  • Infeksi kulit
  • Infeksi saluran kemih
  • Gagal ginjal
  • Disfungsi ereksi

 

Penderita diabetes harus secara rutin mengecek kadar gula darah, serta menjaga pola hidup dan diet agar kadar gula tetap normal, dan mengurangi resiko Komplikasi Diabetes Melitus.

 

 

 

Komplikasi Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Gejala Diabetes Hipoglikemia – Penyakit mengenai masalah gula darah mungkin menjadi salah satu momok bagi sebagain orang dan memang penyakit ini sangat berbahaya karena tubuh membutuhkan kadar glukosa yang seimbang di dalam plasma darah. Saat ini banyak yang mengetahui bahwa penyakit gula darah memang berbahaya namun lebih ditekankan pada kondisi penyakit gula darah tinggi. nah, ternyata selain gula darah tinggi juga ada kondisi yang sebaliknya yaitu penyakit gula darah rendah.

Dalam keadaan normal seharusnya di dalam tubuh terdapat gula darah pada kisaran 70 hingga 110 mg/dl. Nah pada penderita gula darah rendah atau disebut juga sebagai penyakit hipoglikemia yaitu dimana kadar gula dalam darahnya lebih rendah dari batas normal. Adanya kekurangan gula darah ini bisa mengakibatkan organ tubuh mengalami kelainan fungsi sehingga bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit yang cukup serius hingga bisa mengakibatkan kematian. Di bawah ini terdapat beberapa Gejala Diabetes Hipoglikemia yang harus Anda ketahui agar bisa melakukan tindak pengobatan setelah mengetahuinya, antara lain :

 

  1. Rasa lapar

Gejala Diabetes HipoglikemiaGejala Diabetes Hipoglikemia yang pertama biasanya penderita akan cepat merasakan lapar sebagai salah satu respon tubuh untuk segera diberi asupan energi berupa gula. Jika Anda mengalami gula darah rendah sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung banyak gula namun tetap harus dijaga kadarnya supaya tidak menjadi kelebihan gula darah. Untuk hal ini sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan para ahlinya atau dokter yang menangani masalah gula darah rendah supaya asupan yang Anda konsumsi tepat dan membuat kondisi anda menjadi lebih baik.

  1. Gugup

Gejala Diabetes Hipoglikemia berikutnya yaitu orang yang menderita kurang gula darah akan cenderung merasa gugup dan hilang fokus konsentrasi karena kinerja otak terganggu. Gejala Diabetes Hipoglikemia ini biasanya diliputi dengan rasa cemas serta gelisah yang tak kunjung berhenti serta jantung yang bedebar-debar cukup kencang.

  1. Gemetar

Gemetaran juga merupakan salah satu Gejala Diabetes Hipoglikemia. Gula termasuk sebagai salah satu sumber energi utama di dalam tubuh jadi jika sampai kehadirannya tidak mencukupi akan membuat tubuh menjadi gemetaran serta diikuti dengan munculnya keringat dingin.

  1. Denyut jantung meningkat

Denyut jantung juga akan menjadi relatif lebih cepat seperti halnya ketika Anda meminum kopi. Gejala Diabetes Hipoglikemia ini merupakan respon dari jantung yang juga kekurangan energi di dalam darahnya. Awalnya denyut jantung akan menjadi cepat namun seiring dengan berjalannya waktu justru akan melambat bahkan bisa membuat denyut jantung berhenti. Saat gula darah menurun, hal itu akan diikuti dengan pasokan darah ke seluruh tubuh yang menurun akibatnya jantung pun fungsinya akan menjadi terganggu.

  1. Keringat dingin

Selain gugup dan detak jantung yang cepat, Gejala Diabetes Hipoglikemia lainnya yaitu dengan munculnya keringat dingin pada orang yang sedang menderita penyakit kurang gula darah. keringat dingin ini akan muncul terutama di bagian telapak tangan, telapak kaki serta dahi. Jika Anda mengalami Gejala Diabetes Hipoglikemia ini sebaiknya segera lakukan pemeriksaan atau konsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter.

  1. Sakit kepala

Gejala Diabetes HipoglikemiaOrgan yang paling dipengaruhi oleh adanya kadar gula yang rendah di dalam darah adalah organ otak. Otak menggunakan gula sebagai bahan bakar energi utama jadi jika bahan bakarnya saja kurang maka otak pun akan mengalami gangguan kerja yang bisa menyebabkan pusing atau sakit kepala yang cukup hebat. Gejala Diabetes Hipoglikemia ini bisa datang dengan cara tiba-tiba tidak peduli Anda sedang dalam keadaan apapun.

 

 

 

Gejala Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia – Keluhan dan gejala diabates akut terjadi dengan cepat dan biasanya berat. Komplikasi akut umumnya timbul akibat glukosa darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) atau juga terlalu tinggi (hiperglikemia). Penanganannya harus cepat karena merupakan kasus gawat darurat medis. Anda harus menghubungi dokter untuk mengatasinya.

Kadar glukosa darah yang terlalu rendah sampai di bawah 60mg/dl disebut hipoglikemia. Keadaan ini bisa menjadi gawat darurat dan memerlukan pertolongan segera. Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes yang diobati dengan suntikan insulin ataupun minum tablet anti diabetes, tetapi tidak makan dan olahraga yang berlebihan melebihi biasanya.

 

  1. Waktu makan dan suntik insulin dan minum obat

Bila Anda mendapat suntikan insulin, Anda harus makan dengan kalori yang sesuai untuk menghimbangi efek insulin. Keterlambatan makan atau tidak makan sama sekali atau melakukan suntikan insulin terlalu pagi akan menjadi salah satu Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia. Obat sulfonylurea juga bisa menjadi Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia apabila Anda tidak makan. Obat tablet diabetes lain umumnya tidak menimbulkan hipoglikemia, tetapi bila dikombinasikan dengan sulfonylurea, efek hipoglikemia bisa timbul. Jadwal makan juga harus teratur yaitu sarapan pagi, makan siang dan makan malam diusahakan tepat waktu. Selingan snack diantara dua makan utama diperlukan untuk mencukupi kebutuhan kalori dan sesuai dengan efek insulin yang disuntikkan.

 

  1. Olahraga

Faktor Penyebab Diabetes HipoglikemiaOlahraga dapat membakar kalori atau glukosa dalam tubuh. Banyak orang melakukan olahraga keras untuk menurunkan glukosa darah dan menjadi Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia. Kadar olahraga perlu disesuaikan dengan dosis obat dan diet agar glukosa darah tetap normal. Pemeriksaan glukosa darah perlu lebih sering dilakukan bila Anda berolahraga lebih banyak.

 

  1. Alkohol

Yang termasuk jenis ini adalah bir dan wine, bisa menjadi Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia. Selain menghambat kemampuan hati untuk melepas glukosa, alkohol juga menghambat kerja hormon yang menaikkan glukosa darah serta meningkatkan efek insulin. Apabila Anda kurang makan tetapi minum alkohol sebelum tidur, hipoglikemia berat dapat terjadi keesokan harinya. Bila Anda memakai insulin atau obat sulfonilurea, jangan minum alkohol tanpa makan makanan lainnya pada saat yang sama. Makanan bisa menghambat efek alkohol dan mencegah hipoglikemia.

 

  1. Aspirin

Hati-hati, aspirin atau salsilat bisa menjadi Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia. Pada penderita diabetes dewasa, aspirin meningkatkan efek obat diabetes sehingga glukosa darah bisa turun. Sedangkan penderita diabetes anak biasanya tidak diberi aspirin dan memang jarang diperlukan.

 

Apa Gejala Diabetes Hipoglikemia?

keluhan dan gejala Kadar glukosa darah yang terlalu rendah dapat bervariasi, tergantung pada sejauh mana glukosa darah turun. Keluhan Kadar glukosa darah yang terlalu rendah pada dasarnya dibagi dalam dua kategori besar, yaitu:

  1. Keluhan akibat otak tidak mendapat cukup kalori sehingga mengganggu fungsi berpikir, antara lain: sakit kepala, kurang konsentrasi, mata kabur, capek, bingung, kejang atau koma.  – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia
  2. Keluhan akbat efek samping hormon lain (adrenalin) yang berusaha menaikkan glukosa darah, yaitu: pucat, berkeringat, nadi berdenyut cepat, berdebar, cemas serta lapar.

Pada awalnya, ketika glukosa darah berada tingkat 40-50mg/dl, gejala yang dialami penderita diabetes :

  • Berkeringat dingin
  • Gemetar
  • Mata kabur
  • Merasa lemah
  • Merasa lapar
  • Pusing dan sakit kepala
  • Nervous dan tegang
  • Mual
  • Jantung berdebar
  • Kulit dingin

Bila glukosa darah di bawah 40mg/dl gejala yang dirasakan adalah :

  • Mengantuk
  • Sukar bicara
  • Seperti orang mabuk
  • Bingung   – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Keluhan dan gejala gawat yang terjadi bila glukosa darah rendah di bawah 20 mg/dl

  • Kejang
  • Tidak sadarkan diri
  • Meninggal  – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

 

Mengobati Diabetes Hipoglikemia

Begitu Anda menyadari glukosa darah rendah sebaiknya Anda harus segera makan atau minum sesuatu yang manis, misalnya seperti permen, softdrink, jus buah, tablet glukosa, atau biskuit. – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Apabila dalam 15 menit keluhan tidak hilang, cobalah makan atau minum lagi. Bila keadaan masih tetap, segera hubungi dokter Anda. Suntikan glukosa dan infus glukosa segera dilakukan terutama bila sukar menelan dan mulai tidak sadarkan diri. Pertolongan yang terlambat sampai penderita mengalami koma yang lama, bisa berakibat fatal hingga bisa terjadi kerusakan permanen pada jaringan otak yang tidak mendapakan makanan glukosa.

Hormon glukagon yang merupakan lawan dari insulin juga dapat disuntikkan pada pantat, paha, atau perut. Obat akan bereaksi dalam waktu 5 menit namun sangat disayangkan obat ini sulit tersedia di Indonesia.  – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Penderita diabetes terutama pemakai insulin dianjurkan selalu membawa permen atau biskuit di dalam tasnya ke manapun pergi. Di klinik atau rumah sakit harus ada suntikan atau infus glukosa. Di negera maju dalam emergency kit, bahkan tersedia suntikan glukagon. – Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

 

 

Faktor Penyebab Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Diabetes Hipoglikemia

Bahaya Diabetes Hipoglikemia

Bahaya Diabetes Hipoglikemia

Bahaya Diabetes Hipoglikemia – Saat ini akan dengan sangat mudah kita mendapatkan alat yang digunakan untuk mengukur kadar gula dalam darah. Karena alat tersebut memang banyak sekali di jual di tempat-tempat distributor alat kesehatan. Biasanya orang yang mengecek kadar gula darahnya adalah akibat terkena diabetes melitus. Yaitu sebuah penyakit yang membuat gula dalam darahnya tinggi. Jarang sekali orang memeriksakan kadar gulanya dalam kadar yang rendah. Padahal sebenarnya keadaan kadar gula yang rendah dalam tubuh jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan keadaan kelebihan kadar gula dalam tubuh.

Memang untuk penyakit kekurangan gula dalam darah ini tidak sepopuler orang yang kelebihan gula, namun penyakit hipoglikemia ini juga memiliki efek yang berbahaya juga bagi tubuh, bahkan ada yang mengatakan kekurangan gula dalam darah jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan orang yang kelebihan gula. Berikut ini adalah beberapa Bahaya Diabetes Hipoglikemia :

  1. Memicu munculnya penyakit jantung

Bahaya Diabetes Hipoglikemia yang pertama yaitu akan memicu penyakit jantung. Orang yang memiliki gula darah yang rendah dalam tubuhnya akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit kardiovaskular.

  1. Memicu kerusakan otak

Bahaya Diabetes HipoglikemiaJika kadar gula dalam darah seseorang menjadi rendah harus segera diberikan sesuatu yang manis untuk segera meningkatkan kadar gulanya, karena Bahaya Diabetes Hipoglikemia yang dapat ditimbulkan yaitu dapat memicu hilangnya kesadaran dan pada akhirnya berakibat pada kerusakan yang terjadi pada otak. Pada saat seseorang dalam keadaan kekurangan gula dalam darah tentu persediaan glukosa ke otak akan berkurang dan bahkan jika dalam 4 manit otak tidak segera mendapatkan suplai glukosa maka bisa terjadi kondisi mati otak.

  1. Efek yang ditimbulkan berlangsung cepat

Bahaya Diabetes Hipoglikemia yang mengancam selanjutnya yaitu ketika seseorang kekurangan gula dalam darahnya, maka ia bisa langsung dalam keadaan drop secara seketika, dan penanganannya juga harus secara cepat. Berbeda dengan orang yang kelebihan masih memiliki waktu yang lumayan panjang untuk mendapatkan efeknya.

 

Setelah kita mengetahui Bahaya Diabetes Hipoglikemia yang ditimbulkan akibat kekurangan gula dalam darah, akan lebih afdhol lagi jika kita mengetahui penyebab seseorang dapat mengalami kekurangan gula dalam darah:

  1. Akibat terlalu banyaknya insulin yang dikeluarkan oleh pankreas
  2. Dosis insulin atau obat lainya yang kadarnya terlalu tinggi, yang diberikan kepada para penderita diabetes untuk menurunkan kadar gulanya.
  3. Adanya kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal.
  4. Adanya kelainan pada masalah penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa yang ada di hati.  – Bahaya Diabetes Hipoglikemia
  5. Akibat berpuasa
  6. Adanya reaksi terhadap makan, biasanya terjadi dengan karbohidrat. Seseorang yang mengkonsumi karbohidrat juga akan menurun gula dalam darah. Zat ini malah akan menyebabkan beberapa organ seperti pankreas, hari dan kelenjar adrenal kehilangan kemampuan mereka untuk memproses gula secara benar. Akibatnya membuat gula anda menurun.   – Bahaya Diabetes Hipoglikemia
  7. Karena akibat telah melakukan diet tertentu yang memiliki aturan mengurangi kdar gula dalam makanan yang dikonsumsi.
  8. Adanya tumor atau terganggunya fungsi hati akan mengakibatkan gula dalam darah anda menjadi menurun.
  9. Akibat telah melakukan olah raga yang berlebihan. Pada saat seseorang berolah raga tentu saja membutuhkan tenaga dan energi yang lebih besar dan biasanya akan sebagian akan diambilkan dari gula dalam tubuh anda. Jika pengambilanya terlalu besar otomatis persediaan gula akan menurun.

Setelah mengetahui Bahaya Diabetes Hipoglikemia karena memiliki kadar gula dalam darah yang rendah, mulai sekarang hendaknya berhati-hati dan selalu menjaga kondisi gula dalam keadaan normal.

 

Bahaya Diabetes Hipoglikemia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Kita tentu seringkali mendengar istilah diabetes kering dan diabetes basah dari cerita penderita diabetes, lalu apa sih sebenarnya Perbedaan Diabetes Kering dan Basah ?

Sebenarnya di dunia kedokteran tidak mengenal adanya istilah Perbedaan Diabetes Kering dan Basah. Istilah Perbedaan Diabetes Kering dan Basah ini muncul karena berdasarkan anggapan dari masyarakat saja. Diabetes kering merujuk bagi penderita diabetes tanpa adanya luka sedangkan istilah diabetes basah merujuk pada penderita diabetes yang memiliki luka dan sulit sembuh.

Sementara itu diabetes yang dikenal di dunia kedokteran adalah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Baik diabetes tipe 1 ataupun tipe 2 meski penyebabnya berbeda, kesamaan yang mereka miliki adalah keduanya mempunyai ketidakmampuan dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Diabetes terjadi pada saat tubuh bermasalah dengan insulin, karena tanpa insulin, maka bisa dipastikan sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa untuk menjadi energi sehingga akhirnya glukosa akan menumpuk dalam darah dan menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.

 

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah : Diabetes Tipe 1

  • Pada penderita diabetes tipe 1 terjadi gangguan pada produksi hormon insulin dimana insulin sangat rendah atau bisa jadi tidak memproduksi insulin sama sekali. Hal ini disebabkan karena adanya penyakit autoimun (tubuh dihambat untuk memproduksi insulin).    – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah
  • Penderita diabetes tipe 1 tanpa adanya insulin (melalui suntikan atapun pompa insulin) tidak akan dapat hidup dan biasanya penderita diabetes tipe 1 sudah terdiagnosa sejak usia dini.   – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah
  • Penderita diabetes tipe 1 perlu menghitung seberapa banyak insulin yang harus dikonsumsi berdasarkan apa yang dimakan dan tingkat aktivitas. Sehingga mereka dapat makan apa saja yang diinginkan, jika sesuai dengan dosis insulinnya. Jadi jika penderita diabetes tipe 1 berencana pergi ke pesta, maka mereka harus mengonsumsi insulin lebih banyak untuk melawan serangan yang ditimbulkan dari makanan yang akan dikonsumsi.   – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

 

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah : Diabetes Tipe 2

  • Penderita diabetes tipe 2, tubuhnya masih dapat memproduksi insulin, tetapi dalam jumlah yang sedikit atau tubuh punya kesulitan dalam menggunakan insulin secara efisien.   – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah
  • Salah satu faktor risiko penderita diabetes tipe 2 adalah obesitas (terutama jika mempunyai berat badan lebih di sekitar perut) dan ditambah lagi jika tidak banyak melakukan aktivitas fisik.   – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah
  • Riwayat keluarga yang mempunyai penyakit ini juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan biasanya menyerang pada usia diatas 30 tahun
  • Pilihan pengobatan untuk diabetes tipe 2 ini juga lebih banyak mulai dari diet ( mengatur pola makan ) , menurunkan berat badan, latihan dan mengonsumsi pil yang untuk membuat lebih banyak insulin atau menurunkan kadar gula dan jika diabetes semakin memburuk, penderita diabetes tipe 2 mungkin harus beralih menggunakan suntikan insulin

 

Luka Pada Penderita Diabetes

Ada anggapan di masyarakat bahwa tidak mengapa sakit diabetes kering asal jangan diabetes basah karena kalau ada luka akan sulit sembuhnya padahal pada penderita diabetes jika kadar gula darah tinggi dan tidak terkontrol maka bisa dipastikan luka akan menjadi lebih sulit sembuh  sehingga akan membutuhkan perawatan yang serius karena luka pada diabetes  yang tidak ditangani dengan baik akan menjadi infeksi dan berlanjut menjadi ganrene atau kematian jaringan dan bisa jadi perlu dilakukan tindakan amputasi.

Kaki dan pergelangan adalah anggota tubuh yang paling rawan bagi pengidap diabetes jadi usahakan luka sekecil apapun harus segera diberikan perawatan ekstra. Sehingga diperlukan tindakan untuk menghindari adanya luka pada kaki

  • Gunakan alas kaki yang tidak longgar atau tidak kesempitan dan juga nyaman untuk dipakai (sesuai dengan bahan dan ukuran yang sesuai kaki).
  • Hindari gesekan ataupun luka akibat sepatu yang tidak nyaman.
  • Seringlah untuk melakukan pengecekan apakah terdapat luka pada kaki, dan jika terdapat luka segera ditangani.    – Perbedaan Diabetes Kering dan Basah
  • Pastikan kadar gula darah selalu dalam batas normal.

 

 

Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Diabates Gestasional

Bahaya Diabates Gestasional

Bahaya Diabates Gestasional

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada wanita hamil. Kondisi diabetes ini tetap bisa membuat ibu hamil melahirkan bayi yang sehat. Tapi kondisi tingginya kadar gula dalam darah memang perlu membutuhkan perawatan yang serius. Berikut ini adalah beberapa resiko Bahaya Diabates Gestasional yang biasanya terjadi pada bayi :

 

  1. Bayi tumbuh besar di dalam rahim

Bahaya Diabates Gestasional yang pertama yaitu bayi tumbuh besar di dalam rahim. Kelebihan gula di dalam darah ibu turut mengalir pada janin melalui plasenta. Akibatnya, pertambahan berat janin bisa jadi tak terkendali sehingga menyebabkan bayi tumbuh besar (makrosomia). Bayi besar akan membuat kesulitan saat proses persalinan tertutama, bisa terjadi fraktur apabila melahirkan melalui persalinan normal. Akhirnya, pilihan persalinan dengan metode operasi pun meningkat.

  1. Hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah

Bahaya Diabates GestasionalIbu hamil yang menderita diabetes gestasional juga akan menyebabkan kadar gula bayi menjadi lebih rendah karena produksi insulin dalam tubuh bayi sudah sangat tinggi. Namun Bahaya Diabates Gestasional ini bisa disembuhkan dengan memberikan air susu ibu.

  1. Anak mengalami resiko diabetes tipe 2

Bahaya Diabates Gestasional berikutnya yaitu anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes gestasional juga rentan terkena diabetes tipe 2 karena sudah memiliki kadar insulin tinggi sejak dalam kandungan.

  1. Anak akan mengalami resiko obesitas

Bahaya Diabates Gestasional pada anak juga meningkat karena sejak lahir sudah memiliki berat badan yang berlebih, sebab salah satu penyebab diabetes adalah obesitas.

  1. Kematian bayi menjadi resiko paling besar

Kematian bisa terjadi baik di dalam atau di luar kandungan. Bahaya Diabates Gestasional ini terjadi karena ibu tidak bisa mengatur kadar gula dalam darah dan tidak menjalani perawatan diabetes selama hamil.

  1. Sindrom gawat napas pada janin

Bahaya Diabates Gestasional selanjutnya yaitu sindrom gawat napas pada janin penyebab terjadinya hal ini karena hormon insulin yang berlebih akan menghambat kerja hormon kortisol yang berfungsi untuk mematangkan paru-paru janin. Terutama pada kehamilan muda, dimana paru-paru janin belum benar-benar sempurna sehingga, bayi mudah mengalami gangguan pernapasan terutama pada saat lahir nanti.

  1. Gangguan organ jantung

Kadar gula darah yang tidak terkontrol berisiko menyebabkan gangguan pada organ jantung yang kemudian menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah hingga stroke, serangan jantung, serta penyakit lainnya. Bahaya Diabates Gestasional ini meningkatkan risiko kematian ibu dan janin.

  1. Bayi mengalami cacat fisik

Bahaya Diabates Gestasional yang terakhir yaitu peluang terjadinya cacat bawaan menjadi 3 kali lebih besar jika dibandingkan dengan kehamilan normal. Janin juga bisa terkena hipoksia pada saat persalinan, bisa dipastikan janin juga akan lahir dengan persalinan prematur. Jika ternyata janin tidak segera mendapat penanganan dan perawatan yang tepat pada sang janin maka janin lebih beresiko meninggal dunia.

 

Bahaya Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Selain anak-anak yang menerima akibat dari diabetes gestasional, maka ibu hamil juga bisa mengalami resiko tingi seperti kondisi preklamsia selama kehamilan. Kondisi ini akan menyebabkan tekanan darah ibu hamil menjadi lebih tinggi, kandungan protein dalam urin juga sangat tinggi dan bengkak pada kaki. Kondisi ini bisa menjadi sangat serius apabila tidak segera ditangani, termasuk resiko kematian mendadak ibu dan bayi.

Demi meminimalisir gangguan kesehatan selama kehamilan, ada baiknya ibu melakukan hal-hal berikut ini:

  • Rutin memeriksakan diri pada petugas kesehatan (dokter kandungan atau bidan) untuk mengetahui kondisi kehamilan serta bisa dilakukan pengecekkan terhadap kadar gula darah sehingga, dapat dilakukan pemantauan dan penanganan segera.
  • Biasakan diri untuk mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil yang bersih dan sehat.
  • Lakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan dan harus berhati-hati. Terlalu banyak berdiam diri juga berisiko meningkatkan kadar gula darah karena metabolisme serta pembakaran lemak kurang optimal.  – Bahaya Diabates Gestasional

 

 

 

Bahaya Diabates Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pantangan Penderita Diabetes Basah

Pantangan Penderita Diabetes Basah

Pantangan Penderita Diabetes Basah

Pantangan Penderita Diabetes Basah – Menurut Wikipedia, Indeks Glikemik atau Glikemik Indeks (GI), memberikan ukuran seberapa cepat kadar gula darah meningkat setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Efek dari setiap makanan bervariasi. Respon glikemik berada dari satu orang dengan orang lain, dan bahkan pada aorang yang sama dari hari kehari, tergantung pada kadar glukosa darah, resistensi insulin dan faktor lainnya. Ada beberapa pantangan makanan untuk penderita penyakit gula basah, diantaranya adalah makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan dengan cepat menaikan kadar gula darah.

Sebagian besar nilai pada indeks glikemik tidak menunjukan dampak terhadap kadar glukosa setelah dua jam. Beberapa orang dengan penyakit gula mungkin memiliki peningkatan kadar setelah empat jam. Pantangan Penderita Diabetes Basah

Makanan dengan karbohidrat yang mudah di pecah dengan cepat selama proses pencernaan dan melepaskan glukosa dengan cepat ke dalam aliran darah cenderung memiliki indeks glikemik tinggi, makanan dengan karbohidrat di pecah lebih lambat, melepaskan glukosa lebih secara bertahap ke dalam aliran darah, cenderung memiliki indeks glikemik rendah dan merupakan pantangan makanan penderita penyakit gula basah. Konsep ini dikembangkan oleh Dr.David J. Jenkins dan rekan di 1980-1981 di University of Toronto dalam penelitian mereka untuk mengetahui makanan yang terbaik untuk penderita penyakit gula. Pantangan Penderita Diabetes Basah

Sebuah indeks glikemik yang lebih rendah menunjukkan tingkat lebih lambat dari pencernaan dan penyerapan makanan karbohidrat dan juga dapat menunjukkan ekstraksi lebih besar dari hati dan pinggiran produk karbohidrat pencernaan. Sebuah respon glikemik rendah biasanya sama dengan permintaan insulin rendah tetapi tidak selalu, dan dapat meningkatkan kontrol glukosa darah jangka panjang dan lipid darah. Indeks insulin ini juga berguna untuk menyediakan ukuran langsung dari respon insulin untuk makanan. Berikut ini adalah beberapa Pantangan Penderita Diabetes Basah, diantaranya :

 

  1. Gorengan atau makanan yang digoreng

Pantangan Penderita Diabetes Basah yang pertama yaitu gorengan atau makanan yang digoreng. Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, penyakit diabetes melitus, dan stroke. Pantangan Penderita Diabetes Basah

  1. Jus yang manis

Jus buah memang menyehatkan tubuh karena banyak mengandung vitamin. Penderita penyakit diabetes memang tidak dilarang mengonsumsi buah namun penderita diabetes juga harus memperhatikan buah apa yang dimakannya. Buah ada yang boleh dikonsumsi dan ada juga yang dilarang penggunaannya bagi penderita penyakit gula. Jus dilarang karena kandungan gula dalam jus sangat tinggi sehingga mampu memberikan efek merangkak naiknya kadar gula penderita. Maka dari itu jus buah menjadi salah satu Pantangan Penderita Diabetes Basah karena kadar gulanya yang sangat tinggi.

  1. Coklat

Coklat adalah makanan yang banyak terdapat didaerah yang bersuhu baik. Di kota Lumajang coklat dapat mudah kita temui di daerah sekitar desa Dampar, kecamatan Pasirian. Karena coklat memiliki rasa manis yang begitu nikmat sehingga tergolong makanan yang berkadar gula tinggi. Lemak yang dikandung coklat juga menjadi resiko obesitas pada penggemar setianya. Karena kadar gulanya yang sangat tinggi seperti jus buah, makanan lezat ini juga menjadi salah satu dari Pantangan Penderita Diabetes Basah.

  1. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Karena itulah soda juga termasuk Pantangan Penderita Diabetes Basah.

  1. Teh manis

Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori yang akhirnya akan menimbulkan obesitas dan penyakit gula. Bagi Anda yang menderita diabetes terlebih diabetes tipe 2 atau diabetes basah maka teh manis ini merupakan Pantangan Penderita Diabetes Basah, bisa di gantikan dengan teh hijau yang kalorinya lebih rendah dari pada teh manis biasa. Pantangan Penderita Diabetes Basah

 

Demikian ulasan mengenai Pantangan Penderita Diabetes Basah, semoga bisa bermanfaat untuk Anda terutama bagi Anda yang menderita diabetes.

 

Pantangan Penderita Diabetes Basah

Posted in Uncategorized | Leave a comment